POLITIK DAN PERANG – Politik adalah Perang Tanpa Senjata

Politik adalah Perang Tanpa Senjata 15
Politik adalah Perang Tanpa Senjata 15

Politik dan Perang | Dalam tataran aksiologi, Politik itu adalah Perang tanpa senjata, dan Perang adalah Politik dengan menggunakan senjata.

Jadi jangan pernah kita menduga bahwa politik itu hanyalah penampakan dari barisan orang-orang berdasi yang wara wiri di gedung-gedung megah dan kerjaannya hanya bicara-bicara saja di depan TV, koran dan media massa dengan kualitas bicara kadang jelas dan kadang ngawur, kadang rada bener dan kadang bener-bener gak bener.

Iya, yang itu adalah para pelaku dan oknum pelaku politik formal. Namun makna dari politik itu sendiri sejatinya adalah seni untuk mempengaruhi orang supaya si orang tersebut mau melakukan apa yang kita inginkan.

Mempengaruhi orang kadangkala bisa dilakukan dengan cara-cara yang mudah, halus dan lembut, tapi terkadang juga harus dilakukan dengan cara yang keras dan kekerasan. Karena itulah maka pada aktualiasasi kita sering melihat wajah politik dan politikus itu dengan beberapa jenis penampakan, dua jenis penampakan utamanya adalah Politik bersih dan Politik kotor.

Politikus bersih umumnya mempengaruhi orang dengan cara yang beradab, dengan ilmu dan akhlak yang baik. Sementara politikus kotor biasanya cenderung menjalankannya dengan cara yang keras, adu domba, fitnah dan bahkan intimidasi.

Mungkin sampai disini kita sudah bisa memahami apa yang dimaksud dengan “Politik adalah Perang tanpa senjata, dan Perang adalah Politik dengan menggunakan senjata?”

Baca juga :   Ngomongin Tuhan sama dengan Ngomongin Yang Tidak Jelas?

Dan kalau bicara soal perang, saya jadi teringat dengan buku “The Art of War” nya Sun Tsu yang mengatakan, “Seni berperang yang tertinggi adalah mengalahkan musuh tanpa melakukan pertarungan”

Leave a Reply

Your email address will not be published.