Ada Berapakah Agama yang Benar? Kajian Filsafat dan Teologi

Agama Yang Benar
Agama Yang Benar

Agama Yang Benar – Pembicaraan yang paling sensitif dan yang paling banyak dihindari pada zaman modern ini adalah bicara tentang perbedaan agama-agama. Kebanyakan dari kita risih untuk membicarakan agama manakah yang paling benar. Masalah ini menjadi lebih sulit lagi karena di indonesia memang dilarang keras membicarakan masalah-masalah yang berhubungan dengan isyu SARA didepan umum.

Saya menyadari, dengan menulis isyu ini bisa jadi saya akan menjadi bahan ejekan, makian dan tertawaan orang-orang dan bahkan boleh jadi lebih dari itu. Bisa jadi yang tadinya teman menjadi lawan dan yang tadinya lawan menjadi teman secara ideologi…

Untuk membahas persoalan ini saya mulai dengan keingin tahuan saya dengan mengajukan tiga pertanyaan penting, yaitu : Pertama, Apakah sesorang wajib memilik satu agama saja atau mengikuti beberapa agama dalam waktu yang bersamaan?

Kedua, Jika yang masuk akal adalah mengikuti satu agama saja, maka apakah kita bebas memilih salah satu agama mana saja tanpa membeda-bedakannya satu sama lain? Apakah semua agama saja saja dan ambil yang mana saja pasti BENAR?

Atau apakah hanya ada satu agama saja yang benar di tiap-tiap zaman? Ini adalah jenis pertanyaan yang paling mudah untuk mendapatkan jawabannya, pastilah dalam satu zaman hanya ada satu agama saja yang benar, ini bisa dibuktikan secara mudah dengan melihat fakta bagaimana semua orang ingin mempertahankan agamanya karena mereka menggangap agamanyalah satu-satunya agama yang benar.

Baca juga :   Kaidah Mutazilah - Pembagian Tauhid

Fakta yang kita saksikan tersebut berbeda dengan apa yang dikampanyekan oleh mereka yang mengembangkan isyu pluralisme agama. Mereka mengatakan pada setiap zaman semua agama sama saja. Semua agama memiliki keabsahan yang sama.

Tentu saja benar adanya bahwa tidak ada pertentangan antara satu nabi dengan nabi yang berikutnya. Semua Nabi diseru dan diutus untuk menyeru kepada jalan Tuhan yang satu. Tidak masuk akal kalau Tuhan yang satu memerintahkan utusannya menyeru kepada jalan yang berbeda-beda dan menciptakan beberapa aliran yang saling bertentangan.

Namun demikian tidaklah berarti bahwa disetiap zaman dan dalam waktu yang bersamaan ada beberapa agama yang benar dan karenanya setiap orang bebas memilih agama manapun yang mereka inginkan sebagai mana orang memilih nomor undian secara acak.

Yang betul adalah setiap orang harus beriman kepada SEMUA Nabi utusan Tuhan, dan mengikuti apa yang dikabarkan oleh nabi-nabi tersebut. Dalam hal ini termasuk mengikuti dan mengimani khabar siapa Nabi yang akan datang berikutnya. Dan sebaliknya harus mengimani apa yang dikatakan oleh nabi terakhir tentang siapa nabi sebelumnya.

Setelah kita melihat fakta dan menerimanya dengan akal yang sehat bahwa setiap zamannya hanya ada satu agama yang benar, maka pertanyaan ketiganya adalah Apakah orang-orang yang tidak mengikuti agama yang benar TETAPI melakukan pekerjaan dan perbuatan sesuai dengan ajaran agama yang benar, semua amalannya itu akan diterima oleh Tuhan?

Baca juga :   Mereka yang Disebut Kaum Intelektual - Kajian Filsafat & Teologi

Misalnya agama yang benar telah memerintahkan untuk berbuat baik kepada semua manusia, mendukung hak-hak orang yang tertindas, menengahi perselisihan, memerangi para pemeras dan penindas, menolong orang-orang yang bernasib malang, membantu orang-orang miskin, menegakkan keadilan dan memberikan pendidikan sebagaimana tugas kenabian pada setiap zamannya. Lalu kita bertanya apakah mereka yang melakukan tugas-tugas kenabian tersebut akan diberi pahala atau tidak?

Dengan kata lain apakah keimanan kepada satu agama yang benar adalah sebagai prasyarat untuk memperoleh pahala disisi Tuhan?

Bersambung ke  : Mereka yang disebut kaum intelektual

35 komentar untuk “Ada Berapakah Agama yang Benar? Kajian Filsafat dan Teologi

  1. @ada berapa agama yg benar?
    **Setiap agama memiliki konsep Ketuhanannya sendiri-sendiri. Kalau pun ada yang serupa, pasti dapat dihitung dengan jari, sehingga bisa dipilih dg menjawab pertanyaan turunan berikutnya. Konsep ketuhanan merupakan penurun (universal) dari agama.

    Karena itu, saya kira pertanyaan awalnya adalah apakah ada Tuhan atau tidak. Jika ada Tuhan, apakah hanya 1 atau lebih dari 1. Jika hanya ada 1, apakah teraktualisasikan menjadi tiga oknum atau tidak. Kemudian segala turunan, sub-turunan, sub-sub turunan, dst –termasuk soal agama yang mana– mengikuti ini.

    @memilih 1 agama atau dpt beberapa agama sekaligus?
    **Hanya memilih 1 agama, sebab setiap agama mengklaim dirinya yg benar & membawa pd keselamatan. Dg demikian menegasikan agama lainnya. Karena itu, mustahil memilih beberapa agama sekaligus sebab dua hal yang bertentangan tidak mungkin sama2 benar (non-contradiction principle)

    @apakah hanya ada 1 agama saja yg benar di tiap zaman?
    **Kenyataan bahwa semua agama mengklaim untuk semua zaman, berarti dengan sendirinya statement “agama untuk tiap2 zaman” menjadi gugur.

    @Apakah orang-orang yang tidak mengikuti agama yang benar TETAPI melakukan pekerjaan dan perbuatan sesuai dengan ajaran agama yang benar, semua amalannya itu akan diterima oleh Tuhan?
    **Perbuatan2 merupakan konsekuensi atau turunan dari pilihan bertuhan, kemudian turunan lbh lanjut lagi dari pilihan beragama. Sementara, turunan (partikuler) mengikuti penurun (universal). Karena itu, perbuatan2 yang dilakukan di luar tautan penurun, meskipun secara turunan sama, tetap akan gugur, alias ZERO VALUE.

    @apakah keimanan kepada satu agama yang benar adalah sebagai prasyarat untuk memperoleh pahala di sisi Tuhan?
    YA, jelas sekali berdasarkan argumen sebelumnya.

  2. gampang menjawabnya bagi mereka yang merasa bahwa agamanyalah yang paling benar…dan masing-masing yang mempunyai kepercayaannya akan menganggap bahwa agamanyalah yang benar…bisa saja pertanyaannya kita bandingkan: siapakah yang yakin bahwa dirinya pasti masuk surga?? apakah manusia masuk surga karena dia orang suci,tanpa noda dan tidak berdosa??siapakah yang berani didunia ini mengatakan bahwa dirinya orang yang tidak berdosa??syarat masuk surga adalah orang yang tanpa noda dan tidak berdosa…apakah anda masuk dalam kumpulan tersebut????silahkan tanyakan pada diri kita sendiri dan kita renungkan…….

  3. -Berbicara soal A g a m a,adalah pembicaraan yg telah berabad-abad tidak tertuntaskan-karena ini bicara soal iman( keyakinan),yg tdk dapat dipatahkan dgn segala kebenaran dan kesahihan agama disekitar agama yg telah dianut oleh seseorang-
    Setiap agama Punya konsep tentang-Apa itu kematian?/Apa itu Surga?/ apa itu dosa?/dan bagaimana Tuntunan hidup sebelum orang itu mati!?-
    Kalau ada yang mengaku ngaku Agama,akan tetapi tidak menyentuh aturan atau pengajaran yang seperti kami ungkapkan diatas,itu bukanlah Agama!
    – Tetapi Manusia dengan segala kodrat nya,dapat dipastikan akan Mati,dan disana…surga,Nirvana syurga,hadesh(sesuai dengan iman yang diyakini masing-masing),masih ada kehidupan yang abadi-
    Berdasarkan hal itulah ,manusia mencari Kebenaran Agama mana yang dapat dipercaya untuk membawa dia setelah mati,agar dapat hidup disana-
    -Makanya Penulis,tdk setuju (mudah-mudahan ada yg sependapat),Hanya Orang-orang yg beragamalah yang dapat melakukan perbuatan yang BAIK,atau kalau dibalik Hanya Orang orang yang TAK beragamalah yang melakukan perbuata yang JAHAT,-
    Suatu waktu dalam Jogging di Taman Surapati Menteng Jakarta Pusat,saya pernah berjumpa dan bertukar fikiran dengan seorang diplomat Muda berkewarganegaraan Korea Utara,setelah bercerita ngalor ngidul,akhirnya saya memberanikan diri,bertanya “mr Kim ! Agama mu apa?..dia tidak serta mengerti maksud pertanyaan saya,kemudian saya coba menerangkannya dengan bahasa Inggris,baru dia mengerti arah pertanyaan saya..lalu dia menjawab..Oh.saya tidak memeluk Agama apapun,dan di Negara kami,tidak mengurus soal agama..Apakah dengan tidak ada agam di Negaramu,negaramu menjadi Kacau atau banyak kejahatan? kata saya,memancing,agar Mr Kim lebih dalam menjawab pertanyaan saya,Oh..tidak! katanya tegas ” di Negara saya tidak ada orang Minta-minta(pengemis)di pinggir jalan,tidak ada Prostitusi,jambret,rampok ,todong apalagi teroris tidak ada!!,semuanya setiap hari aman,dan damai,semua dpt rumah,semua dpt makanan,obat-obat an gratis,sekolah gratis,nonton TV semua ada TV,- Lalu saya bertanya dalam hati,ditempat kami AGAMA yang dielu-elukan sebagai Penunutun ,penerang,pengarah ,hati manusia agar hidup dalam kebaikan,kebajikan,ternyata lebih semrawut kejahatannya dari pada mereka yang tidak mengenal Agama- mari Kita renungkan!!!???kenapa?

  4. pasikomsi
    re :
    menjawab pertanyaan saya,Oh..tidak! katanya tegas ” di Negara saya tidak ada orang Minta-minta(pengemis)di pinggir jalan,tidak ada Prostitusi,jambret,rampok ,todong apalagi teroris tidak ada!!,semuanya setiap hari aman,dan damai,semua dpt rumah,semua dpt makanan,obat-obat an gratis,sekolah gratis,nonton TV semua ada TV,- Lalu saya bertanya dalam hati,ditempat kami AGAMA yang dielu-elukan sebagai Penunutun ,penerang,pengarah ,hati manusia agar hidup dalam kebaikan,kebajikan,ternyata lebih semrawut kejahatannya dari pada mereka yang tidak mengenal Agama- mari Kita renungkan!!!???kenapa?

    kalo agama diartikan sesuai dengan bahasa aslinya memang akan menjadi kacau, kalo orang kebangsaan korea menjawab seperti itu dikarenakan memang betul agama tiak sama dengan “DIEN” kalo kita senangnya membunuh “Dien” dengan semau kita yaitu agama. maka lihatlah effect dari kita/saya (karena masuk bagian didalamnya) membunuh arti/mematikan arti yang ada didalam KITAB ALLAH (kitabullah/Petunjuk ALLAH)

    Allah tentunya tidak plinplan, without “plan” bahkan dalam ayatnya pun menjelaskan tujuan.

    ?????? ??????? ????? ????????????? ?????????? ??? ??????? ???????? ??????? ???????? ????? ??????? ?????????????? ????????? ???????? ??????? ??????? ?????? ???????? ????????????? ??? ?????? ????????? ???????????? ????????? ????????? ???? ?????? ?????? ?????? ????????

    7. Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya , dan jika kamu berkata (kepada penduduk Mekah): “Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati”, niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata: “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata”.

    with plan, timing, tujuan akhir, dan tentunya Allah mempunyai keinginan menunjukkan betapa baiknya “HASIL CREATIONNYA”, dengan niatan agar ciptaannya mengikuti petunjuknya supaya bisa menjadi “BASHAR/ Berita Gembira (yang menggembirakan atas hasil ciptaannya)”

    back to arti dari “dien” itu sendiri merupakan satu kesatuan “System Allah untuk manusia agar hidup dengan Ibadah menjadi Ciptaan yang terbaik”.

    yah itulah seklumit dari pemahaman yang bisa kuambil. itupun masih terus berkembang seiring dengan daya fikir manusia-manusia yang mau terhubung dan terbina dengan Ilmu Allah.

    mungkin gambaran “Dien” masih terlalu fuzzy, tapi yang pasti Allah mengutus rasul untuk menjadikan manusia “Taubatan Nasuha” karena manusianya telah menyimpag. apabila suatu kondisi manusia telah menyimpang dari garis/norma-norma/etika yang Allah tetapkan maka Allah selalu mengutus kepada manusia untuk kembali “taba/taubat(selalu kembali terusmenuerus, continue dan tidak vakum)”

    maka tentunya informasi ini berguna untuk siapa, informasi ini tentunya berguna untuk kita yang telah mampu melihat dengan hatinya bahwa kondisi manusia telah rusak dan menyimpang terbukti dari hasil kerjaan manusia yang “katanya” berilmu tinggi dan peradaban yang “hebat” yaitu “buminya rusak”. lalu langkah apa yang akan kita ambil?.

    30. Ar-Ruum / ?? ?????
    ??. ?????? ?????????? ??? ???????? ??????????? ????? ???????? ??????? ???????? ???????????? ?????? ??????? ???????? ??????????? ???????????

    41. Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

    ???? ??????? ??? ????????? ?????????? ?????? ????? ????????? ????????? ??? ?????? ????? ??????????? ????????????

    42. Katakanlah: “Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).”

    mereka dahulu telah maksimal menjalankan ini ayat Allah, lalu untuk apa ada ayat Allah yang bunyinya seperti itu untuk kita sekarang, apakah kita melihatnya ayat itu hanya untuk rasul Allah, apakah kita akan pangkas itu ayat Allah, mematikannya dan membunuh ayat Allah agar kita tidak termasuk sebagai hamba-hamba yang menginkan perbaikan dan menjadi yang terbaik disisi Allah. itulah kesempatan yang Allah berikan bagi siapa-2 yang masih mau, mempunyai kesadaran yang tinggi dan keinginan yang kuat untuk berubah dengan arahan dan binaan yang datangnya dari Petunjuk Allah yang murni dan tidak dicampur-campur dengan ilmu-2 yang sudah ada didalam dirinya dan selalu bersabar menunggu tahapan-tahapan/proses yang harus dilalui dengan petunjuk itu.

  5. Tahukah anda jika manusia & semua mahluk dimuka bumi ini adalah bagian kecil dari Tuhan. Ibarat air, Tuhan adalah Samudra, sedangkan manusia adalah setetes air. Sama2 H2O tidak ada yang beda, identik. Tujuan kita sebagai manusia adalah bagaimana cara kembali kepada Nya. Miliaran tetes air ini harus kembali ke asalnya yakni Samudra itu. Dalam fisika quantum dibuktikan molekul dipecah menjadi atom, atom dipecah menjadi elektron, elektron apabila dibelah lagi yang tersisa adalah energi. Sesuai dengan Hukum Kekekalan Energi dimana energi tidak dapat diciptakan, tidak dapat dihancurkan tapi hanya berubah bentuk, itulah qta sebagai manusia, roh qta adalah energi yang kekal karena roh manusia adalah bagian terkecil dari Energi Terbesar Sang Penguasa Semesta Alam.

  6. Jika bertanya ada berapa agama yang benar
    atau
    Apakah agama yang benar
    atau
    Apakah semua agama benar….
    Tentu jawabannya tergantung konteks dan mungkin dihubungkan dengan realita (kadang terjadi distorsi karena setiap zaman dan negara berbeda).
    Namun ada satu pertanyaan yang mungkin jawabannya semua akan sepakat.
    Yaitu adakah Tuhan ?
    Dan
    Ada berapa Tuhan ?
    Nampaknya jawabannya rata-rata adalah SATU. Walau disebut dengan berbagai nama : Allah, eloah, Sang Hyang Widi atau apapun sebutan lainnya.
    Nah kemudian masalahnya adalah…
    Apakah Tuhan yang SATU ( ESA ) tersebut menurunkan ajaran ( agama ) yang berbeda-beda atau sama ?.
    Atau dengan pertanyaan lain…
    Apakah Tuhan yang SATu (ESA) ini di setiap zaman ( dari zaman manusia pertama sampai sekarang ), merevisi dan atau menambahi beberapa ajarannya menjadi lebih detail dan atau lebih sederhana dan atau lebih rasional (mungkin?).
    Mungkin pertanyaan yang terakhir inilah yang menjawab tentang mengapa ada banyak kemiripan dalam semua agama.
    Dan sekaligus meneguhkan bahwa Tuhan memang hanya Satu karena semua ajaran agama mirip/identik/sama dan ada keterkaitan historis. Seperti misal di taurat menceritakan tentang utusan-Nya yang akan datang. Injil bercerita tentang ibrahim/abraham, sulaiman/salomo dan kalau kita perhatikan juga bercerita tentang utusan-Nya setelah Nabi Isa/Yesus (silahkan perhatikan dengan seksama setiap ayat dalam injil) baik ciri-ciri fisik, asal-usul dan sebagainya. Dan Al Quran pun menceritakan dengan detail masalah nabi dan rasul sebelum Muhammad SAW.
    Dan rata-rata, tiap kitab suci menceritakan juga tentang kejadian besar sejenis dengan kiamat beserta tanda-tandanya. Surga dan neraka lengkap dengan sifat dan penghuninya.
    Walaupun memang bisa timbul pertanyaan lain, misalnya mengapa ada perbedaan konsep ketuhanan.
    Namun jawabannya bisa jadi…
    Karena manusia sudah tega berbohong atas nama Tuhan.
    Karena manusia sudah tega berbohong atas nama Utusan-Nya ( Nabi, Rasul, dll ).
    Entah karena alasan improvisasi, inovasi, tekanan penguasa, iming-iming jabatan, status, harta dan sebagainya…
    Tinggal pertanyaannya adalah…
    Sudahkah kita memperhatikan detail-detail yang disampaikan oleh utusan-Nya…atau kita salah mengerti terhadapnya…
    Sudahkah kita tahu apa yang diinginkan Tuhan terhadap kita…?
    Atau mungkin kita yang ingin memaksakan kehendak terhadap Tuhan ?
    ( walaupun pasti Tuhan tidak akan bisa kita dikte dan paksa )

  7. Tuhan adalah sumber dari agama, bukan sebaliknya agama merupakan sumber tuhan. Pertentangan yang terjadi mengenai pencarian terhadap agama yang benar sering kali terdistorsi oleh pendapat subyektif para penganut agama yang bersangkutan. Hal ini wajar karena orangtua dan lingkungan telah membentuk asumsi dasar dan prasangka terhadap wawasan berfikir kita tentang tuhan yang dilandasi oleh ajaran agama yang kita anut yang telah terpatri dalam pola pikir kita.

    Karena maha adilnya Tuhan, maka secara naluriah sejak lahir kita telah diwariskan oleh tuhan untuk mengenal keberadaannya, walaupun kita tidak mengenal agama. Secara naluriah manusia sadar bahhwa ada kekutan tertinggi dialam ini dan secara umum kita katakan Tuhan.

    Secara naluriah pula kita rindukan kekutan tersebut mengandung nilai-nilai positif al Maha adil, maha pengasih, maha abadi, maha kuasa, maha pemberi petunjuk, maha sempurna dll.Dari nilai-nilai inilah Tuhan menyampaikan sifat-sifatnya untuk diteladani oleh umat manusia dalam bentuk agama.

    Dari nilai-nilai inilah kita dapat menyaring mana kira=kira agama yang benar menurut kita berdasarkan sifat-siafat tuhan yang kita rindukan tsb. Mempelajari agama tidak lepas dari mempelajari kitab sucinya. Yang sering terjadi, kita sering mengklaim bahwa agam ini atau itu adalah agama yang sesat, padahal kita belum pernah melihat kitab sucinya apalagi mempelajarinya.

    Pelajarilah isi kita sucinya, adakah ajarannya yang menyimpang dari nilai-nilai positif tentang tuhan yang kita dambakan tersebut. Pada akhirnya akan kita dapati agama yang benar

  8. ngomong ngomong jadi pusing karena banyak mikir, sudah agama masing masing dijalani dengan SEBAIK BAIKNYA. jangan teori mulu…. kalau sudah baru nunggu saja…. nanti kalau mati bener gak pilihannya…beres…pusing pusing @-@/!!!@#$%^&*

  9. in my opinion…

    watever ur religion.. just believe it. ok?

    do not blame each other.
    Just love each other.
    Help each other.
    live in harmony community.
    that will be great.

    bcoz, the right religion will come to u automaticly.
    Just pray for it..
    be patient.
    when the time is come, just let God judge us.

    Peace!! =)

  10. Membicarakan agama mana yang benar emang sulit dan sangat-sangat sulit. Lebih-lebih jika masing-masing membawa baju sendiri-sendiri, bisa-bisa terjadi the big war. First step is tanggalkan dulu baju masing-masing dan mari kita berdiskusi. Tenyata semua agama selalu menganjurkan untuk melakukan hal-hal terpuji. Omong kosong jika kita mengklaim agama kita yang terhebat NAMUN PERBUATAN KITA BRENGSEK. Namun adakalanya nilai-nilai kebajikan seringkali satu sama lain BERBEDA juga. Inilah yang menimbulkan kesulitan. Satu sisi orang menilai gambar wanita telanjang adalah keindahan namun disisi yang lain pornografi, GIMANA?

  11. Agama yang benar cuma satu …..
    yaitu agama yang diturunkan oleh Tuhan yang menciptakan jagat raya …
    Agama yang diturunkannya tidak pernah berubah dari dulu (sejak manusia diciptakan) sampe sekarang . . . .
    Dan agama yang diturunkan oleh Tuhan itu berfungsi sebagai pedoman hidup manusia (krn. manusia diberi akal/otak) supaya hidupnya bahagia di dunia maupun di akhirat kelak…
    Jadi dia Tuhan bagi semua mahluk di seluruh jagat raya….
    Dia Tuhan manusia…tuhan malaikat…tuhan jin…tuhan setan….tuhan tumbuhan…tuhan batu…tuhan gunung….tuhan hewan…tuhan semuanya…
    Kalo ternyata banyak versi agama….versi tuhan ….itu terjadi karena cara berfikir manusianya aja….Tuhan sih tetep aja berubah, begitupun dengan ajarannya….dari dulu TIDAK pernah berubah….

  12. @the_light:

    Pada kalimat terakhir anda mengatakan ….

    “Kalo ternyata banyak versi agama….versi tuhan ….itu terjadi karena cara berfikir manusianya aja….Tuhan sih tetep aja berubah, begitupun dengan ajarannya….dari dulu TIDAK pernah berubah….”

    mungkin maksud anda begini ….

    “Kalo ternyata banyak versi agama….versi tuhan ….itu terjadi karena cara berfikir manusianya aja….Tuhan sih tetep aja ‘TIDAK’ berubah, begitupun dengan ajarannya….dari dulu TIDAK pernah berubah….”

    Sebagai tambahan dari saya, benar pada prinsipnya ajaran TUHAN tdk berubah, hanya terdapat penyempurnaan2 yang sesuai dengan kondisi kehidupan umat manusia pada masa itu….

  13. 4 syarat-syarat Tuhan. Jika Tuhannya benar, berarti agamanya benar.

    1. Teori Relativitas
    Teori relativitas enstein, terbatas oleh empat dimensi; ruang, waktu, daya dan guna. Selama terbatas oleh empat dimensi ini, maka selama ini disebut alam raya. Berarti syarat Tuhan yang pertama, Mutlak tidak terbatas dan relatifitas inilah, menjawab pertanyaan-pertanyan nakal tadi, Dimana? Kapan? Bagaimana? Siapa yang menciptakan Tuhan. Kalo ada yang bertanya Dimana? Berarti terbatas oleh dimensi tempat, dan itu bagian dari alam. Tuhan tidak terbatas oleh dimensi tempat. Kapan? Terbatas dimensi waktu. Bagaimana? Terbatas dimensi wujud dan guna. Lalu siapa yang menciptakan Tuhan? Teori ini mengajarkan, jawabannya adalah Tuhan. Asal jawabanya Tuhan, pasti berhenti pada kata Tuhan, atau dihentihan oleh Tuhan. Berarti teori relativitas menyatakan, Tuhan mutlak tidak terbatas. Hanya alamlah yang terbatas.

    2. Teori Non Otomatis
    Bahwa dimuka bumi ini tidak ada yang otomatis, terjadi dengan sendirinya. Dibalik wayang pasti ada dalang, dibalik film pasti ada sutradara, dibalik permainan pasti ada pemain, dibalik ciptaan pasti ada pencipta. Maka mungkinkah rotasi, evolusi alam yang menakjubkan para kosmolog, sehingga melahirkan ilmu pasti, ruang angkasa, kosmologi, itu terjadi dengan sendirinya. Maka teori non-otomatis ini menjelasskan adanya pencipta alam raya ini. Berarti Tuhan sebagai pencipta. Maka dengan mudah, teori non-otomatis ini menggugurkan teori ateis, yang menyatakan “Tuhan itu tidak ada”. Sebenarnya ia sudah berTuhan, berTuhan akalnya, tatkala ia menyatakan Tuhan tidak ada, itulah yang menjadi Tuhannya.

    3. Teori The Most
    Teori The Most atau paling, ter. Tinggi, tertinggi, paling tinggi. Kuasa, terkuasa, paling kuasa. Mulia, termulia, paling mulia. Hanya satu….Satu dalam artian Tuhan. Tuhan itu hanya satu tidak dua, tidak tiga, apalagi multi Tuhan. Kemudian satu dalam artian kebenaran, yang benar itu hanya satu yang lainya salah. Pasti ada satu kebenaran obyektive, diantara kebenaran subyektive. Pasti ada emas diantara timah, tembaga dan besi. Pasti ada mutiara disela-sela lumpur. Pasti ada Tuhan diantara Hantu-hantu. Pasti ada Agama diantara Agama-agama.

    4. Teori Super Natural Power
    Adanya kekuatan dahsyat dibalik natural, kekuatan meta fisik yang luar biasa. Contoh yang sederhana adalah ruh, yang ada pada tubuh kita. Dan ruh adalah bion yang hidup, justru jasad ini adalah bion yang mati. Mayit, bermata, bertelinga, berkaki,, tapi tidak dapat berbuat apa-apa, karena ruhnya sudah tidak ada. Berarti ruh adalah berarti bion yang hidup, bahkan sampai detih ini tidak ada seorang profesorpun apalagi orang awam, berhasil mendeteksi bentuk dan warna ruh.

    Dari empat teori ini,silahkan mencari kitab yang dianggap suci oleh umatnya!!! Jika kitab itu mengandung empat teori ini, berarti maka kitab suci itu benar-benar suci. Dan agamanya benar-benar agama……(by Arifin Ilham)

  14. semua agama yang diturunkan dibumi ini baik dan benar hanya menyembah satu Tuhan Yang Maha Esa ( ALLAH ) melalui para nabi dan rosul, tapi sayang manusia banyak yang berbuat kerusakan dan kehancuran yang tadinya menyembah Tuhan Yang Esa ( ALLAH ) berubah menyembah kepada Dewa, Yeusus, Sidarta Gautama, Khonghucu, Dewikian Im, Patung, Berhala dll. itulah suatu kebodohan manusia yang tak tau diuntung dan berterima kasih malah menyembah yang lain, itu namanya musrik dosa besar karena membuat tandingan mempertuhankan makhluk dan benda mati, coba anda buka alkitab anda masing masing ada tidak peerintah semabahlah aku Yesus, Sidarta dll ? Kalau dalaqm Islam Konsep dan doctrin Ktuhananya jalas dan tegas. terima kasih .

  15. Semua agama sebenarnya mengandung ajaran kebenaran/kebaikan. Agama yg dapat mewujudkan kedamaian dan kebahagiaan bagi semua makhluk hidup adalah agama yg sesungguhnya. Sedangkan agama yg tidak dapat mewujudkan kedamaian dan kebahagiaan bagi semua makhluk hidup berarti agama tsb telah gagal melaksanakan fungsinya.

    Salam

  16. Semua agama sebenarnya mengandung ajaran kebenaran/kebaikan. Agama yg dapat mewujudkan kedamaian dan kebahagiaan bagi semua makhluk hidup adalah agama yg sesungguhnya. Sedangkan agama yg tidak dapat mewujudkan kedamaian dan kebahagiaan bagi semua makhluk hidup berarti agama tsb telah gagal melaksanakan fungsinya.

    Salam

  17. Komentar pertama sudah menjawab pertanyaan posting ini dengan lugas. Karena itu saya enggan berkomentar. Namun melihat komentarnya yang aneh ijinkan tangan ini mengetikkan beberapa hal.

    @ Non Muslim : Anda mempersamakan Pencipta dengan yang diciptakan-Nya. Sama saja artinya anda menyamakan Bill Gates dengan Microsoft Windows. Lalu saya bertanya apakah dua ‘item’ tersebut memiliki kandungan yang sama? Physically? Chemically? Biologically? I don’t think so.

    @ Pasikomsi : Komentar anda berbau (menjurus kepada) atheisme. Dan atheisme sudah dinegasikan oleh komentar pertama 😀

    Tambahan : Kebobrokan penganut agama bukanlah tolok ukur untuk menilai kebenaran sebuah agama. Agama adalah regulasi Tuhan. Dan disampaikan melalui kitab suci-Nya dan utusan-utusan-Nya. Firman Tuhan pastilah benar, tidak pernah saling bertentangan, saling menjelaskan satu ayat dengan ayat lain, tidak terbantahkan, agung dan elegan.

    Dan lagi pula anda tidak dapat menilai kebenaran sebuah mata kuliah dari nilai para mahasiswanya. Betul kan?!!

  18. Saya setuju dgn non-Muslim. Jiwa Tuhan dan jiwa manusia itu memiliki substansi yg sama karena jiwa manusia tercipta dari Ada-Nya (Jiwa Tuhan). Ibarat penuh air tercipta dari Kepenuhan air.

    Penuh dan Kepenuhan jelas berbeda. Penuh itu terbatas, sedangkan Kepenuhan itu takterbatas. Walaupun berbeda, penuh air dan kepenuhan air memiliki substansi yg sama. Seperti api besar dan api kecil itu beda, tetapi keduanya sama-sama api (substansinya sama).
    .
    .
    Kebenaran suatu agama bisa dinilai dgn membandingkannya dengan ajaran agama lain, dan juga bisa dinilai dari perilaku penganutnya. Perbuatan/perilaku dan perkataan dipengaruhi oleh pikiran. Jika pikirannya baik, perbuatan dan perkataannya pastilah baik. Begitu pula dgn sebaliknya. Pikiran bisa menjadi baik atau jahat karena ajaran yg ditanamkan dalam pikiran orang tsb. Ajaran bisa berasal dari orangtua, saudara/teman, guru, masyarakat, dan juga agama.

    Agama yg baik semakin dipelajari, maka orang tsb akan semakin baik. Agama yg buruk semakin dipelajari, maka orang tsb akan semakin buruk.

    Salam

  19. Saya setuju dgn non-Muslim. Jiwa Tuhan dan jiwa manusia itu memiliki substansi yg sama karena jiwa manusia tercipta dari Ada-Nya (Jiwa Tuhan). Ibarat penuh air tercipta dari Kepenuhan air.

    Penuh dan Kepenuhan jelas berbeda. Penuh itu terbatas, sedangkan Kepenuhan itu takterbatas. Walaupun berbeda, penuh air dan kepenuhan air memiliki substansi yg sama. Seperti api besar dan api kecil itu beda, tetapi keduanya sama-sama api (substansinya sama).
    .
    .
    Kebenaran suatu agama bisa dinilai dgn membandingkannya dengan ajaran agama lain, dan juga bisa dinilai dari perilaku penganutnya. Perbuatan/perilaku dan perkataan dipengaruhi oleh pikiran. Jika pikirannya baik, perbuatan dan perkataannya pastilah baik. Begitu pula dgn sebaliknya. Pikiran bisa menjadi baik atau jahat karena ajaran yg ditanamkan dalam pikiran orang tsb. Ajaran bisa berasal dari orangtua, saudara/teman, guru, masyarakat, dan juga agama.

    Agama yg baik semakin dipelajari, maka orang tsb akan semakin baik. Agama yg buruk semakin dipelajari, maka orang tsb akan semakin buruk.

    Salam

  20. @ Dawkintz : Anda melupakan satu hal. Begini, kita analogikan agama sebagai mata kuliah-mata kuliah yang memberikan tuntunan agar anda menjadi orang yang pandai, terampil dan hal-hal positif lainnya.

    (misalnya) Nilai mata kuliah Bahasa Indonesia dan Ilmu Ilmiah Dasar anda jelek sekali, anda mendapatkan nilai E untuk itu. Itu berarti mata kuliah Bahasa Indonesia dan Mata kuliah Ilmu Ilmiah Dasar adalah mata kuliah yang bobrok hanya karena gara-gara nilai anda jelek sekali. Ini bila kita mengikuti logika terbalik yang anda sampaikan. Maaf ya, Tidak, realita tidak memiliki logika seperti itu.

    Mata kuliahnya sudah benar tapi mahasiswanya saja yang tidak mau belajar, menghapal, mengerjakan tugas dan PR dan sebagainya. Ini adalah hal yang anda lupakan.

    PS:
    Saya tidak bermaksud sedikit pun untuk menghakimi atau pun menyinggung perasaan anda…saya pun bukanlah mahasiswa yang baik, pun tidak memiliki yang nilai yang cukup bagus untuk dipertontonkan, namun mata kuliah saya mengajarkan dan mewajibkan saya untuk terus belajar dan belajar sepanjang hayat dikandung badan. Dan saya selalu berikhtiar dan berdoa untuk mendapatkan nilai A untuk bekal saya di akhirat nanti.

  21. @ Mas Richard
    .
    .
    Seseorang mempelajari pend. kewarganegaraan ===>> semakin dipelajari ===>> orang tsb semakin bangga dan cinta negara-nya.

    Seseorang mempelajari pelajaran membunuh ===>> semakin dipelajari ===>> orang tsb semakin bernafsu utk membunuh.

    Setiap agama memiliki ajaran yg berbeda-beda. Ada agama yg mengajarkan kedamaian, ada pula agama yg mengajarkan utk membenci dan membunuh orang kafir.

    Jika agama yg mengajarkan kedamaian semakin dipelajari dan diterapkan, maka akan menciptakan kedamaian.

    Jika agama yg mengajarkan kebencian dan pembunuhan terhadap orang kafir, maka akan menciptakan permusuhan dan perang.
    .
    .
    Kata anda:
    Begini, kita analogikan agama sebagai mata kuliah-mata kuliah yang memberikan tuntunan agar anda menjadi orang yang pandai, terampil dan hal-hal positif lainnya.
    —————–
    Kata saya:
    Analogi yg anda berikan sepertinya menganggap semua agama itu baik. Jika anda menganggap semua agama itu baik, seharusnya anda mau berdoa di semua tempat ibadah (masjid, gereja, pura, vihara, dsb); mau merayakan semua hari raya keagamaan, dsb.

    Ingat, sangat banyak orang menjadi fanatik (negatif) karena ia semakin mempelajari ajaran agama-nya. Iman yg berlebihan dapat membuat pribadi menjadi seorang ekstremis, apalagi iman utk membenci dan membunuh orang kafir.

    Salam

  22. @ Mas Richard
    .
    .
    Seseorang mempelajari pend. kewarganegaraan ===>> semakin dipelajari ===>> orang tsb semakin bangga dan cinta negara-nya.

    Seseorang mempelajari pelajaran membunuh ===>> semakin dipelajari ===>> orang tsb semakin bernafsu utk membunuh.

    Setiap agama memiliki ajaran yg berbeda-beda. Ada agama yg mengajarkan kedamaian, ada pula agama yg mengajarkan utk membenci dan membunuh orang kafir.

    Jika agama yg mengajarkan kedamaian semakin dipelajari dan diterapkan, maka akan menciptakan kedamaian.

    Jika agama yg mengajarkan kebencian dan pembunuhan terhadap orang kafir, maka akan menciptakan permusuhan dan perang.
    .
    .
    Kata anda:
    Begini, kita analogikan agama sebagai mata kuliah-mata kuliah yang memberikan tuntunan agar anda menjadi orang yang pandai, terampil dan hal-hal positif lainnya.
    —————–
    Kata saya:
    Analogi yg anda berikan sepertinya menganggap semua agama itu baik. Jika anda menganggap semua agama itu baik, seharusnya anda mau berdoa di semua tempat ibadah (masjid, gereja, pura, vihara, dsb); mau merayakan semua hari raya keagamaan, dsb.

    Ingat, sangat banyak orang menjadi fanatik (negatif) karena ia semakin mempelajari ajaran agama-nya. Iman yg berlebihan dapat membuat pribadi menjadi seorang ekstremis, apalagi iman utk membenci dan membunuh orang kafir.

    Salam

  23. perbuatan oknum tertentu jangan membawa bawa agama itu pertanggung jawaban pribadi dihadapan Tuhan kelak, yang menjadi pokok persoalan dalam beragama disini adalah tentang doctrin Ketuhanan, memang semua agama ajarannya baik dan mulia karena dibawa oleh para nabi dan rosul setiap berbangsa bangsa dibumi ini, tapi sayang setiap kurun waktu mengalami kerusakan akibat manusia sehingga setiap generasi Tuhan mengutus para Nabi dan Rosul hingga berjumlah 124.000 orang dalam pergantian generasi. Jangan dibandingkan dengan agama lain yang kelihatan damai di indonesia contoh agama Budha di Thailan, di Tibet, di Burma dan ditempat kelahiran Sang Sidarta Gautama sendiri bergejolak, kenapa di Indonesia tidak bergejolak karena tidak memperoleh posisi politik, dam begitu juga Hindu coba anda lihat di India berapa ratus tahun bergejolak, apalagi kristen dan katholik, maaf and sory ini hanya membuka lembaran sejarah dunia. jadi saya tidak setuju kalau perbuatan oknum yang jelek dikaitkan dengan agamanya sebab orang Islam banyak sekali yang berbuat mulia kalau dibandingkan hanya segelitir orang yang berbuat dosa (agama itu mulia) thank.

  24. Tuhan ALLAH = Pencipta yang maha esa kekuasaanya absolud siapa yang menandinginya akan dihancur leburkan lihat di alkitab Taurot, Injil, Zabur, dan Alqur’an sudah banyak bangsa bangsa yang dibinasakan akibat pelanggaran hukum hukum Tuhan,
    contoh: banjir Nabi Nuh, Badai Tornado Nabi Hud, Gempa tetonik Nabi Luth, firaun mengaku dirinya Tuhan ditenggelamkan beserta bala tentaranya musanah dilaut Merah, Raja Namrudz yang membuat menara bibel untuk melihat menantang dan menghina ALLAH mati hanya digigit myamuk ditempat diatas menara bibel dll, ini bukan dongeng tapi suatu pelajaran dan peringatan manusia ingkar dan ini boleh dibuktikan melalui situs situs arkeologi.
    contoh di JEPANG Kaisar Teno Haika dengan sombongnya mengaku dirinya Tuhan sebagai putra dewa Matahari, rakyat Indonesia pada waktu penjajahan setiap pagi apel sujud menyembah menghadap ketimur ditujukan kepada kaisar, apa yang terjadi ALLAH membinasakan lewat Amerika Serikat dijatuhkannya Bom Atom .

  25. Salam sejahtera bagi semua pembaca. Puji Tuhan Yang Maha Arif, penulis menemukan kesempatan untuk mengemukakan gagasannya tentang AGAMA yang benar menurut Allh s.w.t. Karena terus menerus mengkaji al Quran dari th. 1955 sampai saat in. Penulis berangkat dari Firman yang menganjurkan agar “manusia yang bisa baca tulis” mengkaji semua kitab-samawi yang berisi FirmanNya. s. al Maaidah Q.S. 5: 66, 67, 68. Tetapi HIKMAH yang terkandung dalam firman itu hanya bisa difahami oleh ULUL-ALBAB. ( men of understanding, de verstandigen, wong sing Jowo. ) Orang-orang kocluk, setengah koclul yang acuh-tak acuh dengan FirmanNya disebut di s, al A’raaf Q.S. 7: 179. Mendalami, memahami kebenaran di s. Aali Imran Q.S. 3:19. ( agama ISLAM yang paling diredhoi Allah s.w.t.) Yaitu jika para pengkaji kitab samawi TIDAK saling berbantah, bertengkar bahkan menghasut peperangan antar sesama manusia. ( karena ingin memenangkan pendapatnya masing-masing.) Padahal dikalangan umat yang SAMA agamanya saja terdapat banyak perbedaan asumsik terhadap FirmanNya sehingga terjadi PERPCAHAN, banyak mazhab-mazhab, Kepada Nabi Muhammad s.a.w. difirmankan di s. Ambia’ Q.S. 21: 91, 92, 93. dan di s.an Niisa Q.S. 4: 159 disebut ” akhli-kitab”( umumnya pengkaji alQuran mengartikan dengan TETAP itu orang beragama Yahudi.tetapi asuymsilu ialah siapa saja yang menekuni mengkaji kitab-kitab suci samawi. pada hari tuanya ( sebellum mati.)akan mengimani Nabi Isa a.s. dengan benar.Hal itu mengingat bahwa Nabi s.a.w. oleh Allah sendiri disebut di s. al An’aam Q.S. 6: 66. ( bukan juru selamat umat manusia.) SWedang Nabi Isa a.s. disebut di s. Maryam Q.S. 19: 21. sebagai (1.) Tanda Kebesaran Allah. (2.) Sebagai RAKHMAT dari Allah (3. sebagai KETETAPAN Allah. sesuai s. al An’aam Q.S. 6: 115.
    Sedang HASIL kesepakatan orang banyak bukanlah KEBENARAN diayat berikutnya 116. ( Vox Populi BUKAN Vox Dei.) Jadi bagaimana? Agama Allah disebut di Kitab Injil Perjanjian Baru : ” Bahwa Allah tidak menghendaki segala model persembahan , melainkan BELAS KASIHAN.”
    Jadi agama ISLAM adalah agama KASIH, bukan agama terrorisme, bukan kumpulan orang yang berteriak dalam seruannya yang KERAS.mereka MAU paling benar dan menang sendiri saja s. Ibrahiim Q.S. 14: 15, 16, 17.. “aqidah” ajaran yang susah ditelah akal-sehat dalam kias. Dan lho Allah menegur kita di s. az Zukhruf Q.S. 43: 78. “engapa kita pada benci kepada KEBENARAN:? Q.S. 43:39. dan Q.S. 19: 71. lhoo kok celaka begituu ? Tentang Allah mempunyai “putera” penulis tidak bisa menyangkal , karena Allah Maha Kuasa. apa saja jadi. Apakah orang bisa mencegah Allah mempunyai anqk? Nabi-pun ragu-ragu. ada di s. az Zukruh Q.S. 43: 81. Lho penilis menemukan Firman jika Nabi ragu-ragu supya bertanya kepada pengkaji kitab suci sebelum al.Quran tentang hal yang beliau RAGUKAN s. YuunusQ.S. 10:94 – 99.
    Bgai penulis sendiri kiranya layaklah jika orang bole YAKIN akan makna s. az Zumar Q.S. 39: 37. bahwa petunjuk langsung dari Allah ( melalui JIbril. karena tak ada manusia yang bisa langsung berhubungan dengan Allah asy Syuuraa.Q.S. 42: 51 Manusia WAJIB mencari “pengantara” ( waasilah?) al Maaidah.Q.S.5: 35. dan pengantara itu adalah JIBRIL. ( nara sumber KEBENARAN.dari Allah) Bisa jadi berupa intuisi, sebab WAHYU hanya bagi Nabi Penutup kita Muhammad s.a.w. begitu yang lazim penulis dengar daam ajaran agama Islam ( ibadah, ritual.) Jadi bagaimana. Agama Allah ialah agama tanpa FDITNAH. Karena Fitnah yang disebut di s. al An’aam Q.S. 6: 23. WAJIB diperangi sampai habis s. al Baqarah Q.S. 2: 193 dan s. al Anfaal Q.S. 8: 39. Dan JIHAD AKBAR itu ialah dengan MENGABARKAN ISI ALQURAN secara benar, dengan sabar, dengan kASIH dan kesabaran.
    Memang kalau direnungkan hal itu sangat amat berat dilaksanakan, sebab setiap omongan-omongan GALAG selalu saja diteruskan dengan mulut meriam atau pedang yang tajam. Masa sulit yang penuh dengan pertengkaran antar sesama manusia di sebut di s. al A’raaf Q.S. 7: 168 dan hanya berakhir JIKA semua orang sudah kembali kepada KEBENARAN alias TOBAT ( repent, bekeren.) Dan pesan Allah di surat at Taubah ada di Q.S. 9: 107, 108. waspada bahwa ada mesjid yang didirikn untuk menyebar kedengkian secara ” menyebar AQIDAH” ( meniup-niup UQOD, s. al Falaq Q.S. 113: 4, 5. Jadi bagaimana?
    Kata Pujangga JAWA ki Ronggowasito. :” Seuntung-untungnya orang yang LALAI, masih lebih beruntung orang yang SADAR dan WASPADA.”
    Bagaimana orang bisa WASPADA kakalu propaganda kedengkian disebar-sebar sehingga orang bukan semakin “mengerti” tetapi malah jadi makin beringas dan ulahnya lebih jahat dari SETAN? s az Zukhruh Q.S. 43: 37; dan janji Iblis di s. al Hjr Q.S. 15: 39, 40.
    KIranya sekian dulu sampai nanti disambung lagi. Assalamu’alaikum warakhmatullaahi wa barakaatuh. MERDEKA.

  26. Salam sejahtera bagi semua pembaca. Puji Tuhan Yang Maha Arif, penulis menemukan kesempatan untuk mengemukakan gagasannya tentang AGAMA yang benar menurut Allh s.w.t. Karena terus menerus mengkaji al Quran dari th. 1955 sampai saat in. Penulis berangkat dari Firman yang menganjurkan agar “manusia yang bisa baca tulis” mengkaji semua kitab-samawi yang berisi FirmanNya. s. al Maaidah Q.S. 5: 66, 67, 68. Tetapi HIKMAH yang terkandung dalam firman itu hanya bisa difahami oleh ULUL-ALBAB. ( men of understanding, de verstandigen, wong sing Jowo. ) Orang-orang kocluk, setengah koclul yang acuh-tak acuh dengan FirmanNya disebut di s, al A’raaf Q.S. 7: 179. Mendalami, memahami kebenaran di s. Aali Imran Q.S. 3:19. ( agama ISLAM yang paling diredhoi Allah s.w.t.) Yaitu jika para pengkaji kitab samawi TIDAK saling berbantah, bertengkar bahkan menghasut peperangan antar sesama manusia. ( karena ingin memenangkan pendapatnya masing-masing.) Padahal dikalangan umat yang SAMA agamanya saja terdapat banyak perbedaan asumsik terhadap FirmanNya sehingga terjadi PERPCAHAN, banyak mazhab-mazhab, Kepada Nabi Muhammad s.a.w. difirmankan di s. Ambia’ Q.S. 21: 91, 92, 93. dan di s.an Niisa Q.S. 4: 159 disebut ” akhli-kitab”( umumnya pengkaji alQuran mengartikan dengan TETAP itu orang beragama Yahudi.tetapi asuymsilu ialah siapa saja yang menekuni mengkaji kitab-kitab suci samawi. pada hari tuanya ( sebellum mati.)akan mengimani Nabi Isa a.s. dengan benar.Hal itu mengingat bahwa Nabi s.a.w. oleh Allah sendiri disebut di s. al An’aam Q.S. 6: 66. ( bukan juru selamat umat manusia.) SWedang Nabi Isa a.s. disebut di s. Maryam Q.S. 19: 21. sebagai (1.) Tanda Kebesaran Allah. (2.) Sebagai RAKHMAT dari Allah (3. sebagai KETETAPAN Allah. sesuai s. al An’aam Q.S. 6: 115.
    Sedang HASIL kesepakatan orang banyak bukanlah KEBENARAN diayat berikutnya 116. ( Vox Populi BUKAN Vox Dei.) Jadi bagaimana? Agama Allah disebut di Kitab Injil Perjanjian Baru : ” Bahwa Allah tidak menghendaki segala model persembahan , melainkan BELAS KASIHAN.”
    Jadi agama ISLAM adalah agama KASIH, bukan agama terrorisme, bukan kumpulan orang yang berteriak dalam seruannya yang KERAS.mereka MAU paling benar dan menang sendiri saja s. Ibrahiim Q.S. 14: 15, 16, 17.. “aqidah” ajaran yang susah ditelah akal-sehat dalam kias. Dan lho Allah menegur kita di s. az Zukhruf Q.S. 43: 78. “engapa kita pada benci kepada KEBENARAN:? Q.S. 43:39. dan Q.S. 19: 71. lhoo kok celaka begituu ? Tentang Allah mempunyai “putera” penulis tidak bisa menyangkal , karena Allah Maha Kuasa. apa saja jadi. Apakah orang bisa mencegah Allah mempunyai anqk? Nabi-pun ragu-ragu. ada di s. az Zukruh Q.S. 43: 81. Lho penilis menemukan Firman jika Nabi ragu-ragu supya bertanya kepada pengkaji kitab suci sebelum al.Quran tentang hal yang beliau RAGUKAN s. YuunusQ.S. 10:94 – 99.
    Bgai penulis sendiri kiranya layaklah jika orang bole YAKIN akan makna s. az Zumar Q.S. 39: 37. bahwa petunjuk langsung dari Allah ( melalui JIbril. karena tak ada manusia yang bisa langsung berhubungan dengan Allah asy Syuuraa.Q.S. 42: 51 Manusia WAJIB mencari “pengantara” ( waasilah?) al Maaidah.Q.S.5: 35. dan pengantara itu adalah JIBRIL. ( nara sumber KEBENARAN.dari Allah) Bisa jadi berupa intuisi, sebab WAHYU hanya bagi Nabi Penutup kita Muhammad s.a.w. begitu yang lazim penulis dengar daam ajaran agama Islam ( ibadah, ritual.) Jadi bagaimana. Agama Allah ialah agama tanpa FDITNAH. Karena Fitnah yang disebut di s. al An’aam Q.S. 6: 23. WAJIB diperangi sampai habis s. al Baqarah Q.S. 2: 193 dan s. al Anfaal Q.S. 8: 39. Dan JIHAD AKBAR itu ialah dengan MENGABARKAN ISI ALQURAN secara benar, dengan sabar, dengan kASIH dan kesabaran.
    Memang kalau direnungkan hal itu sangat amat berat dilaksanakan, sebab setiap omongan-omongan GALAG selalu saja diteruskan dengan mulut meriam atau pedang yang tajam. Masa sulit yang penuh dengan pertengkaran antar sesama manusia di sebut di s. al A’raaf Q.S. 7: 168 dan hanya berakhir JIKA semua orang sudah kembali kepada KEBENARAN alias TOBAT ( repent, bekeren.) Dan pesan Allah di surat at Taubah ada di Q.S. 9: 107, 108. waspada bahwa ada mesjid yang didirikn untuk menyebar kedengkian secara ” menyebar AQIDAH” ( meniup-niup UQOD, s. al Falaq Q.S. 113: 4, 5. Jadi bagaimana?
    Kata Pujangga JAWA ki Ronggowasito. :” Seuntung-untungnya orang yang LALAI, masih lebih beruntung orang yang SADAR dan WASPADA.”
    Bagaimana orang bisa WASPADA kakalu propaganda kedengkian disebar-sebar sehingga orang bukan semakin “mengerti” tetapi malah jadi makin beringas dan ulahnya lebih jahat dari SETAN? s az Zukhruh Q.S. 43: 37; dan janji Iblis di s. al Hjr Q.S. 15: 39, 40.
    KIranya sekian dulu sampai nanti disambung lagi. Assalamu’alaikum warakhmatullaahi wa barakaatuh. MERDEKA.

  27. Al Quran yang sudah mengalami prolifikasi dan proliverasi akan lebih DAHSYAT dai bom-atoom. Tidak percaya ? Kaji baik=baik al Hasyr.Q.S. 59: 21 ” Gunung kedegilan itu akan hancur-luluh, yaitu segala model isme kAPITALISME, lIBERALISME, SOSIALISME, NASIONALISME, FASCISME dan KOMUNISME atau klenikisme dsb. Dan ingat asal usuil kata KAFIR adlah dari s. al Baqarah Q.S. 2: 34, bukan seperti yang disebar-luaskan orang-orang penganut agama-agama yang salah kaprah apapun. Karena diagama yang bukan agama-samawi rupanya tak ada istilah KAFIR, kecuali bahwa setiap orang akan mengunduh hasil perbuatan dan tingkah lakunya masing-masing.Dan yang bukan agama samawi itu doanya “malah” ” Semoga semua titah selamat sejahtera.” Mogen alle levende wezens gelukkig zijn.”: “May all live beings be happy.” Lho la iya to? Wong semua kembali kepada, didalam Tuhan. Mana ada yang masih diluar Allah Yang Maha Besar?
    al Baqarah Q.S. 2: 156. dan yang yakin demikian itulah yang mendapat PETUNJUK dan AMPUNAN. Itu saja laah. Mengapa jadi pada REPOT?
    Kiranya JAMA EDAAN memang belum usai… tunggu saatnya, pasti tiba.

  28. Mbah Kadipowardoyo

    Saya enggak faham bahasanya muter muter pening aku tak mengerti ujung pangkalnya dimana.

  29. Mbah Kadipowardoyo

    Saya enggak faham bahasanya muter muter pening aku tak mengerti ujung pangkalnya dimana.

  30. Semua agama (yang berasal dari Tuhan Pencipta Alam Semesta) adalah benar. Yang menjadi permasalahan adalah penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh para oknum.

    Jika berbicara tentang kesempurnaan, agama yang paling sempurna adalah Islam.

    Ingat, yang saya bicarakan adalah agama, BUKAN PEMELUK.

  31. Iya saya setuju sekali pendapatnya Fajar Faqih, bahsanya simpel jelas dan tegas kebenarannya dapat dipertanggung jawabkan. oke

  32. Iya saya setuju sekali pendapatnya Fajar Faqih, bahsanya simpel jelas dan tegas kebenarannya dapat dipertanggung jawabkan. oke

  33. Alangkah baiknya jika umat manusia didunia ini untuk saling hormat menghormati keyakinan masing-masing, tidak membuat penilaian agama mana yang diakui dan mana yang tidak. karena tidak akan pernah ada titik temu. hanya tuhanlah yang maha mengetahui,sehingga menghindari kita para manusia dari konflik kekerasan yang akan menciderai ajaran agama itu sendiri.karena tuhanpun tidak pernah memaksa manusia untuk meyakini agama tertentu tapi memberikan manusia kebebasan memilih sesuai denga keyakinan yang mereka yakini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.