Mereka yang Disebut Kaum Intelektual – Kajian Filsafat & Teologi

kaum intelektual
Kaum Intelektual – Bahasan kali ini adalah sambungan dari artikel sebelumnya yang kami beri judul ‘ada berapakah agama yang benar’. Kita telah sampai kepada pertanyaan ketiga yaitu apakah orang-orang yang tidak mengikuti agama yang benar TETAPI melakukan pekerjaan dan perbuatan sesuai dengan ajaran agama yang benar, apakah semua amalannya itu akan diterima oleh Tuhan?

Misalnya agama yang benar telah memerintahkan untuk berbuat baik kepada semua manusia, mendukung hak-hak orang yang tertindas, menengahi perselisihan, memerangi para pemeras dan penindas, menolong orang-orang yang bernasib malang, membantu orang-orang miskin, menegakkan keadilan dan memberikan pendidikan sebagaimana tugas kenabian pada setiap zamannya. Lalu kita bertanya apakah mereka yang melakukan tugas-tugas kenabian tersebut akan diberi pahala atau tidak?

Dengan kata lain apakah keimanan kepada satu agama yang benar adalah sebagai prasyarat untuk memperoleh pahala disisi Tuhan? Disini kita akan menemukan dua jalan pikiran yang paling berpengaruh. Pertama adalah logika perdamaian mutlak (Absolute Conciliation) yang dibawakan oleh kaum intelektual, dan yang kedua adalah logika manifestasi murka Tuhan yang melebihi kasih sayang-Nya yang dibawakan oleh orang-orang sholeh yang kaku.

Mereka yang disebut kaum intelektual ini mengajukan argumennya dengan berbagai macam bukti, baik bukti rasional maupun bukti yang ditemukan didalam kitab suci Al-quran

Mereka mengatakan bahwa semua perbuatan baik sebagaimana yang disebutkan diatas itu pastilah akan mendapat pahala dari Tuhan dengan alasan :

Baca juga :   Mutazilah-Keadilan Ilahi Versi Mutazilah

Pertama, Allah memiliki hubungan yang sama terhadap semua wujud yang ada, Allah tidak memiliki hubungan kekerabatan dengan siapapun. Allah tidak rasis, Dia ada dibarat dan juga ada ditimur, Ada diatas dan juga ada dibawah, Allah ada dimasa sekarang, masa lalu dan masa yang akan datang. Bagi Allah sama saja semuanya, Dia meliputi segala sesuatu, dia tidak beranak dan tidak diperanakkan.

Allah tidak memiliki ikatan keluarga dan hubungan khusus dengan siapapun dan dari bangsa manapun, tidak dengan orang barat, timur, utara, selatan atau yang lainnya. Oleh karena itu tidak masuk akal kalau Tuhan memilih-milih siapa yang akan dimurkainya dan siapa yang akan dikasihinya dengan mengabaikan amal perbuatan manusia dari golongan tertentu dan menerima amal perbuatan dari kelompok yang lain.

Karena hubunga Allah dengan semua manusia adalah sama saja, maka tidak mungkin dan tidak masuk akal kalau Allah menerima perbuatan baik dari satu orang dan tidak dari orang yang lain. Jika perbuatan baiknya sama maka seyogyanya diterima dengan cara yang sama pula berdasarkan perinsip keadilan Illahi.

Kedua, Kebaikan dan keburukan itu hakikatnya ada pada perbuatan tersebut. Misalnya kejujuran, berkata-kata sopan, menegakkan keadilan dan lain-lain disebut baik karena pada hakikatnya pekerjaan tersebut adalah baik. Demikian juga keburukan, seperti mencuri, berbohong, korupsi dan lain-lain disebut buruk karena hakikat perbuatan tersebut memang sudah buruk dari sononya (innate).

Baca juga :   Perbuatan Baik Non Muslim Semua Sia-sia Belaka?

Jujur, sopan, menegakkan keadilan disebut baik bukanlah karena Allah memerintahkan untuk mengerjakannya. Demikian juga mencuri, rampok, korupsi disebut buruk bukanlah karena Allah telah melarangnya.

Dengan memperhatikan alasan kedua ini maka tidak alasan bagi Tuhan untuk menolak amalan baik dari seseorang dan menolaknya dari orang yang lain.

Kedua, Tuhan sudah menyatakan didalam Al-quran pada surat 5 ayat 69 :

“Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (diantara mereka) yang benar-benar beriman kepada Allah dan hari akherat serta beramal saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”

Jelas isi al-quran itu tidak terbantahkan lagi bahwa siapa saja yang beramal baik akan diterima disisi Tuhan.

B e r s a m b u n g . . . : Orang Sholeh yang Kaku

12 komentar untuk “Mereka yang Disebut Kaum Intelektual – Kajian Filsafat & Teologi

  1. Perdebatan ini muncul karena ada satu hal yang dilupakan, yaitu unsur keserakahan manusia terhadap kebaikan yang mungkin bisa mereka peroleh dengan sarana yang mereka miliki. Jadi ketika manusia meyakini bahwa dia memiliki sebuah sarana yang paling sah untuk memperoleh kebaikan, dia merasa cukup yakin pula untuk memiliki kemampuan menyingkirkan orang lain dari kemungkinan memperoleh kebaikan yang sama.
    Karena surga adalah hal terbaik yang bisa mereka dambakan, jadi lumrah jika mereka ingin memonopolinya. Sayangnya mereka lupa bahwa surga itu — sebagaimana diri mereka sendiri pula — ada pemilik sahnya, yaitu Tuhan yang telah menciptakannya.
    Jadi sangat absurd sebetulnya jika kita berfikir bahwa hanya kitalah yang berhak masuk surga, sementara orang lain tidak. Itu sebetulnya sudah berada di luar batas urusan yang kita bisa ikut campur didalamnya.
    ‘Wa qaalu lay-yadhulal-jannata illa man kaana huudan aw nashara, tilka amaniyyuhum.’
    Ummat yang terdahulu sebelum kita (Yahudi dan Nashrani) pernah membuat klaim semacam itu dan malah diejek Al Quran dengan perkataan “Tilka amaniyyuhum”.
    Dan mereka pernah mangklaim sebagai satu-satunya kelompok yang memiliki petunjuk dan ajaran yang paling sah,dan dibantah Allah dalam Al Quran. Jadi sangat tidak pantas jika kita, sebagai ummat islam, bersikap dan berpendirian seperti mereka.
    Menurut saya yang tepat itu menjalankan apa yang diajarkan kepada kita oleh Nabi Muhammad sebagai satu-satunya sarana yang kita miliki dan yakini dan tetap mempunyai keyakinan dan harapan bahwa ummat yang mengikuti ajaran Nabi-Nabi yang lain pun akan diselamatkan jika mengamalkan semua ajaran itu seperti apa yang diajarkan pada mereka oleh Nabi-Nabinya.
    Sangat tidak pantas memonopoli kebenaran, sangat tidak sopan mengharapkan kebaikan hanya untuk kita sendiri, dan betul-betul sangat melanggar ajaran agama jika kita mengharapkan orang lain celaka, kecuali bagi mereka yang memang berbuat kezhaliman di muka bumi.

  2. “Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (diantara mereka) yang benar-benar beriman kepada Allah dan hari akherat serta beramal saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”
    Ayat di atas banyak digunakan golongan pluralisme sebagai argumen pendukung paham mereka bahwa semua agama adalah benar(walaupun dari pihak masing2 agama menolak bahwa agama mereka sama dengan agama lain),padahal bila kita lihat ayat di atas bahwa siapa saja (diantara mereka) yang benar-benar beriman kepada Allah dan hari akherat serta beramal saleh seketika itulah statusnya menjadi seorang muslim,jadi bukannya al quran menyatakan semua agama benar,tetapi sekali lagi bahwa al quran menyatakan siapa saja (diantara mereka) yang benar-benar beriman kepada Allah dan hari akherat serta beramal saleh statusnya menjadi seorang muslim
    Kemudian menaggapi pernyataan bahwa;
    Ummat yang terdahulu sebelum kita (Yahudi dan Nashrani) pernah membuat klaim bahwa satu-satunya kelompok yang memiliki petunjuk dan ajaran yang paling sah dan malah diejek Al Quran dengan perkataan “Tilka amaniyyuhum”.
    Dan mangklaim sebagai satu-satunya kelompok yang memiliki petunjuk dan ajaran yang paling sah,dan dibantah Allah dalam Al Quran. Jadi sangat tidak pantas jika ummat islam, bersikap dan berpendirian seperti mereka.
    Pernyataan di atas sangat tidak masuk akal karena yang digunakan sebagai pembanding yaitu umat nasrani dan yahudi di mana dari sisi kitab mereka yang sudah dicampuraduk oleh tangan2 manusia ,sehingga dari segi isi sudah tidak murni lagi ,mana yang dari Allah dan mana yang buatan manusia sudah tak dapat dipisahkan lagi.Jadi tak perlu heran jika Allah menyindir mereka .Tetapi masalahnya kenapa hal itu disamakan dengan Islam yang dari segi kitab sucinya yaitu al quran masih terjaga kemurniannya.???????!!!!!

  3. Salaaam. Perlu diperhatikan yahudi yang mana? nasrani yang mana? dan sebagainya

    Contoh macam Nasrani, umat Nasrani dipanggil Nasrani kerana berasal dari tempat bernama Nasoro / Nazareth. Maka orang Malaysia, Sabah, indon jangan bercita2 nak jadi orang Nasrani, tak mahu dia hehe

    Dan contoh firman Allah dengan tegas mengatakan di dalam AYAT MUHKAM

    “Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putera Maryam”, padahal Al-Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Rabbku dan Rabbmu”. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya syurga, dan tempatnya ialah neraka, tidak lah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun.” Surah Al Maa’idah : Ayat 72

    Maka orang Kristian yang mengatakan Yesus itu Tuhan, tetap dikira sebagai kafir walaupun mereka ada berbuat kebaikan di dunia ini. kebaikan yang mereka perbuat akan mendapat balasan baik di dunia ini.
    Tetapi soal kafir, Allah sahaja yang akan menghukuminya.

    melainkan mereka mendapat hidayah kemudiannya, dan menerima Islam sebagai cara hidup mereka

    Peace and justice for all 🙂

  4. Salaaam. Perlu diperhatikan yahudi yang mana? nasrani yang mana? dan sebagainya

    Contoh macam Nasrani, umat Nasrani dipanggil Nasrani kerana berasal dari tempat bernama Nasoro / Nazareth. Maka orang Malaysia, Sabah, indon jangan bercita2 nak jadi orang Nasrani, tak mahu dia hehe

    Dan contoh firman Allah dengan tegas mengatakan di dalam AYAT MUHKAM

    “Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putera Maryam”, padahal Al-Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Rabbku dan Rabbmu”. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya syurga, dan tempatnya ialah neraka, tidak lah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun.” Surah Al Maa’idah : Ayat 72

    Maka orang Kristian yang mengatakan Yesus itu Tuhan, tetap dikira sebagai kafir walaupun mereka ada berbuat kebaikan di dunia ini. kebaikan yang mereka perbuat akan mendapat balasan baik di dunia ini.
    Tetapi soal kafir, Allah sahaja yang akan menghukuminya.

    melainkan mereka mendapat hidayah kemudiannya, dan menerima Islam sebagai cara hidup mereka

    Peace and justice for all 🙂

  5. tapi jgn lupa, intelektual itu bis abeasal dari mereka yang berlatarbelakang pendidikan umum/Barat dan juga pendidikan tradisonal/pesantren/hauzah. jika memabca buku KEADILAN ILAHI” yang ditulis seorang ulama (Murtadha Muthahari),ia sangat jelas menerangkan bahwa non muslim pun berhak atas surga, dgn syarat; beriman kpd Allah, kpd hari akhirat, dan beramal saleh. bagaimana para penemu listrik, pesawat, dll yang sangat amat berjasa terhadap umat manusia bisa begitu saja disiksa? apa gara2 ngaku sbg muslim, si Udin yg tidka pernah shalat, puasa, mabok terus, merampok, memperkosa, dan sangat amat merepotkan orang lain bisa masuk surga, sementara sang penemu listrik -dgn segala kebaiaknnya begitu saja dimasukkan ke neraka? aziiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiib, g` mungkiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin la yaaaaaau.
    jadi, ada intelektual yang ulama dan ada ulama yang intelektual.

  6. kl bicara agama yg benar,.hrs pnya standart!!!!bkn standar logika!!!tiap agama punya standart untuk mengatur hdp nya!!yaitu kitab suci!!!qta jgn memvonis suatu agama!!!jln i agama masing2 dgn benar!!!Krn qta hdp d negara yg menghargai agama!!!!

  7. ULUL ALBAB sejati tidak mau terikatkepada makna harafiah suatu AYAT atau Firman yang danggap sebagi “kebenaran mutlak” Sebab Allah sendiri dial Qran menyatakan di s. an Niisa Q.S. 4 : 82 :” Apakah mereka tidak MENDALAMI al Quran, kalau itu sekiranya bukan dari sisi Allah ( hanyangagasan manusia biasa.) tentulah mereka ( pengkaji al Quran) mendapati banyak pertentangan didalamnya. Misalnya s. al Maidah Q.S. 5: 72. yang sering ditonjol-tonjolkan oleh “dai agama Islam”, terrasa sekali mengandung POLITIK perluasan agama Islam , supaya orang menjauhkan diri dari aqidah kristiani, Pdahal tentang MEMPERSEKTUKAN ALLAH itu saja sudah suatu “kebodohan”. Orang , bagaimanapun juga tidak mungkin bisa mempersekutukan atau mentauhidkan ( menyendirikan.) Allah Yang Maha Besar. Sebab Allah bukan sebuah, sebatang, sesosok atau individu, seperti “gundu”, “lidi”, ” ayam jago” yang bisa dikurungi sendiri atau dicampur dengan apa-apa yang lain” Hanya benda atau bilangan saja yang bisa disekutukan. Jadi dijaman ini masalah MUSYRIK atau TAUHID sudah ANAKRONIS. Kalau masih ditonjol-tonjolkan maka jelas itu hanya akal-akalan, muslihat politik persaingan eksistensi “agama” yang menginginkan lebih banyak pengikutnya. Orang awam sampai saat ini belum SADAR, kalai issue tauhid adan MUSYRIK itu sudah ANAKRONIS.
    Allah Yang Maha Besar bahkan tetap bersekutu dengan segala hal, alam semesta, waktu dan segala isinya. Kemaha besaranNya meliputi segala-galanya. Bahkan masalah TAUHID disebut sebagai FITNAH. s. al An’am Q.S. 6:23. ( menamakan diri orang TAUHID.) maslah MUSYRIQ disebut
    di s. ar Ruum Q.S. 30:30, 31. …orang yang memecah belah agama itulah orang MUSYRIQ. dan Fitnah itu WAJIB diperngi sampai tuntas.
    Artinya issue tentang tauhid atau mempersekutukan Allah suaya dibuang sekaligus untuk selama-lamanya. TIDAK ADA DAN TAKMUNGKIN orang mentauhidkan atau mempersekurukan Allah Yang Maha Besar. kalu tokh masih ada yang menonjol-nonjolkan jelas mereka masih ” kekanak-kanakan” Nama Allah justru mau dimain-mainkan, didustakan. Allah Maha besar jadi segala galanya ada dan tetap didlam Allah tanpa kecuali. Allah bertakghta dilangit ketujuh-pun hanya fantasi “kekanak-kankan.” Sebab kalai YA demikian maka yang Mah Besar bukan Allah melainlan “ruang semesta” dimana ada ” alah-alahan imajenier” yang “nongkrong” didlamnya. Lhoo, kalau orang mau berkembang akal-budinya segera mengerti maksud penulis. Mengaku bahwa Allah ada, cukup memperhatikan perintahnya di s, an Nahl Q.S. 16: 90 yang adalah inti “Deklarasi HAM yang terlambat 14 ( empat belas) abad dari turunnya Firman Q.S. 16: 90 itu. Dan asas EKONOMI DUNIA ada di s. az Zukhruf Q.S. 43: 32. asas KEMITERAAN ( homo homini sosius.)
    Aturan mencari rejeki dengan halal ada di s. an Niisa Q.S. 4: 29. ” Tidak main kotor ( korupsi.) Dan sekali lagi tentng KAFIR ialah mengikuti langkah Iblis ( hawanafsu.) s. al Baqarah Q.S. 2: 34. bukan alasan begini-begitu seperti yang umumnya ditonjol-tonjolkan oleh para pakar agama samawi apa saja. Kiranya begitulah pengertian INTELEKTUAL beragama. Takh hidup ini hanya sangat sebentar dibanding dengan usia alam semesta. Apalah artinya berumur 100 tahun misalnya dibanding milliaran tahun? Lha gitu aja kok pada “nakal” dan mau benar dan menang sendiri saja. Inilah ayatnya bagi orang yang menonjol-nonjolkan dirinya sebagai yang PALING benar dan paling MENANG. s. Ibrahim Q.S. 14: 15, 16, 17. dan sekarang orang-orang seperti itu BETUL-BETUL sudah dikepung MAUT dari segala penjuru. Kok tidak sadar, bahwa FirmanNya itu memang BENAR?
    Kewajiban HIDUP bagi para intelek agama hanyalah “mensyukuri kesempatan merasakan keagungan ciptaan Allah Yang Rakhman dan Rakhim, denga pahit-getis dan manisnya pengalaman hidup. Tetap syukuur al Fatehah dan s, ar Rakhman diulang-ulang sebanyak 31 ( tigapuluh satu.) kali. ” Nikmat dari Allah yang mana yang engkau dustakan? Semoga tulisan ini meningkatkan dan mempercepat perkembangan JIWA manusia sehingga mencapai tingkat DEWASA. Sedang sampai saat ini kebanyakan kita masih berjiwa ” kanak-kanak/”
    Suka saling PAMER jimat , pamer tetek-bengek yang sebenarnya tidak ada apa-apanya. Hayo jangan truus pada BENTO aakh.
    Semoga kita semua selmat bahagia kembali kepada Allah Yang Maha Besar, Pengasih dan Penyayang. Kewajiban kita :” Berlomba dalam berbuat kebajikan.” s. al Baqarah 2: 148. Mau madep kiblat mana sja boleh, dan.. tak ada paksaan untuk berAGAMA. s.al Baqarah Q.S. 2: 256. Begitu saja dan su – daaag. MERDEKAAA.

  8. adakah tuhan yang kafir? adakah Tuhan yang disalib karena menebus dosa hambanya? kaita pasti mengatakan 1+1 = 2 bukan sebelas kecuali ada pensejajaran. kalau tuhan kafir, siapa yang akan menghukumnya? kalau Tuhan sudah mati karena disalib, siapa yang akan mendengarkan doa2 hambanya?
    jika semua itu dianggap benar, mengapa tuhan dan ada apa dengan Tuhan?……univ ….. q kagum m antum

  9. dear :b2n
    agama harus dihormati bukan untuk dihujat, setuju???????
    tapi bukan berarti menggadaikan tauhid! jika semua agama benar, kenap selalu ada agama yang lebih baru dan par exelent. be sorry ….

  10. Sebelumnya maaf dari saya maklum masih newbie kalo ada salah-salah kata he,.. Hubungan di dunia itu menurut saya ada dua ,.. hubungan dengan Sang Maha Pencipta dan Hubungan Manusia dengan Alam Sekitar(Termasuk: Manusia,tumbuhan,hewan,bumi,..dll) kalo di diperumpamakan secara vertikal dan horizontal,.. Jadi untuk hubungan secara vertikal tiap-tiap agama banyak yang berbeda dalam menjalakan Ibadahnya itu wajar karena Allah SWT menciptakan secara berbeda2 dan punya rahasia dan hanya Allah SWT yang tahu jawabannya kenapa di Dunia ini banyak ajaean Agama dan Allah SWT membiarkannya hingga sekarang tidak memusnahkannya (nb:intinya biar manusia mau berpikir),.. Kalau secara Horizontal,. jika diambil garis lurusnya rata-rata setiap Agama yang ada hampir sama,… Menurut saya pribadi Amal di dunia Ini ada dua ,.. juga ,… Hmmmm ,… Tetapi Yang lebih banyak nilai amalnya tetap saja hubungan manusia dengan sang pencipta,. cuma sekali lagi Allah SWT ( Tuhan dalam Agama Islam) Maha Pemaaf,, Pemurah lagi Penyayang,. jadi hubungan Dengan Allah SWT bagi yang mau bertaubat pastilah akan dimaafkan (nb:bagi yang mau bertaubat/ bisa dikatakan tidak musryik dan menjalankan perintah2nya),.. Jika hubungan manusia dengan alam sekitar ( manusia, bumi dan makluk hidup lainya) amalnya dibawah hubungan manusia dengan sang pencipta,.. setiap mahkluk yang di ciptakan Tuhan YME ,. tidak semua sempurna pastilah ada kekurangannya,. jadi hubungan manusia dengan alam sekitar sangat sulit untuk dijaga,… Jadi berpikirlah ,… dan Seimbangkan antara Kita melakukan Ibadah dengan Sang Pencipta dengan Hubungan kita dengan Alam Sekitar termasuk bumi dan makluk hidup seisinya,.. Mana yang benar biar Tuhan yang menjawab kelak,.. kita cukup menjalankan apa yang kita yakini tanpa menggangu ketentraman umat beragama lainnya dan selalu hidup toleransi dan tenggang rasa antar sesama dan umat yang berbeda agam,.. Peace^^V

  11. jika anda mengaku pintar sesuai logika :
    pecahkan 1 dibagi 3 dengan hasil bilangan desimal tanpa dibulatkan atau
    2 dibagi 3 dengan hasil yang sama …?

    itulah kemampuan otak manusia terbatas

    atau berapa suhu tertinggi atau suhu terendah … ? semuanya tak terbatas namun tidak sama, hanya Allah yang mengetahui-Nya, Yakinlah jika dinyatakan oleh Tuhan yang tertulis dalam Al-Quran, namun bersikap was-was lah terhadap hasil pemikiran kita sendiri…

    maaf jika pendapatku salah

Leave a Reply

Your email address will not be published.