Arti Kata Positif- Negatif dan Privatif

Arti Kata Positif- Negatif dan Privatif
Arti Kata Positif- Negatif dan Privatif

Arti Kata Positif- Negatif dan Privatif – Sering dalam berdiskusi, terutama dalam diskusi-diskusi di media sosial kita kesulitan untuk bersepakat tentang suatu persoalan yang sesungguhnya mudah. Persoalan-persoalan mudah tersebut sering menjadi persoalan berlarut-larut karena dua hal; pertama persoalan teknis, yaitu ketidak mampuan untuk membedakan satu kata dengan kata yang lainnya dan satu pernyataan dengan pernyataan lainnya. Kedua karena persoalan non teknis, yaitu keinginan untuk merpertahankan kecenderungan pribadi, kepentingan kelompok, dan aneka egoisme yang lainnya 🙂

Sekarang kita lihat hal yang pertama dulu, yaitu persoalan teknis tentang pengetahuan kita terhadap kata-kata. Didalam berlogika kemampuan yang paling rendah yang harus dimiliki untuk meneliti kekeliruan berpikir, silogisme, analogi, generalisasi dan dilema adalah kemampuan untuk membedakan kata perkata.  Permasalahan seperti ini sekilas kelihatannya sepele, tapi apakah betul permasalahan seperti ini adalah persoalan yang mudah dan  sepele?

Mari kita lihat…

Kita sering ngeyel bersikeras mempersamakan kata tidak gemuk dengan kurus, tidak kaya dengan miskin, tidak terang dengan gelap, tidak pandai dengan bodoh dan sebagainya. Penggunaan kata-kata seperti itu tidaklah benar dan logis, karena kata tidak gemuk bukanlah berarti kurus, kata tidak gemuk untuk seseorang bisa saja berarti orang tersebut adalah orang yang berbadan atletis dan ideal.

Kata ‘tidak kaya’ tidak berarti seseorang itu miskin, tidak kaya bisa juga berarti orang yang mempunyai uang yang cukup, namun tidak sampai berlebihan sehingga dia belum layak disebut sebagai orang yang kaya.

Baca juga :   Pengertian Konotasi dan Denotasi - Penting untuk Memahami Makna Nyata

Tidak pandai juga tidak bisa disamakan dengan bodoh, karena orang-orang yang sekolah dan kuliah sampai sarjana sekalipun banyak juga yang disebut sebagai orang yang tidak pandai, tapi juga tidak bisa dikatagorikan sebagai orang yang bodoh.

Dalam ilmu logika, persoalan seperti ini diatur khusus dalam sebuah bahasan, yakni tentang pengetahuan terhadap  kata. Dalam masalah ini dikenal tiga istilah teknis, yaitu kata positif, negatif dan privatif.

Kata positif adalah suatu kata yang mempunyai pengertian tentang penegasan ‘adanya’ sesuatu terhadap dirinya sendiri, seperti :

  • Gemuk –> menunjukkan  ‘adanya’ daging.
  • Kaya    –> menunjukkan  ‘adanya’ harta.
  • Terang –> menunjukkan  ‘adanya’ cahaya.
  • Pandai  –> menunjukkan  ‘adanya’ ilmu.
  • Dan lain-lain

Kata Negatif adalah suatu kata yang yang diawali oleh kata-kata negasi seperti, tidak, non, tak, dan bukan, contohnya seperti :

  • Non   Gemuk –> diawali kata  ‘Non’
  • Tidak Kaya    –> diawali kata ‘ tidak’
  • Tak   Terang –>  diawali kata ‘tak’
  • Tak   Pandai  –> diawali kata ‘tak’.
  • Dan lain-lain

Kata Privatif adalah suatu kata yang mempunyai pengertian tentang penegasan ‘tidak adanya’ sesuatu terhadap dirinya sendiri, seperti :

  • Kurus    –> menunjukkan  ‘ tidak adanya’ daging.
  • Miskin   –> menunjukkan   ‘ tidak adanya’ harta.
  • Gelap   –> menunjukkan  ‘ tidak adanya’ cahaya.
  • Bodoh  –>  menunjukkan   ‘ tidak adanya’ ilmu.
  • Dan lain-lain

Dengan memperhatikan pengertian kata tersebut, maka sekarang makin jelaslah bagi kita bahwa tidak gemuk tidak semakna dengan kurus, tidak kaya tidak semakna dengan miskin, tidak pandai tidak semakna dengan bodoh dan tidak terang tidak sama dengan gelap.

Baca juga :   Pengertian Kata Abstrak dan Konkrit dalam Praktek Sehari hari

Pertanyaannya, apakah semua kata negatif tidak sama dengan kata privatif?

Tentu saja tidak semua, ada juga beberapa kata negatif yang semakna dengan kata privatif, misalnya tidak lulus yang semakna dengan gagal, tidak hidup semakna dengan mati, tidak pergi semakna dengan ditempat dan lain sebagainya. Sampai disini kita sudah tahu sedikit tentang kemampuan teknis dalam berdiskusi dari sisi logika, berikutnya akan kita bahas kemampuan teknis yang lain, yaitu tentang penggunaan kata universal dan partial.

Bagaimana pendapat anda, apakah perbincangan mengenai penggunaan kata ini ada manfaatnya untuk kita ketahui?  Silakan sampaikan pendapat anda dibawah ini 🙂

# Arti Kata Positif- Negatif dan Privatif  by Mat Peci  |    Arti Kata Positif- Negatif dan Privatif Posted at www.imankha.com

 ^~^

5 komentar untuk “Arti Kata Positif- Negatif dan Privatif

  1. Mau tanya mas, apakah bedanya pengertian kata yang didalam logika dengan yang dibahasa indonesia?

    Makasih, maaf ngerepotin 🙂

  2. anda hanya melihat kesalahan logika kata secara operasional sehari-hari.
    dari percobaan anda melakukan analisi kesalahan logika dalam operasionalisasi kata sehari-hari. saya menangkap nuansa optimisme anda tentang kata.
    Mencoba keluar dari perdebatan kesalahan logika kata yang anda tulis diatas. Apakah ada kata-kata yang pasti dan logis? kalau ya, lantas bagaimana menghubungkannya dengan pandangan strukturalisme: penanda-petanda.

Leave a Reply

Your email address will not be published.