Filsafat Ilmu Pengetahuan

Filsafat Science
Filsafat Ilmu Pengetahuan

Filsafat Ilmu Pengetahuan diambil dari dua istilah yang berbeda, yaitu filsafat dan ilmu pengetahuan (science). Dari kedua istilah yang berbeda itu kemudian digabungkan menjadi satu istilah yang baru yaitu filsafat + ilmu Pengetahuan sehingga disebut sebagai Filsafat Ilmu Pengetahuan atau Filsafat Science.

Filsafat titik tekan kajiannya adalah ontologi sementara Ilmu Pengetahuan titik tekan adalah epistemologi sehingga kalau kita buat dalam sebuah bagan maka bentuknya akan menjadi seperti ini :

Filsafat Ilmu Pengetahuan
Filsafat Science

Ontologi berbicara tentang objek atau bendanya, atau “ada” nya.  Objek ontologis itu sendiri ada dua, yang pertama disebut sebagai objek materi phisik dan yang kedua disebut sebagai objek materi non phisik.

Epistemologi berbicara tentang subjeknya, yaitu berbicara tentang si orang yang menilai atau yang mempelajari atau yang mengamati si objek ontologi melalui indra, akal dan hati.

Jadi bisa dikatakan dengan ringkas bahwa pengetahuan itu melekat didiri sipengamat atau subjek sehingga jika si subjek berbeda tafsir terhadap objek yang sama maka yang perlu diperiksa adalah seberapa jauh pengetahuan si subjek terhadap objek tersebut.

Kenapa demikian? Karena pada hakekatnya yang mempunyai pengetahuan adalah si subjek sementara objek material yang diamati atau yang dijadikan penelitian itu sama sekali tidak memiliki pengetahuan dan keberadaannya juga tidak akan berubah hanya karena kesalahan tafsir dari subjek yang mengamatinya.

Baca juga :   Menjawab Mereka yang Skeptis

Pengetahuan

Pengetahuan itu sendiri pada garis besarnya dibagi menjadi dua, yang pertama disebut dengan pengetahuan hudury atau Knowledge by Present dan yang kedua adalah pengetahuan ushuly atau Knowledge by Correspondence.

Knolwedge by Present artinya adalah pengetahuan yang diperoleh secara langsung dan tidak memerlukan landasan teori apapun. Contohnya adalah pengetahuan tentang rasa lapar. Rasa lapar diketahui selalu bersamaan dengan rasa lapar itu sendiri, pengetahuan ini tidak membutuhkan pengetahuan luar. Untuk mengetahui rasa lapar kita tidak memerlukan penjelasan dan pengetahuan tentang rasa lapar dari orang lain dan ataupun dari buku-buku teori.

Sedangkan yang Knowledge by Correspondence adalah sebaliknya, pada knowledge by correspondence pengetahuan itu diperoleh harus melalui perantaran semisal melalui perantaran indra dan lain-lain. Tentang pengetahuan knowledge by correspondence ini sendiri sebenarnya masih bisa dibagi menjadi dua bagian lagi, yang pertama disebut dengan pengetahuan rasional dan yang kedua disebut dengan pengetahuan emphiris.

Yang disebut dengan pengetahuan rasional, contohnya adalah pengetahuan tentang matematika, politik, filsafat dan lain lain. Sedangkan yang disebut dengan pengetahuan emphiris contohnya adalah pengetahuan tentang biologi, kimia, fisika dan lain-lain.

Lebih jelasnya atau lebih mudahnya begini, untuk mengenali apakah ini  dan itu masuk kategori pengetahuan rasional atau emphiris maka yang perlu kita perhatikan adalah objek pembahasannya. Apakah objek yang dibahas itu adalah sesuatu yang bisa dilihat atau sesuatu yang tidak bisa terlihat?

Baca juga :   Mengetahui

Jika objek dari pokok bahasan itu bisa dilihat seperti objek biologi, kimia, fisika dan lain-lain maka kita menyebutnya dengan ilmu emphiris. Sementara jika objeknya tidak bisa terlihat seperti filsafat, matematika, agama dan lain-lain maka kita menyebutnya dengan ilmu rasional.

Sekarang kalau kita sudah bisa mengenali mana persoalan ilmu yang disebut dengan emphiris dan mana yang disebut dengan rasional maka apakah yang menjadi pembeda diantara keduanya?

Bagaimana persoalan pengetahuan dari sudut pandang orang-orang emphiris dan bagaimana pula dari sudut pandang orang-orang rasional?

Jawaban sederhananya adalah terletak pada penekanan fungsi akal. Menurut orang-orang emphiris tidak ada satupun dialam semesta ini yang masuk akal jika sesuatu itu tidak bisa dilihat dan dialami. Fungsi akal pada persoalan ini persis seperti fungsi cermin, yaitu hanya menerima bayangan yang masuk lalu kemudian memantulkannya lagi.

Dengan memahami persoalan fungsi akal ini maka menurut kaum emphiris manusia itu hanya akan mendapatkan sesuai dengan apa yang mereka usahakan dan karena itulah maka semua orang akhirnya memilik takaran pengetahuan yang berbeda-beda karena berangkat dari pengalaman olah akal yang berbeda-beda pula.

Sedangkan menurut kaum rasional justru sebaliknya. Menurut pendapat mereka fungsi akal justru untuk mengingat-ingat kembali (recalling) apa-apa yang sudah ada didalam akal itu sendiri. Jadi tidak benar kalau akal mendapatkan pengetahuan dari indra dan pengalaman karena sesungguhnya pengetahuan manusia itu sudah melekat pada dirinya sendiri jauh-jauh hari sebelum mereka terlahir kebumi ini. Karena fungsi akal adalah untuk recalling atau mengingat-ingat kembali, maka dengan sendirinya semua orang sesungguhnya mempunyai potensi pengetahuan yang sama.

Baca juga :   Kemungkinan Epistemologi

Perlu untuk dicatat bahwa, pada tahapan tertentu bisa saja sebuah pengtahuan yang tadinya rasional berubah menjadi emphiris dan sebaliknya yang emphiris bisa dilihat dengan pendekatan rasional.

tags:

Filsafat Ilmu Pengetahuan

4 komentar untuk “Filsafat Ilmu Pengetahuan

  1. Salam untuk smua pembaca. Jika “ilmu pengetahuan” diasingkan dari ” ilmu agama” maka jelas keduanya tak akan bertemu kecuali masing-masing akan mengklaim bahwa difihaknyalah yang BENAR. Baik Islam maupun Kristiani keduanya YAKIN bahwa Firman Allah saja yang BENAR, gagasan manusia pasti SALAH. AGAMA diminati oleh penguasa model apa saja kecuali Penguasa Komunis yang berfilsafat ” Dialektika Sejarah Kebendaan.” The Dialectical History Materialisme.” gagasan Karel Marx c.s. yang oleh golongan orang beragama diCAP sebagai golongan ATHEIS. Para penguasa negeri apa saja selalu SUKA pada AQIDAH agama apa saja, karena AQIDAH agama sudah merupakan “perngkat siap pakai” untuk mengayur masyarakat. Umpamanya pernyataan dikitab suci Kristiani jaman dulu yang menyatakan bahwa :” Raja atau Ratu itu WAKIL Tuhan dibumi.” Sewaktuy masih ada : Monarki Absulute” bahkan . The King can do no wrong.” Hanya setelah umat manusiasi lebih MAHU akal-budi-nuraninya, baru didakan KONSTITUSI buat suatu Negeri. Sampai jaman ini, dimana-mana, AGAMA selalu ada dibelakang PENGUSA, mengiringi sebagai semacam ” sesepuh” yang dihormati dan WAJIB dihormati oleh warga negeri, walaupun pelaksanaa jalannya pemerintahan tetap ditangan Pemangku Kekuasaan apakah itu bentuk Republik, Demokratik, Kapitasiltik, Kolonialistk, Imperialistik, Sosialistik , Fasistis hanya ‘kaum komunis ( MARKSIS.) saja menolak ikut campur golongan agama. Padeahal di al Quran terang-terang Allah menmpatkan AKAK-BUDI-NURANI manusia sebagai BEKAL-UTAMA untuk manusia yang mau memahami HIKMAH dari Allah s.w.t. al Baqarah Q.S 2: 269. Ya rasanya hanay agama islam lah yang dikitab sucinya ada pernyataan seperti itu. Jadi mustinya agama kitaISLAM adalah agama manusia yang benar-benar rasional, bukan agamanya kaum yang mempopulerkan segala TAKHAYUL yang susah dicerna oleh akal-budi manusia. Tetapi nyatanya, karena Allah sendiri menyatakan di s. atTaubah Q.S. 9: 32.. yaitu adanya orang yang memutar-mutar lidahnya hendak MEMADAMkan CAHAYA Allah, maka nyatanya sampai saat ini terlalu banyak umat muslim yang jauh dari bisa disebut ULUL ALBAB. Nama Allah dijadikan JIMAT penolak ajaran apa saja yang HANYA berdasat akal-budi. Semua dikembalikan ke WAHYU. Padahal Allah sendiri menyatakan agar orang mendalami al Quran sehingga sadar akan hala-hal yang sebnarnya bukan dari Allah melainkan HANYA ” akal-akaln” manusi yang licik dan BOHONG. s an Niisa Q.S. 4:82.
    Allah memperingatkan umat muslim yang mengkaji al Quran agar mewaspadai OMONGN yang muluk-muluk dan tinggi, padahal apa yang dipropagandakan hanya semacam HOAX, s. al Baqarah Q.S. 2: 204. Maka tidaklah mengherankan kalau diIndonesia ada beberapa muslim yang kemudian menjadi pengikut MARKSISME. Banyak contohnya, tidak usah disebut kiranya orang tahu. Jadi sesungguhnya agama yang bisa RUJUK dengan akal-budi manusia ( ULUL ALBAB.) ialah hanya adama ISLAM. Dan al Quran jika diproliverasi dan diprolifikasikan akan lebih ampuh dari bom nuklir, sanggup menghancur-leburkan kedegilan dan segala ajaran iseologi sepeti kapitalisme, Sosialisme, fascisme dan komunisme sekalian. s al Hasyr Q.S. 58: 21 menyatakan hal itu. Hany karena juru tafsir yang pandai bersilat-lidah saja maka agama Islam tetap menampakkan diri sebagai ketinggalan jaman bahkan memunculkan terroris-teroris yang sama sekali tak berperi kemanusiaa dan jelas melanggar FirmanNya di s. an Nhl Q.S. 16: 90 yang terang sekali adalah INTI dari deklarasi HAM yang baru muncul 14 ( empoat belas) abad kemudian setelah kitab al Quan beredar dimuka bumi.
    Tentang ini SALAH ini BENAR tetap saja terjadi, yaitu setiap muncul sintesa maka segera akan menjadi TESISbaru lalu dilawan dengan teseis lain kemudian menjadi SINTESA lagi dan seterusnya tak ada berhentinya. Inilah bentuk PEPERANGAN batin, dan jika peperangan batin mengalami jalanBUNTU * dead lock). kemudian teruskan dengan main pedang, bedil, meriam dan bom. itu saja kenyataannya. Sampai kapan lelakon sepeti ini akan terus berlangsung hanya Allah sendiri yang tahu. Sehingga tidak salah juga jika ada theolog , thosofi yang yang menyatakan bahwa PLANET BUMI ini memang neraka ( terburuk.)disntara neraka-neraka yang ada. Dan bukankah al Quran berkali-kali menyatakan bahwa NERAKA atau SURGA itu ialah TEMPAT. Tempat hunian seperti olanet bumi ini juga tempat makhluk manusia tinggal. ( Penghuni Plaanet Bumi.) Lalu bagai mana sebaiknya menurut manusia PEMIKIR ? Dengan setengah putus-asa ada yang mengatakan : ” Sudahlah BIAR saja umat manusia berkembang JIWAnya sampai menjadi manusia-manusia DEWASA, dan bumi bisa menjadi seperti di SURGA Dan konon PERALIHAN dari dunia BIADAB menjadi BERADAB … harus melalui kekacauan, perang, huru-hara dan penderitaan yang WAJIB dialami dulu oleh penduduk planet bumi ini. Bahkan kabar angis mengatakan waktu peralihan drastis itu akan terjadi di tahun 2010. Walahua’lam bishowaab. MERDEKAAAAA..

Leave a Reply

Your email address will not be published.