Bangga Dengan Kebodohan

bangga-dengan-kebodohan
Bangga Dengan Kebodohan

Bangga Dengan Kebodohan – Negeri ini sudah lama lemah dan lemas akibat jauh dari ilmu pengetahuan, yang konon katanya ilmu pengetahuanlah yang sudah berhasil membangun negara makmur dan super power dibelahan bumi eropa dan amerika sana.

Bangsa kita ini sudah lama pegel linu akibat kebanyakan dari kita disuguhi dengan atraksi-atraksi yang menjemukan dari tingkah polah para seleberiti politik yang mengganggap uang dan kekuasaan adalah tuhan…

Negeri ini semakin hancur kini akibat pembodohan yang tiada henti-hentinya disiarkan di tv…rakyat negeri ini banyak yang menjadi bodoh karena sinetron picisan yang ditayangkan setiap hari di tivi, mak maki bapak, bapak maki anak, anak maki mak, pembantu maki tukang kebon….hantu yang diburu-buru, jin yang bisa ditenteng-tenteng dalam botol aqua dan seterusnya…

Rakyat negeri ini semakin hari semakin menjadi bodoh karena tivi-tivi kita sibuk menyogohkan tontonan gosip murahan para selebriti, ya…yang buntinglah, ya yang kawin cerailah, ya yang kepergok lagi kelonan sama bini orang lah, yang ingin kawin sesama jenislah, lesbilah, homolah, rebut pacar oranglah, gonta-ganti pasanganlah, free sexlah, narkobalah ….ahh macam-macam lengkap sudah!

Negeri ini kini, ibarat pintu rumah tua, engsel-engselnya sudah hampir copot, sehingga kalau di tiup angin sedikit saja langsung berisik dan heboh tak mampu menahan diri dari kehancuran.

Lihatlah tingkah polah masyarakat dinegeri ini, mereka bangga dengan kebodohannya!
Mereka bangga kalau bisa masuk jalur busway dengan motor dan mobil pribadinya,

Baca juga :   Ilmu adalah Cahaya - Yang Seharusnya!

“Lihat…tidak ada polisi yang berani melarangku”, demikian ucap mereka bangga!

Mereka bangga parkir ditempat yang sudah jelas bertuliskan dilarang parkir, ‘Emang kenapa?’ demikian jawab mereka dengan bangga kalau ada yang memberitahu.

Mereka bahkan bangga sehabis membakar warung makan, rumah warga dan café “Mereka itu tidak menghormati syariat islam“ begitu kata mereka enteng memberikan penjelasan atas ulah bodoh mereka…

Dibulan suci, mereka merazia warung nasi pedagang kecil, warung mpok-mpok tua, merampas dagangan orang kecil dengan alasan yang sama, “mereka itu tidak menghargai bulan suci” jawab mereka sekenanya ketika ada yang geleng-geleng kepala mempertanyakan kezhaliman mereka.

Hari ini, dipagi hari yang cerah ini saya ingin ketemu teman lama saya di Jl. Sudirman Jakarta, karena saya nyetir mobil cuma sendirian, maka tentu saja saya tidak bisa melalui jalan tersebut karena ada aturan plat nomor ganjil dan genap, saya putuskan naik taksi saja…

Baru saja saya duduk ditaksi ini, huss… jantung saya sudah hampir mau copot saja rasanya karena taksi itu langsung ngebut tancap gas masuk tol. “tolong pelan-pelan pak sopir” teriak saya spontan karena kaget..

“Oh baik pak, baik pak” demikian jawab sisupir…dan kemudian supirnya balik tanya kearah saya, “Bapak takut ya? Itu tadi belum seberapa pak, itu Cuma 120KM/jam biasanya kalau di tol saya bawa taksi bisa sampai 180/km jam” katanya dengan bangga…

Baca juga :   Dimanakah Kebahagiaan Sejati itu Berada?

“kalau saya sih sudah biasa ngebut pak, biasanya semua mobil jadi minggir…, karena mereka yakin tidak akan mampu mengimbangi kecepatan taksi saya ini” demikian lanjut sisopir ini, sopir ini betul-betul bangga dengan caranya yang membahayakan keselamatan orang lain…

Lemas saya….

Sampai didekat tujuan, terlihat ada pejabat mau lewat. Kami disuruh berhenti, saya lihat tulisan besar-besar dimarka jalan ‘ Dilarang PARKIR ‘ dan duhh…, sama saja! Persis dibawah tulisan itu saya lihat sederetan mobil-mobil pengawal pejabat tadi parkir dengan nyamannya. Mereka merasa tidak merugikan dan melanggar peraturan apapun.

Sekarang saya nunggu teman saya diwarung kopi, untuk mengisi waktu sambil menghirup kopi hangat, saya lihat perdebatan ga berujung pangkal dalam diskusi WAG (whatsapp group), ada seorang peserta diskusi yang sangat bangga dengan kebodohan di dunia maya. Orang ini tertawa terpingkal-pingkal mengejek orang yang menulis sesuatu yang sangat bermanfaat terhadap orang lain dengan mengatakan “ahh…ini penulis bisanya cuma bilang bismillahirahmanirrahim, kok ndak terbukti berani bikin bom dan ngebom orang?’

Satu kebodohan yang luar biasa, orang yang melek teknologi internet sekalipun masih salah kaprah dengan kosa kata tertentu. Apa hubungannya kata-kata semacam “Bismillahirahmanirrahim” dengan Bom dan ngebom orang lain?

Orang ini merasa bangga bisa memaki dan menghina orang yang sudah berbuat untuk orang lain. Ternyata sama saja…didunia nyata dan didunia maya di negeriku kini, banyak sekali orang-orang yang merasa bangga dengan kebodohannya.

Baca juga :   Diantara Kehendak Bebas dan Kebebasan

Iya, pelanggar hukum, iya pengebut liar , ya petugas yg ndak ngerti hukum, iya orang-orang didunia maya….

Duhh…negeriku…

# Bangga Dengan Kebodohan Posted on www.imankha.com

6 komentar untuk “Bangga Dengan Kebodohan

  1. Setiap orang sering tidak menyadari kalau kesombongan itu adalah tindakan bodoh yang nyata, semoga kita terjauh dari sikap gegabah karena hanya ingin di bilang jago(an).

    Thanks for sharing, nice infoh 🙂

  2. thanx for your sharing..

    Menurut saya, itu terjadi pada konteks individu nya sendiri.
    Setiap individu di negara kita tdk seperti yang kmu katakan.

    Dan, menurut saya negara kita terlalu banyak hukum UU yg di berlakukan, tetapi pembuat hukum tsb tidak TEGAS dalam pengawasan nya sehingga tiap individu bisa bebas sesuka hati nya melanggar aturan UU tsb.

    Dan ciri khas dari individu negara kita adalah:
    1. Tidak pernah berpikir, mereka bisa maju, kenapa saya tidak??
    2. Kita kaya alam, tp kita tidak pernah tau bagaimana mengolah alam tersebut.
    3. Kita bangga kalo hasil alam kita, kita beli dengan Negara Lain.

    Untuk selebihnya masalah agama, sya tidak beri comment, krn sya non muslim.

    Thanx.

  3. Bukankah Sang Pencipta telah mengatakan dalam AlQuran, bahwa sesungguhnya manusia itu adalah “dzolim” dan “bodoh” karena telah mau dan berani mengemban amanah yang sangat “berat”. Padahal gunung saja takut karena niscaya akan hancur karena tak kuat mengemban amanah yang diberikan oleh Sang Kholik.Amanah itu adalah sebagai kholifah di muka bumi ini.
    Bukankah amanah kholifah itu adalah bertugas untuk membuat bumi ini aman, tentram dan damai serta selalu menjaga alam sekitarnya dari kerusakan. Maka dari itulah kenapa manusia itu “dzolim” dan “bodoh”.
    Dzolim karena suka merusak, dan bodoh karena berani menerima “tantangan” untuk memegang amanah yang selalu diingkarinya sendiri.

  4. bangga dengan kebodohan tak ubahnya dengan bangga dengan kepintaran…
    ironisnya, orang-orang ini adalah mayoritas di negriku Indonesia, tapi al-hamdulillah.. mereka yang tidak menjadi salah satunya masih mau bersuara dan mengingatkan perilaku salah kaprah yang telah dibenarkan oleh mayoritas

  5. I have noticed you don’t monetize imankha.com, don’t waste your traffic, you can earn additional cash every month
    with new monetization method. This is the best adsense alternative for any type of
    website (they approve all websites), for more details simply search in gooogle: murgrabia’s tools

Leave a Reply

Your email address will not be published.