Berpikir Secara Benar menurut Kaidah Logika

Berpikir Secara Benar
Berpikir Secara Benar

Berpikir Secara Benar – Sekarang kita telusuri apa yang dimaksud dengan ‘Aturan berpikir secara benar’ yang dibicarakan oleh ‘ilmu logika‘ .

Sebagaimana sudah dibicarakan sebelumnya, logika bertugas untuk menjaga supaya kita bisa ‘berpikir secara benar’ , pertanyaan nya sekarang adalah, Apakah yang dimaksud dengan BENAR itu?

Benar adalah persesuaian proposisi antara pikiran (fikr) dan kenyataan.

Misalnya :

Bumi mengelilingi matahari =>  Preposisi ini sama dengan kenyataannya. (Logika BENAR)

Matahari mengelilingi bumi =>  Preposisi ini TIDAK sama dengan kenyataan (Logika SALAH)

Untuk mengukur benar, selain dengan patokan diatas kita juga bisa meneliti apakah proposisi dari kalimat yang akan kita teliti itu mengandung PERTENTANGAN (kontradiksi).

Proposisi yang bertentangan misalnya :

Mat Peci adalah seorang bisu yang pandai berdebat = (Tidak mungkin orang bisu bisa berbicara, apalagi berdebat)

Sibuta dari gua hantu itu sangat jeli penglihatannya = (Tidak mungkin orang buta bisa melihat)

Mei shin adalah cewek jujur yang suka menipu = (Tidak mungkin orang jujur menipu)

Lihat…

Contoh diatas sangat sederhana, tapi jangan salah…banyak kalimat  asing yang berseliweran didepan kita yang kita telan mentah-mentah tanpa menyaring terlebih dahulu akibat kita terlalu menyepelekan ‘logika’. Penyepelean ini sering terjadi, karena masih banyak orang-orang disekitar kita yang masih mengharamkan menggunakan akal (logika) secara maksimal.

Sering kita dengar gertakan seperti ini, “Huss… untuk perkara yang ini jangan menggunakan akal, dosa lho …! “

Baca juga :   Metode Deduksi dan Induksi - Metodelogi Untuk Mengambil Kesimpulan

Padahal pernyataan-pernyataan ‘sepele’ seperti diatas sering menjebak dalam ilmu kalam, sehingga ketika ditanyakan : “Apakah Tuhan dapat mengangkat Batu yang lebih Besar dari Tuhan sendiri” , Atau  ” Apakah Tuhan dapat menciptakan makhluk yang lebih hebat dari Tuhan sendiri?”

Kita suka kebingungan untuk mencari tahu? Karena di ilmu kalam ini masuk ke bahasan mana?

Bagi ilmu logika, pertanyaan seperti itu tidak perlu dirisaukan, karena pertanyaannya sudah jelas tidak memenuhi kaidah logika, yakni tidak menghadirkan maksud yang bulat, pertanyaan seperti itu sama saja dengan pernyataan ” sibuta huruf itu pandai sekali membaca” .

Dari uraian diatas, kiranya kita bisa melihat fakta, betapa pentingnya mengetahui ilmu logika (mengetahui arti BENAR) , supaya kedepan kita tidak mudah untuk mengatakan yang ini ‘benar’ dan yang itu ‘salah’ tanpa ada penjelasan apapun tentangnya.

Jadi…

Jika suatu hari nanti ada yang bilang ke Anda ‘Janda itu sedang mencuci baju suaminya’ , tentu anda sudah mengerti maksud kalimat tersebut bukan?

Anda sudah bisa melihat “sesuatu”  yang salah disitu…?

 

# Berpikir Secara Benar menurut Kaidah Logika  by Mat Peci  | Berpikir Secara Benar menurut Kaidah Logika Posted at www.imankha.com

3 komentar untuk “Berpikir Secara Benar menurut Kaidah Logika

  1. Kalimat ‘Janda itu sedang mencuci baju suaminya’ bisa jadi logika Benar.
    Mengapa begitu? Bila si Janda kawin lagi tentu dia punya suami.
    Tapi kebiasaan di negeri kita status “Janda” tersebut tidak bisa
    langsung hilang begitu saja.
    Misalnya si Janda kawin lagi sama Bono.
    Bila kawan-kawannya bercerita maka terucap:
    ‘Oh, si Bono kawin sama Janda di sebelah rumahnya.’
    Jadi sebutan ‘Janda’ tidak hilang dan kalimat
    ‘Janda itu sedang mencuci baju suaminya’ menjadi benar karena
    si Janda sedang mencuci baju Bono. ^_^

  2. Kalau janda kawin lagi, maka namanya bukan janda lagi lho om, tapi “bekas janda”. Mana ada bekas janda yang udah kawin lagi masih disebut janda hihihi….

Leave a Reply

Your email address will not be published.