Takdir-3 > Ayat-ayat Yang Saling Bertentangan???

Ayat ayat Yang Saling Bertentangan
Ayat ayat Yang Saling Bertentangan

Ayat-ayat Yang Saling Bertentangan? Telah dikatakan sebelumnya bahwa kebanyakan para ahli tafsir dan ilmul kalam (teologi islam) berpendapat bahwa ayat-ayat Al-quran dalam masalah freewill (kebebasan) and destiny (ketentuan yang sudah ditentukan) ini saling bertentangan. Oleh sebab itu, mereka berlindung di balik penakwilan sebagiannya agar bersesuaian dengan sebagian yang lainnya.

Berkenaan dengan itu perlu kiranya kita untuk mengingat kembali apa yang disebut dengan kontradiksi atau pertentangan.

Kontradiksi atau pertentangan sesuatu itu dapat dibagi menjadi dua jenis :

Jenis yang Pertama adalah adanya ucapan yang menafikkan ucapan yang lainnya dengan cara yang jelas, gamblang dan sepenuhnya tepat.

Contoh :
Jakarta adalah ibukota Republik Indonesia
Dan,
Jakarta adalah BUKAN ibukota Republik Indonesia

Pada contoh diatas jelas bahwa statement kedua menafikkan statement yang pertama dengan gamblang, tegas dan jelas sejelas jelasnya.

Jenis yang kedua ; kalimat yang kedua tidak menafikkan yang pertama secara gamblang, tegas dan jelas, akan tetapi pembenaran kalimat yang kedua berarti batalnya yang pertama.

Contoh :

Jakarta adalah ibukota Republik Indonesia
Dan,
Magelang adalah ibukota Republik Indonesia

Persoalannya kini, apakah kontradiksi yang dituduhkan diantara kedua kumpulan ayat mengenai persoalan takdir ini tergolong jenis pertama atau yang kedua?

Tak diragukan lagi, bahwa kontradiksi yang dituduhkan itu tidak termasuk kedalam kelompok kontradiksi jenis yang pertama (gamblang, tegas dan jelas sejelas jelasnya), sebab kumpulan ayat-ayat yang pertama itu tidak mengatakan “TIDAK” atau “BUKAN” sebagai tanda penolakan terhadap pernyataan sebelumnya.

Baca juga :   Mutazilah-Allah Memberi Balasan

Contoh :

TIDAK ada sesuatu yang ditakdirkan.
Dan,
Segala sesuatu telah ditakdirkan.

Contoh 2 :

Manusia bebas memilih dalam tindakannya.
Dan,
Manusia TIDAK bebas memilih dalam tindakannya.

Contoh 3 :

Semuanya telah didahului dengan sepengetahuan Allah.
Dan,
TIDAK ada satupun yang didahului dengan sepengetahuan Allah.

Contoh 4 :
Segala sesuatu terikat oleh kehendak Ilahi.
Dan,
Segala sesuatu TIDAK terikat oleh kehendak Ilahi.

Dari beberapa contoh yang kita ambil diatas, sudah jelas dan sangat nyata bahwa kelompok ayat-ayat pertama tidak dengan tegas, jelas dan gamblang menolak/bertentangan dengan kelompok ayat-ayat kedua.

Namun demikian, persoalan yang sudah sangat jelas teridentifikasi dengan logis dengan menggunakan ilmu logika tersebut diatas masih saja sering disalah pahami oleh para ahli ilmul kalam.

Mereka mengira bahwa konsekuensi ungkapan “segala sesuatunya telah ditakdirkan oleh takdir Ilahi” sebagai sesuatu yang bersifat majbur (terpaksa) atau dengan kata lain, mereka beranggapan bahwa semua prilaku manusia itu telah ditentukan oleh Tuhan.

Dengan asumsi demikian, maka mereka beranggapan bahwa mustahil kita dapat menggabungkan “kebebasan kehendak” dengan “takdir yang telah mendahului kita”. Mereka beranggapan bahwa takdir harus terlaksana tanpa perlu adanya ikhtiar (kebebasan memilih) karena jika tidak terlaksana maka sama saja dengan ketidaktahuan Tuhan terhadap beberapa persoalan ditail.

Demikian juga sebaliknya, adanya kemampuan manusia untuk memberikan pengaruh dalam kebahagian atau kesengsaraan dirinya berarti keharusan tidak adanya takdir yang mendahuluinya.

Baca juga :   Mereka Yang Disebut Orang Sholeh Yang Kaku

Berdasarkan hal tersebut, sekiranya ada teori ketiga yang menghilangkan kontradiksi yang dituduhkan di antara pengetahuan Allah yang mendahului serta kehendak-Nya yang absolut dan kebebasan serta ikhtiar manusia, maka kita tidak lagi memerlukan takwil dan tafsir apapun.

B E R S A M B U N G . . .

12 komentar untuk “Takdir-3 > Ayat-ayat Yang Saling Bertentangan???

  1. saya memandang bahwa destiny dan free will yang tuhan telah “tetapkan”tidak saling bertentangan satu sama lain. dalam pandangan saya, tuhan telah menetapkan destiny dan sekaligus menetapkan bahwa manusia punya free will. di antara keduanya ada benag pembatas yang memang perlu di cermati seksama, karena bila tidak cukup teliti sulit untuk melihat bahwa tidak ada pertentangan antara keduanya. bagi saya tuhan telah menetapkan desteny dalam sebuah hukum yang di sebut sunatullah yang mana bagi saya sunatulah adalah sebuah hukum duniawi yang sifatnya sebab akibat. hukum sebab akibat ini sudah tuhan tulis dalam lauh mahfuz. nah didalam hukum ini ada freewill yang yang menyertainya, dimana bila si fulan berbuat a maka hasilnya aa bukan bb dan sebaliknya bila si fulan berbuat b atau c maka hasilnya adalah bb atau cc. nah destiny seperti ini yang berjalan satu arah denga free will yang dalam pandangan saya, tuhan telah tetapkan di lauh mahfuz.
    selain itu memang ada destiny yang sifatnya khusus dimana freewill tidak mungkin terlaksana. conothnya adalah turunnya para nabi/rosul, kiamat, kematian – bukan bagaimana, dimana dan kapan matinya-, dan peristiwa yang tuhan tetapkan dan kehendaki sebagai kehendak allah (saya berkeyakinan hanya pada peristiwa tertentu).
    bagi saya kematian, jodoh, rezeki pun masih perlu di buka lagi dimana letak destinynya dan dimana letak freewillnya. pendapat para ahli masih perlu di tindak lanjuti.
    untuk kasus tertentu yang ada di kitab suci mungkin perlu penelaahan mendalan pada aspek historisnya seperti sebab turunnya ayat, kontek kejadiannya.
    nb: sial sekali saya harus masuk neraka karena destiny.

  2. Kita Manusia punya keterbatasan berfikir, tidak semua dapat dipikirkan dengan hasil yang sama apalagi bila dibandingkan dari sudut pandang yang berbeda, Otak kita punya keterbatasan kalau seandainya di kasih angka, otak hanya mampu berfikir 100% dari yang di ciptakannya, tapi hanya dengan keyakinan tanpa harus berpikir 100% otak kita akan dapat melampaui pemikiran lebih dari 100%. bisa kita contohkan: Besi dapat terapung di air atau melayang di udara berpikirlah otak 100% apa hasilnya..kemudian kalau otak diciptakan lebih dari 100% hasilnya juga pasti lain juga . Percayalah yakinlah beriman kunci paling utama …
    Terima kasih

  3. We we.. ada web mantab ni.. Bicara tentang taqdir, coba kita tinjau dari sejarah teologi Islam. Artinya jelas hal itu tidak bisa lepas dari istilah Qodariah dan Jabariah. kalo Qodariah itu berturun kepada Muktazilah dan yang lebih dekat dengannya adalah Syi’ah. Sedangkan jabariah turunannya adalah Ahlussunnah Wal Jama’ah. Eith.. kalo ada yang salah bisa dibenarkan lho ya pendapat saya ini.. dan salam buat hmmmmmm.. siapa yang punya web ini ya.. oya Iman Ka.. barusan saya lihat FBnya tu.. kunjung keblog saya mas Iman.. blog saya masih baru n gress.. soal temanya rada-rada mirip gitu..

  4. Dari mulai dilahirkan di muka bumi orang sudah mulai dengan TAKDIR Allah, Tidak bisa membantah, menawar atau apa saja. Itulah bukti bahwa TAKDIR itu ada. Kemudian orang mau kekanan atau kekiri ya itu juga TAKDIR-Nya, sebab orang tidak mempunyai multi jejak, melainkan hanya satu jejak perjalanan saja ( mono track.) Cuku sudah mengenai TAKDIR buruk atau baik itu ADA yang layak dipercaya ( diimani.)
    Kalau sudah mapan, keyakinan seperti itu, maka orang boleh hidup seperti hidupnya para-wali s. Yuunus Q.S. 10: 62, 63, 64. Wong akhirnya semua MATI Q.S. 2: 156, 157. Lho mau bagaimana lagi? Jungkir balik, ngamuk kekanan-kekiri tak ada gunanya. Hanya main-main dan senda-gurau s. Muhammad Q.S. 47: 36. Sudah itusajalaah. Kok repots.

    1. bukankah manusia diberikan akal pikiran? lalu yg menentukan ia ingin bunuh diri atau tidak adalah dirinya, Allah Maha Mengetahui dan tak terikat oleh ruang dan waktu, Allah tahu ia akan bunuh diri dan ditulis tapi yg memilih dirinya sendiri.

  5. setuju sama pendapat vallen..kalau memang orang bunuh diri adalah takdirnya dia melakukan bunuh diri, dan hukum bunuh diri adalah neraka jahanam, lalu dia bisa “protes” ke Allah kenapa dia harus masuk ke neraka padahal yang menetukan dia mati bunuh diri adalah Allah sendiri…??? bahkan dia bisa minta “reward” kepada Allah karena dia dengan melakukan bunuh diri berarti dia menjalankan sunatullah, berarti dia hamba yang taat..:)
    Apakah Allah sekejam itu menentukan hamba-Nya masuk neraka bahkan sebelum dia dilahirkan..????

  6. POQADHA= KETENTUAN ALLAH YANG BELUM TERJADI,TAKDIR ATAU QADAR=KETENTUAN ALLAH (QADHA) ALLAH YANG UDAH ATAU SEDANG TERJADI.SEMUA PADA HAKIKATNYA ALLAH YANG MENENTUKAN,QADHA MANUSIA DITULIS MALAIKAT DILAUHIL MAHFUZH DENGAN MENGIKUTI HUKUM SUNATULLAH (SEBAB AKIBAT).QADHA MANUSIA ,UMR,JODOH,REZKI,BAIK JAHAT DITULIS WAKTU DALAM KANDUNGAN IBU,QADHA TAHUNAN,DITULIS MULAI MALAM NISFU SA’BAN SAMPAI MALAM LAILATUL QADAR.QADHA BULANAN SETIAP AWAL BULAN,MINGGUAN HARI JUMAT,HARIAN SETIAP PAGI DAN SORE.BANYAK BANYAK LAH BERDO’A,BERSEDEKAH DAN BERBUAT BAIK KARENA ITU MENENTUKAN PENULISAN MALAIKAT TERHADAP QADHA ANDA,WASSALAM

  7. perlu dijelaskan dulu disini :

    Lauh Mahfudz : Ketetapan Allah
    Takdir : Ketetapan Allah yang sudah terjadi.
    Sunatullah : Hukum-hukum Allah. (Normal)
    Mukjizat : Kehendak Allah yang Gaib (diluar Sunatullah)

    Contoh :

    Anda akan berangkat ke Jakarta.
    Pertanyaannya :

    1. Sampai atau tidak ?
    2. Dengan menggunakan apa ?
    3. Waktu berangkat Kapan ? dan lain sebagainya.

    Menurut saya :
    Setiap manusia dalam 1 detiknya terdapat tak terhingga ketetapan, untuk takdirnya tergantung kita memilih…

    contoh 1 :
    pandanglah lurus kedepan, apa yang kau lihat … itulah takdirmu, namun tengoklah kebelakang maka takdirmu akan berubah.

    Contoh 2 :
    Dosa dan amal,
    pertanyaannya jika dosa dan amal itu sudah ditakdirkan oleh Allah, maka tidak ada dosa dan amal bagimu…
    namun jika anda memnemukan dompet berisi uang dan KTP, ternyata KTP tersebut milik temanmu, kamu mempunyai tak terhingga pilihan, pilih 2 pilihan :
    dikembalikan kamu dapat amal
    kamu tilep uangnya kamu dapat dosa.

    Maaf jika salah kata………

  8. Maaf sebelumnya kalau ada salah kata,.. maklum saya masih bodoh dalam Ilmu agama Islam,.. tetapi,.. saya memiliki pemikiran tentang takdir :
    Seperti kita melakukan usaha gerak kepada benda lain,.. contoh misal :
    (1.) Seseorang yang menyodokan bola bilyard dengan tongkat nya,.. itu adalah takdir(ukuran) manusia yang bisa diubah oleh seseorang ===> terserah dia mau bersungguh2 dalam usahanya memasukan bola ke lubang atau tidak ,..dan berdasarkan kemapuan, akal, keterampilan dan bakat yang dimiliki yang telah diberikan Tuhan (takdir yang masih bisa diubah tergantung ukuran usaha yang kita miliki)

    (2.) Saat seseoarang 1 menyodokan bolanya ke lubang iya bisa saja gagal karena orang lain ,. karena ia diganggu oleh ornga lain yang juga memiliki usaha untuk menggangunya sehingga gagal,.. (hasil takdir karena pihak manusia lain = hasilnya berubah)

    (3.) Saat seseorang hendak menyodokan untuk melakuan usahanya memasukan bola digagalkan oleh Tuhan secara langsung ,. dengan Tuhan memerintah hal ghaib apapun ,. seperti halnya malaikat atau lainnya untuk membuat bola itu tidak masuk,.. (Tkadir yang dirubah oleh Tuhan langsung / ketentuan Allah atas kemauannya)

    Jadi semua berkaitan denga Ilmu Usaha ,.. Usaha = Gaya x Jarak ,..

    Nominal Usaha bisa dirubah apabila di rubah oleh usaha lain pula ,.. Jadi,.. Kita Sudah berusaha ,.. orang lain juga berusaha ,.. dan Allah SWT yang menentukan dengan segala Maha Usaha yang dimiliki – Nya atas kemauan diri – Nya pula,…. Oleh karena itu suatu kasus seseorang yang sering berdoa beramal sholeh ketika ia keluar masjid tiba2 ia hendak di bunuh seseorang ,.. Orang sholeh tersebut telah bertaqwa dan sering berdoa agar dia diberi keselamatan,. dan ia berusaha untuk melawan dengan kemampuan yang dimilikinya yang telah dimilikinya mulai dari bayi hingga ia berusaha untuk belajar dapat membela diri yang mulai kecil hingga ia dewasa ia telah berusaha memiliki kemampuan membela diri,.. tetapi orang lain juga beusaha untuk membunuhnya,. tinggal Tuhan yang menjatuhkan Usaha yang dimiliki – Nya,. apakah ia di takdirkan untuk Mati atau Tidak ,. Semua sebenarnya tidak jauh2 dari konsep ilmu usaha = gaya x jarak tetapi serba multi == > (gaya x jarak = usaha) yang ada di muka bumi ini ,.. dengan segala ukuran dan batasannya,.. Hanya Allah SWT Yang Maha Batas ,.. Maha Besar dan Maha Segalanya ,.

    Maaf Jika bahasa saya masih awam maklum mahasiswa,. masih cupu ,. he^^

  9. Tambahan sedikit ,.. semua adalah tetap Berkaitan Hukum Alam ,… yang telah ada di muka bumi jadi berpikirlah lebih logika,.. untuk menjawab,. semua telah ada jawaban – Nya ,.. Semua penuh rumus-rumus yang pasti Ada Sebab ada Akibat ,.. Karena Akibat terjadi karena adanya Sebab,… dan Akibat tidak dapat terjadi apabila tidak adanya Sebab ,..
    Aksi = – Reaksi

  10. untuk perbedaaannya gampang misal nya tubuh kita bergetar (tidak di inginkan) dikala kedinginan itu sudah di tetapkan Allah untuk bergetar, dan bunuh diri(dinginkan/dilakukan oleh kita) itu juga ditetapkan Allah. dan yang di menjadi masalah adalah yang kedua yaitu kita secara sadar melakukan sesuatu yang bisa kita hindari(bebas memilih) tetapi secara hukum itu dilarang (walaupun perbuatan kita tersebut juga ditetapkan Allah). nah yang di pertanggung jawabkan oleh kita adalah yang kedua ketika kita bisa memilih. Tuhan itu tidak kejam toh semua mahluk itu kepunyaan Dia contoh dimahluk sutradara juga tidak dikatakan kejam ketika menjadi kan peran pratagonis dan antagonis. yang jelas takdir Allah itu tersimpan banyak Hikmah didalam nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.