Menakar Risauwati-Galauwati-Resahwati dan Ajie Mumpung!

Menakar Risauwati Galauwati Resahwati dan Ajie Mumpung
Menakar Risauwati Galauwati Resahwati dan Ajie Mumpung

Menakar Risauwati-Galauwati-Resahwati dan Ajie Mumpung! Jika engkau ingin mengetahui watak seseorang, apakah ia tipikal Risauwati, Resahwati, Galauwati, Ajie Mumpung, Om Senang atau Tante Girang yang gak bisa melihat kesempatan langsung maen terkam aja, maka ajaklah dia bergaul dalam kehidupanmu – awas bergaulnya di tempat yang bersertifakat halal ya – supaya kamu bisa bertukar pikiran dengannya!

Ajaklah dia bekerja sama dalam urusan ini dan itu, gaullah dengan dia barang 3 – 5 hari,  sebaiknya bergaulnya berturut-turut harinya ya, supaya kamu betul-betul bisa melihat watak aslinya ketika dia sedang lelah, sedang tidak mood , sedang menghadapi masalah sepele , sedang happy, sedang kasmaran akut atau sedang puber lagi walaupun doi sudah aki-aki.

Dengan demikan kamu akan tahu apakah sejatinya dia adalah orang yang;  buruk, buaya darat, playboy cap dua cula, muka mesum, cewek alay, perempuan mata duitan, mata keranjang, tukang selingkuh atau sebaliknya, dia ternyata adalah; idola dan pujaan hati semua orang normal, cool, keren, pemberani, jujur, sholeh, rajin sholat, pandai mengaji, anti selingkuh, baik hati, tidak sombong, adil  plus bijaksana pula seperti dewi Athena.

“Jiaaahhhhh…Abang bisa aja, kok kayak curhat siy bang?” celetuk  Godawan senyam-senyum mendengar saya tadi  ngobrol di telpon dengan seseorang diseberang sana…

“Bukan begitu Godwan, saya kasihan aja sama orang itu, sering kali dia kena tipu,  macam tak tau aja kau dengan kawanmu ini, aku ini tetap senimanlah walaupun tak ngerti nada gitar sama sekali’ balasku dan kamipun ketawa ngakak hahaha hehehe di kantinnya Makcik Noerhalizah yang penuh nostalgia ini…

Baca juga :   Menghadirkan Tuhan Menghilangkan Aku

Tiba-tiba Godawan berhenti ketawa sambil menatapku serius, “tapi  apa betul macam itu Bang? Itu bukan bisa-bisanya Abang aja kan?” Tanya Godawan penasaran.

“Iya Betullah, terus mau macam mana lagi?  Atau menurut kau ada yang salah dengan obrolanku di telpon itu tadi?” balasku sekaligus bertanya balik ke Godawan yang kali ini terlihat serius. Tumben nih anak serius, biasanya kalau diajak ngobrol kelakuannya tidak jauh beda dengan Risauwati, main HP mulu!

“Taklah Bang, tak ada yang salah, cuma kupikir tadi Abang masih teringat sama kasus Abang tempo dulu sama Mba Risauwati itu, jadilah Abang sekarang numpahkah uneg-unegnya ke orang yang yang diseberang telpon tu tadi…,” canda Godawan  sembari cengengesan hehehehe nunjukin gigi depannya yang ditambal lapis emas itu, gigi emas? ihhhhh…, orang sekarang lagi musim pakai behel kok ini malah gigi emas, dasar anak zaman old! gak update bablas nih bocah tua.

“Godwan, gini, itu obrolan yang di telpon itu tadi sebenarnya aku sarikan secara umum aja dari nasehatnya Imam Ali, Khalifah ke 4, yang bllang begini niy;

‘Jika engkau ingin mengetahui watak seseorang, maka ajaklah dia bertukar pikiran denganmu. Sebab, dengan bertukar pikiran itu, engkau akan mengetahui kadar keadilan dan ketidakadilannya, kebaikan dan keburukannya’

Menurutku itu sebuah nasehat yang baik untuk kita perhatikan, sangat baik buat obor penerang dalam pergaulan dizaman now. Kalau kamu mau tau tentang seseorang, maka ajaklah dia ngobrol dan bertukar pikiran, dengannya kamu akan tahu, apakah karakter seseorang itu sejatinya baik atau buruk” Tambahku menjelaskan nasehat bijak dari Imam Ali tadi sambil menoleh kearah Godawan yang duduk disebelah saya.

Baca juga :   Ilmu adalah Cahaya - Yang Seharusnya!

Lho, kok malah main HP lagi nih orang, bener kan, kelakuannya mirip bablas dengan Risauwati kalau sedang diajak ngobrol, ga ada sopan2nya.

Asem dah ahhhh…!, lama-lama tak tun tuang juga niy orang baru tau….

Asem padeh dah!

Leave a Reply

Your email address will not be published.