Siapakah yang akan masuk Surga?

Siapakah yang akan masuk Surga?
Siapakah yang akan masuk Surga?

Siapakah yang akan masuk Surga? Menyambung apa yang sudah kita bicarakan  sebelumnya apakah orang-orang yang telah berkorban demi kemanusiaan, mempersembahkan ilmu pengetahuan demi kemanusian, menolong orang sakit dengan meneliti segala macam obat-obatan demi keselamatan manusia, mereka itu semuanya akan masuk neraka karena mereka adalah non muslim?

Apakah pribadi-pribadi semacam Louis Pasteur, Socrates, Aristoteles, Plato, Isac Newton, Thomas Alfa Edison, Bunda Teresa, Khalil Gibran, Francis Bacon, Rene Descartes semuanya masuk neraka karena mereka adalah non muslim?

Kita sudah melihat dibahasan sebelumnya bahwa terdapat dua pendapat kelompok ekstrim menanggapi permasalahan ini, kelompok pertama adalah dari orang-orang sholeh yang kaku, mereka mengutip Alquran surat 3 ayat 85 :

“Dan Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”

Dengan dalil ayat tersebut, maka orang-orang sholeh yang kaku itu mengatakan bahwa yang berhak masuk surga hanyalah orang-orang Islam, selain Islam sesuai dengan ayat al-quran tersebut maka semuanya akan masuk neraka tanpa pandang bulu, apakah dia itu adalah Louis Pasteur, Socrates, Aristoteles, Plato, Isac Newton, Thomas Alfa Edison, Bunda Teresa, Khalil Gibran, Francis Bacon, Rene Descartes dan lain-lain.

Pendapat kedua muncul dari mereka-mereka yang menyebut dirinya kaum intelektual, yakni dari para pemikir kebebasan dan kemanusiaan. Mereka mengutip apa yang dikatakan Al-quran pada surat 5 ayat 69 :

“Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (diantara mereka) yang benar-benar saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”

Melihat dua pendapat dengan masing-masing dalil yang mereka kemukakan tersebut, maka bagaimanakah kiranya nasib orang-orang yang telah berbuat banyak untuk tujuan kemanusiaan tersebut?

Baca juga :   Takdir-2 > Ayat Alquran Tentang Takdir - Kebebasan Manusia vs Ketetapan Tuhan?

Menurut hemat saya, kita sebagai manusia tidak akan pernah tahu dan kita tidak punya hak sama sekali untuk mengatakan secara pasti, apakah si X atau si Y akan masuk surga atau neraka, apakah Louis Pasteur, Socrates, Aristoteles, Plato, Isac Newton, Thomas Alfa Edison, Bunda Teresa, Khalil Gibran, Francis Bacon, Rene Descartes akan masuk surga atau neraka.

Yang kita bisa tahu adalah apa yang kita lihat dari perbuatan mereka, menurut yang kita lihat dan kita saksikan bahwa mereka sudah berbuat baik dan berbuat banyak untuk kemanusian, mereka telah beramal dan menyumbangkan pemikiran untuk kemajuan umat manusia. Tetapi mengenai kepastian mutlak apakah mereka akan masuk surga atau masuk neraka, maka yang tahu kepastian tersebut hanyalah Allah semata.

Hanya Allah yang mengetahui niat semua manusia, hanya Allah lah yang tahu semua rahasia dan yang lebih rahasia dari rahasia. Hanya Allah yang tahu apa niat dan motivasi seseorang ketika melakukan perbuat baik dan semua amal-amal yang mereka lakukan.

Dimasa sekarang kita sering sok menghakimi seseorang, bahwa si X akan masuk surga dan si Y akan masuk neraka. Apakah kita memang punya hak dan mampu untuk melihat isi hati seseorang? Apakah kita bisa dan mampu untuk mengetahui niat seseorang?

Bahkan Nabi Muhammad sendiri tidak berani sembarangan untuk mengatakan bahwa si X akan masuk surga dan si Y akan masuk neraka. Nabi sendiri tidak berani menjamin dirinya sendiri akan masuk surga sebagaimana yang di tulis di al-quran surat 46 ayat 9 :

“Katakanlah: “Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan.”

Dengan demikian, maka semakin teranglah bagi kita bahwa semua perbuatan baik akan dicatat dan dibalas oleh Allah, dan semua perbuatan baik itu tidak serta merta menempatkan seseorang kedalam surga atau neraka. Semua perbuatan baik itu akan disensor secara khusus oleh Allah dari niat mereka. Dan hasil ‘sensor’ dari niat manusia tersebut hanya Allah yang tahu hasilnya, apakah yang bersangkutan akan dimasukkan kesurga atau ke neraka.

Baca juga :   Agama Sebagai Penyebab Kemiskinan - Menyalahkan Agama?

.:. Siapakah yang akan masuk Surga? Published on www.imankha.com

50 komentar untuk “Siapakah yang akan masuk Surga?

  1. Ada sebuah ajaran yang berasal dari Nabi Isa di Injil Barnabas tentang orang-orang yang tidak pernah mempeoleh ajaran agama dari seorang Nabi, tapi selama hidupnya mereka senantiasa berbuat kebaikan sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan.
    Nah menurut Nabi isa orang semacam ini seperti sebuah pohon yang tumbuh subur di sebuah tanah yang gersang.
    Pada akhirnya, sang pemilik pohon tersebut (Allah) akan memindahkannya ke tempat yang lebih layak untuknya, yaitu surga.
    Jika ini dijadikan patokan, maka setiap kebaikan yang dilakukan oleh seseorang akan selalu dihargai dengan layak, tidak jadi soal apa agama atau kepercayaan yang mereka anut.
    Toh sekarang dengan terjadinya banyak distorsi di dalam ajaran agama, membuat orang-orang yang sebetulnya memiliki kebaikan alamiah menjadi terhalang untuk menganut agama tersebut (islam misalnya). jadi penolakan terhadap sebuah agama tidak lagi menjadi sebuah acuan yang pasti mengingat sekarang telah terjadi banyak distorsi dan membuat ajaran agama menjadi terlihat sangat tidak manusiawi.
    Lain halnya kalau kita hidup di zaman nabi dan langsung menerima da’wah dari Beliau. Menerima seruannya itu artinya surga, dan menolaknya itu artinya neraka.
    Tapi kalau yang menyampaikan da’wah isl;amnya model orang macem si Noordin M. Toop, siapa sih yang mau masuk islam ?

  2. Islam adalah Rahmatan lil alamin, dakwah yang dicontohkan Nabi Saw adalah dengan hikmah dan pengajaran yang baik, saat ini dengan zaman modern dan fasilitas canggih dapat ditemukan berbagai metode dakwah. Diantaranya internet, televisi dll, sehingga bisa menjangkau hampir seluruh pelosok dunia. Sehingga bagi yang telah mendengar seruan Islam ini, dan tidak mau beriman maka ia telah ingkar (kafir dlm bahasa arabnya).

    Perlu diingat juga bahwa bagi umat Islam ada satu dosa yang tidak terampuni yaitu syirik atau menyekutukan Allah Swt yang hukumannya adalah neraka. Ada hal-hal yang dianggap baik oleh manusia tapi tidak di hadapan Allah Swt, dan sebaliknya.

    Siapa yang layak masuk surga tentunya mereka yang dikasihi oleh Allah Swt, yaitu mereka yang beriman kepada Allah, Malaikat2-Nya, Rasul2-Nya, Kitab2-Nya, Qadha dan Qadar, hari Akhir, dan beramal sholeh serta kebajikan selama hidup didunia.

  3. Alloh IS #1..dont forgt Abu Tholib..what a man..so kind..he protected D Messenger of Allah (SAW) with his life..with out this man’s role..? you can imagine? but Alloh didnt allow him entering jannah..declaring His Existence a must!! if not it mean you abandoning THE # 1..

  4. Alloh IS #1..dont forgt Abu Tholib..what a man..so kind..he protected D Messenger of Allah (SAW) with his life..with out this man’s role..? you can imagine? but Alloh didnt allow him entering jannah..declaring His Existence a must!! if not it mean you abandoning THE # 1..

  5. Sejak awal manusia lahir telah menyandang dosa keturunan manusia pertama yaitu adam, atau taruhlah kita tidak percaya akan dosa keturunan namun perhatikanlah selama masa hidup kita apakah tidak pernah melakukan dosa minimal satu kali saja? tentu pernah melakukannya. Nah…satu kali saja manusia berbuat dosa (pelanggaran melawan perintah Allah)maka konsekuensinya ialah “Api Kekekalan.” Manusia langsung divonis hukuman Mati tanpa ada pertimbangan atau pembelaan manapun (bnd. cerita Adam dan Hawa). Apakah Allah adil? ya sangat Adil kebijakan tersebut karena itulah hak prerogative Allah. Manusia tidak bisa lepas dengan jerat dosa bagaimanapun caranya, vonis telah dijatuhi meskipun hukuman itu belum berlangsung karena kita masih hidup saat ini. Hal yang menarik dibahas adalah mengapa manusia yg sudah di vonis mati masih berusaha ingin lepas dari jerat hukuman dosa dengan berbagai cara dan usaha seperti berbuat baik, ke tempat ibadah, dan usaha2 lain yang tergolong rohani, suci, dsb. dalam hal ini tentu bukan berarti kalau begitu marilah kita lakukan apa saja entah itu dosa atau tidak.
    apabila seseorang beribadah dan semakin dekat dengan Allah seharusnya dia harus menyadari betapa berdosanya aku dan betapa suci serta kudusnya Allah; bukan sebaliknya kita merasa semakin paling benar, suci, kudus, mulia, tdk najis, dsb.
    Pengalaman ini menggiring dia pada satu kesadaran bahwa Aku Manusia celaka…!!Tidak ada cara apapun yang dapat menyelamatkan aku dari hukuman dosa, ingat kita semua manusia sudah di vonis mati!!usaha apapun yang kita lakukan adalah sia2..dosa sdh begitu melekat dlm hidup kita bahkan sdh menjadi sahabat.
    “apa yang tidak ingin kulakukan justru itu yang dilakukan;ada “pribadi lain” lain yg mendorong dari dalam diri kita tuk berkeinginan melakukan dosa. misalkan ada tulisan peringatan jangan dibuka sangat rahasia, tp kita dirangsang menjadi ingin membukanya (meskipun tidak membukanya kita sudah berdosa karena keinginan itu sudah muncul dalam pikiran, sama halnya dengan bezinah meskipun tidak melakukannya tp sudah menginginya dalam pikiran bukannya itu dosa). tidak ada jalan tuk menuju keselamatan, jika anda tahu jalan keselamtanhya (bukan mudah2an ya tp suatu kepastian) silahkan tunjukkan dan jelaskan, berikan argumen yg akurat lalu email ke surgamalaikat@yahoo.com.
    LALU PERTANYAAN KITA YANG PALING DITUNGGU-TUNGGU, LALU BAGAIMANA MANUSIA DAPAT MENYELAMTKAN DIRINYA DARI JERAT DOSA BESERTA HUKUMANNYA?
    jika tertarik mendengar jawabannya silahkan email ke saya atau posting saja di sini, thx (thx juga bagi pemilik web ini dan diskusinya)

  6. Assalam
    mengutip ayat yg berbunyi “Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (diantara mereka) yang benar-benar saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”
    Perlu di garis bawahi kenapa orang mukmin dilibatkan pada ayat di atas,?
    itu karena banyak orang mukmin tp belum tentu dirinya soleh dan banyak orang mukmin yg melenceng ajarannya…dan tak sedikit hanya ktp saja…
    mukmin = percaya pada 6 rukun iman
    soleh = yang taat kepada perintah Alloh dan rosulnya
    di dalam Al qur’an setiap Alloh menjanjikan sesuatu Alloh menekankan kata “mukmin” selalu diikuti dengan “yang beramal soleh” anda bisa cek dalam al qur’an!!! ini membuktikan bahwa ada sebagian orang mukmin yang tidak beramal soleh.
    dan untuk ayat :
    “ Dan Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”
    BETUL ….karena perbuatan sebaik apapun jika dia bukan orang muslim, kata Alloh dalam ALQur’an akan fatamorgana.
    Dan mungkin Alloh akan membalas perbuatan baiknya di dunia.karena Alloh tidak akan merugikan makhluknya.
    hanya sekedar saran :
    pelajarilah al qur’an secara keseluruhan…!
    InSYA Alloh bermanfaat untuk semuanya…
    tak ada kata terlambat selama nafas mesih bersemayam di tubuh…

  7. Buat charles atau rekan yang lainya.jika memahami al-quran atau islam hanya sepotong2 maka argument anda tidak akan pernah ketemu dgn islam itu sendiri.dgn niat yg kuat mencari kebenaran dalam islam dgn hati yg legowo anda pasti mengatakan islam adalah jalan yg lurus menuju ilahi robi.seperti hajah Irene handono.

  8. Kalau mau jujur (maaf)…kita sering memperdebatkan orang lain…
    Sehingga jawaban yang berimbang (mungkin):
    Apakah semua manusia akan masuk surga atau neraka ?
    Jawabannya…memang hanya Tuhan / Allah yang tahu…karena hak prerogratif Tuhan.
    Namun apakah kita tidak diberitahu ciri-ciri orang yang masuk surga / neraka ?
    Jelas…Tuhan telah memberitahu kita…
    Namun jika masalahnya adalah (misal)…
    mengapa Abu Tholib( paman Nabi Muhammad SAW ), dinyatakan Allah tidak masuk surga ?
    atau misal…Mengapa bunda Teresa tidak masuk islam ?
    Tentu jawabannya ada pada beliau masing-masing.
    Namun yang jelas, jika (misal) kita beragama Islam…tentu Allah sudah menjalaskan panjang lebar melalui Al Quran…dan rasulullah sudah menjelaskan panjang lebar melalui Hadits dan Assunah ( perkataan, perbuatan beliau yang tentu dibimbing Allah ).
    Tinggal pertanyaannya adalah….
    Maukah kita mempelajari Al Quran dengan hati yang bersih ( tanpa prasangka negatif pada Allah ).
    Maukah kita mempelajari Hadits/Assunah dengan hati yang bersih (tanpa prasangka negatif pada Rasulullah Muhammad SAW )
    Atau minimal dengan objektif mempertimbangkan berbagai keterangan,detail dan fakta ?

  9. Kalau mau jujur (maaf)…kita sering memperdebatkan orang lain…
    Sehingga jawaban yang berimbang (mungkin):
    Apakah semua manusia akan masuk surga atau neraka ?
    Jawabannya…memang hanya Tuhan / Allah yang tahu…karena hak prerogratif Tuhan.
    Namun apakah kita tidak diberitahu ciri-ciri orang yang masuk surga / neraka ?
    Jelas…Tuhan telah memberitahu kita…
    Namun jika masalahnya adalah (misal)…
    mengapa Abu Tholib( paman Nabi Muhammad SAW ), dinyatakan Allah tidak masuk surga ?
    atau misal…Mengapa bunda Teresa tidak masuk islam ?
    Tentu jawabannya ada pada beliau masing-masing.
    Namun yang jelas, jika (misal) kita beragama Islam…tentu Allah sudah menjalaskan panjang lebar melalui Al Quran…dan rasulullah sudah menjelaskan panjang lebar melalui Hadits dan Assunah ( perkataan, perbuatan beliau yang tentu dibimbing Allah ).
    Tinggal pertanyaannya adalah….
    Maukah kita mempelajari Al Quran dengan hati yang bersih ( tanpa prasangka negatif pada Allah ).
    Maukah kita mempelajari Hadits/Assunah dengan hati yang bersih (tanpa prasangka negatif pada Rasulullah Muhammad SAW )
    Atau minimal dengan objektif mempertimbangkan berbagai keterangan,detail dan fakta ?

  10. jika dilihat secara tekstual kedua ayat tersebut sudah jelas bertentangan, namun akan menjadi berbeda jika dalam memahami teks tersebut kita juga memperhatikan konteks pada saat ayat tersebut turun.

  11. Jika sudah berikrar dengan islam; koq ngambil lagi referensi-referensi selain islam…? Pada Hari ini telah AKU sempurnakan untukmu agamamu dan telah AKU cukupkan nikmat-KU padamu dan telah AKU ridhoi ISLAM sebagai Agamamu. (Q.S. Al-Maidah ayat 5)

    Baca juga : Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal sholeh. maka bagi mereka Surga tempat kediamannya, sebagai pahala terhadap apa yang mereka kerjakan. (Q.S. As Sajadah (32) ayat 19).

    dll. banyak lagi ayat-ayat Al-Qur’an yang mengabarkan. (lain hal kalo tidak meyakini Al-Qur’an).

  12. jutaan orang hidup sebelum istilah yang membuat banyak pengelompokkan ada, yakni “agama” ada..jutaan orang juga yang sbelum matinya, belum mendengar pengajaran ttg agama tertentu semasa hidupnya..bagaimana mreka masuk surga kalau syarat masuk surga hanya agama A atau B atau C..
    agama itu lebih dari skedar status..Allah itu dekat dengan orang yang mendengarkanNYA, memuliakanNYA lebih dari sekedar ritual belaka..
    lakukan bagianmu lewat tindakan lebih dari sekedar ngejudge perihal kepantasan akan masuk surga, maka DIA yang kau anggap dan percayai ALLAH akan melakukan bagiannya sebagai ALLAH atasmu..

  13. Ingat!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    Yang Tuhan/Allah inginkan adalah hanya Menyembah, memuji dan Menjalankan Perintah-Nya sesuai dengan 10 perintah Allah yang diterima oleh nabi Musa di gunung Sinai sehingga umat manusia bisa selamat dari dosa dan Masuk surga. Bukan karena agama A,B atau C.

  14. lihat webnya rasul Sakti Sihite, islam sudah banyak diplintir oleh ulama, hadis adalah produk ulama 300 tahun setelah muhammad meninggal yang diragukan kebenarannya, ulasannya sangat logis. untuk sorga dan neraka apakah secara phisik ada? mosok tuhan mentolo menyiksa ciptaanya ke neraka.

  15. siapakah yang akan masuk surga ???
    ada 2 kata yang membuat kita berdebat panjang.. surga dan neraka
    sebetulnya ada ngga ya..?? kalo ada dimana dan bagaimana
    semua orang beragama mengklaim dirinya yang pantas masuk surga dan yang lain pantas masuk neraka….
    padahal mereka hanya pengikut dari apa yang dikatakan orang2 yang hidup lebih dulu dari kita…..yang mereka sebut nabi dll.
    kalo kita mau berfikir….semua yang diucapkan dan dilakukan para pendahulu itu yang kemudian dibukukan dan disucikan oleh penganutnya…..benang merahnya adalah KEBAIKAN …..
    Kembali ke Surga dan Neraka…..
    Apa betul Surga itu buat tempatnya orang yang benar mengikuti ajaran agamanay sedangkan Neraka itu tempatnya orang yang tidak ngikuti ajaran agama ?….semua masih katanya…….??!!!Bagaimana kalo ternyata sebaliknya ??? trus mau kemana kita ???
    Kalo saya sih ….pilih mengambil arah benang merahnya saja ..KEBAIKAN…. .Nah apasih Kebaikan itu…??
    Buat saya Kebaikan adalah semua ucapan,tingkah laku perbuatan yang hasilnya bermanfaat untuk orang lain dan diri sendiri……..
    Soal mau masuk Neraka apa masuk Surga sudah ada yang ngurusin ngga perlu dipikirin……
    Buat saya Nabi2 adalah motivator dan Kitab2nya adalah Ensilopedik
    dan Badan saya adalah Mesjid,Gereja,Pura,Kelenteng, saya untuk mengekpresikan jiwa kepada TUHAN ,ALLAH seru sekalian alam

  16. akal adalah salah satu anugerah besar dalam kehidupan manusia. akal yang membedakan antara manusia dan ciptaan Allah lainnya. akal begitu penting. sebab manusia diberi kelebihan memilih. satu keistimewaan yang tidak diberikan kepada Malaiakat dan Setan. dari situlah seorang manusia/hamba bisa mencapai derajat yang sangat tinggi bahkan lebih tinggi dari malaikat atau sebaliknya lebih rendah dari setan. bahkan binatang sekalipun.
    salah satu hikmat Islam adalah bahwa islam menjaga kemurnian akal. Islam menjaga agar status manusia yang disandang seseorang tetap utuh. oleh karenanya Islam melarang keras wedang galak/miras. dan sejenisnya dari bangsa candu.
    saya disini tidak akan panjang lebar cerita kebaikan Islam. saya masih bodoh dlm berislam.
    saya ingin bertanya, apakah agama termasuk dalam ranah pembahasan ilmu Logika ? bagi saya, tidak. jika kita ingin memasukkan agama dalam ranah logika, hal ini akan menghantar kita pada melogika-kan tuhan. itu tidak mungkin. jika tuhan dapat dilogikakan, ia bukan tuhan. sebab tidak mungkin manusia mencipta manusia, Kambing mencipta Kambing.
    pada hakekatnya, kemampuan akal terbatas. kita tidak perlu overreacting atas apa yang dapat dicapai akal selama ini. sebab bagi saya ada sesuatu yang berada satu derajat lebih tinggi dari akal. kebijaksanaan. yang tidak akan pernah ditumpangi oleh nafsu kapanpun juga.

  17. mas..kalau mengutip ayat jgn cuman satu. sekalian jg donk yang lainnya dan jgn karena sesuai dengan hawa nafsu anda, trs semaunya menafsirkan ayat2 qur’an dgn akal anda. liat pendapat sahabat nabi, tabi’in, tabi’ut tabi’iin (tiga generasi terbaik, ulama2 terdahulu yang mengikuti mereka, ahli tafsir qur’an spt ibnu abbas, ibnu katsir, dll nya.

    ini adalagi ayat yang lain yg berkaitan dengan kebaikan orang kafir di dunia..kok g dimasukkan jg di artikel atas? apa anda menginginkan umat ini tersesat?

    Allah Ta’ala dalam surat al-furqan ayat 23, menegaskan dgn firmannya, ”Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan (orang kafir), lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan.”

    Selanjutnya dalam surat An-Nur ayat 39, Allah Ta’ala juga menegaskan, “Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun . . ”

    Begitu juga dalam surat Ibrahim ayat 18, Allah ta’ala mengabarkan bahwa orang-orang kafir kepada tuhannya, amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia). Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh.

    hati2 dgn perkataan anda mas..sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan perkataan kita semua akan diminta pertanggung jawaban oleh Allah kelak di akhirat. Wallahul musta’an.

  18. mas..kalau mengutip ayat jgn cuman satu. sekalian jg donk yang lainnya dan jgn karena sesuai dengan hawa nafsu anda, trs semaunya menafsirkan ayat2 qur’an dgn akal anda. liat pendapat sahabat nabi, tabi’in, tabi’ut tabi’iin (tiga generasi terbaik, ulama2 terdahulu yang mengikuti mereka, ahli tafsir qur’an spt ibnu abbas, ibnu katsir, dll nya.

    ini adalagi ayat yang lain yg berkaitan dengan kebaikan orang kafir di dunia..kok g dimasukkan jg di artikel atas? apa anda menginginkan umat ini tersesat?

    Allah Ta’ala dalam surat al-furqan ayat 23, menegaskan dgn firmannya, ”Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan (orang kafir), lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan.”

    Selanjutnya dalam surat An-Nur ayat 39, Allah Ta’ala juga menegaskan, “Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun . . ”

    Begitu juga dalam surat Ibrahim ayat 18, Allah ta’ala mengabarkan bahwa orang-orang kafir kepada tuhannya, amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia). Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh.

    hati2 dgn perkataan anda mas..sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan perkataan kita semua akan diminta pertanggung jawaban oleh Allah kelak di akhirat. Wallahul musta’an.

  19. Hmmm…inilah dinamikanya di Islam…..
    Satu ayat bisa ditafsirkan sampai banyak arti dan makna…..
    Namanya juga tafsir ….berarti kata orang lain yang diartikan dan subyektifitas orang yang menafsirkan akan masuk didlmnya…….
    sehingga kalo diperdebatkan …entah kapan selesainya …yang pasti setelah ..almarhum ,baru tahu mana yang benar dan mana yang salah.
    Kalo memang hanya orang muslim/islam saja yang bisa masuk surga …atau apapun itu namanya …mungkin saya termasuk yang tidak masuk kedalamnya….
    Karena saya termasuk yang mbalelo ….tidak mau diseragamkan cara berfikirnya dengan yang lain…..itulah pilihan saya…
    karena saya akan mempertanggung jawabkan segala amal perbuata,tingkah laku kepada Allah ,Tuhan serusekalian alam….
    dan tidak akam menyalahkan orang lain ……Buat saya Agama adalah ajaran yang dicontohkan oleh pendahulu kita ,bagaimana menemukan jalan Tuhan …dari mulai Musa dengan 10 perintah Tuhan, Isa dengan Cinta dan Kasih …dan Muhammad dengan laku/amal Sholeh ….
    Sebagai contoh…dari rukun islam ke 2 saya baru belajar wudhu…
    membersihkan hadasj halus dari semua laku mulut,hidung,mata,telinga,kaki dan tangan serta pikiran dan hati….

  20. orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani yang saleh berbeda dengan orang kafir.
    islam yg tdk saleh, nasrani yg tdk saleh, yahudi tg tdk saleh, shabii yg tdk saleh,semua yg melawan keesaan dan keberadaan Tuhan mereka itulah org2 kafir.

  21. orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani yang saleh berbeda dengan orang kafir.
    islam yg tdk saleh, nasrani yg tdk saleh, yahudi tg tdk saleh, shabii yg tdk saleh,semua yg melawan keesaan dan keberadaan Tuhan mereka itulah org2 kafir.

  22. hanya saja, mereka yg saleh(berbuat baik pd semua) Tuhan YME akan balas engan ganjaran di dunia, kebahagiaan dan tdk akan bersedih hati.itulah bukti Tuhan Maha Pengasih pd semua manusia, apapun agamanya.
    bedanya kalau yg saleh itu selain Islam, di Alquran jelas, “….dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”. Tdk ada jaminan bahagia di Akherat bagi yg menerima agama selain Islam.

  23. Menarik sekali membaca perdebatan/diskusi/argumentasi/opini yang disampaikan oleh semua. Kalau menurut saya :

    1. Sifat-sifat ketuhanan TUHAN dapat dijangkau dengan logika, tetapi dzat (fisik) TUHAN tidak bisa.

    2. Ajaran TUHAN dari dulu sama saja tidak pernah berubah.

    3. Surga dan Neraka itu ada.

  24. “hati2 dgn perkataan anda mas..sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan perkataan kita semua akan diminta pertanggung jawaban oleh Allah kelak di akhirat. Wallahul musta’an”

    Ini merupakan pernyataan dasyat dari orang yang menyebut dirinya hamba Allah.

    Saya yakin,Allah Sendiri yang berhak memilih hambanya, yang berkenan kepadanya.
    Seseorang tidak dapat mengatakan bahwa , Ya , saya adalah hamba Allah
    yang benar atau yang paling benar.
    Orang orang seperti ini mampu memciptakan kaliamt kalimat dasyat seperti kalimat kalimat yang diatas yang ditulis oleh seorang yang menganngap dirinya hamba Allah .
    ,menganggap dirinya paling benar dan mempersetankan semua kepercayaan orang.Mengkafirkan setiap orang yang menurutnya tidak memiliki iman
    sekuat dirinya.
    Orang orang seperti ini mengutip ayat ayat
    yang saya yakin dia hanya mampu menghapalkannya.

    Bagi saya sendiri , orang orang seperti , orang dengan name id ‘hamba Allah, tak lebih dari sekedar orang tolol saja. Banyak sekali
    Orang seperti ini didunia, dan mereka mereka ini sama sekali tak ada harganya sebab jumlahnya begitu banyak.

    menurut saya , Kau dengan id hamba Allah , sesungguhnya dirimulah natinya
    yang diminta pertagungjawaban oleh Allah .

  25. “hati2 dgn perkataan anda mas..sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan perkataan kita semua akan diminta pertanggung jawaban oleh Allah kelak di akhirat. Wallahul musta’an”

    saya kira orang ini berkata benar sekali, jangan mengutip dan melihat hanya setengah2, dan hanya mengambil satu ayat lalu diperbandingkan. Harus dilihat dengan ayat2 lainnya. Penulis disini mengedepankan orang sholih kaku dengan penamaan dan pembahasaan yang sangat berpihak, dan memberitahu bahwa si orang sholih kaku tersebut hanya mengambil kesimpulannya dari satu ayat. Saya kira itu gegabah sekali, dan saudara kita, si hamba Allah yang mana sayapun hanyalah mahluk ciptaan dan hamba Allah, bahkan sayapun tidak memiliki tubuh saya sendiri bagaimana saya memiliki kebanggaan? segala sesuatunya dari Allah. Balik lagi saudara kita si hamba Allah justru melengkapi dengan ayat2 yang lain untuk melengkapi sudut pandang Quran dan menjelaskan mengapa orang yang mempersekutukan Allah adalah neraka hukumnya jika dia tidak bertaubat dan kembali pada jalan yang lurus. Apa arti mempersekutukan Allah disini? mulai dari bersaksi bahwa Allah itu punya anak, terdapat lebih dari satu dan sebagainya yang definisi lengkap tentang itu ada dalam surat Al-Ikhlas, siapa yang menyalahkan definisi itu maka dapat dikategorikan bahwa dia mensekutukan Allah. JIka dia bilang Allah diperanakkan, yang artinya Allah itu tidak primacausa yang non causa, atau tidak Yang Maha Awal, melainkan diadakan dan dilahirkan, atau Allah itu beranak tuhan, dll, itu termasuk dalam kategori syirik dan dosa yang tidak terampuni.

    Banyak ayat2 dan nash2 yang menjelaskan tentang itu, kalau kita berbicara tentang sudut pandang Islam, maka kita akan berbicara tentang Al-Quran dan As Sunnah,mengutip itu jangan diartikan sok suci atau sok paling benar, itu intimidatif dan tidak adil. Namanya diskusi harus sesuai diskursif, kalau diskusi tentang pandangan Islam tentu kita harus merujuk pada nilai-nilai dan hukum Islam itu sendiri yaitu Quran, sikap seperti ini justru sikap yang tidak merasa dirinya paling benar. Berbeda dengan sikap yang memikirkan apa yang menurut dia benar, lalu dikemukakan dan dipahami sebagai landasan Islam, justru ini pas dengan definisi merasa paling benar, merasa pikirannya sebagai pusat moral dan nilai benar dan salah. Justru saudara kita ini telah menundukkan kepalanya dihadapan kebenaran dan bersifat rendah hati.

    Satu lagi, dalam konteks Quran, penggambaran agama Nuh as, Ibrahim as, Isa as, sejak awal adalah Islam, begitupun juga Musa as. Merekapun selalu digambarkan mengucapkan Tuhan dengan nama Allah, bukan dengan kata bapak atau Yhwe, tapi dengan Allah. Isa as begitu, Musa as begitu, Nuh as begitu. Jadi pandangan Islam tentang hadirnya Rasul (utusan Allah) adalah ketika agama yang sebelumnya telah dilencengkan, seperti kehadiran Nuh as sebagai Rasul pertama untuk meluruskan ke Tauhidan yang telah diberikan Nabi Sith dan Idris dari Nabi Adam as. Kemunculan Musa as untuk meluruskan apa yang telah melenceng dari ajaran Nabi Nuh as dan menyempurnakannya, begitupun Nabi Isa as dan akhirnya Nabi Muhammad saw. Ketika setiap Nabi turun, meluruskan ajaran dan menyempurnakannya, maka setiap orang2 mukmin dan muslim (the submissive) akan melihat kebenaran dan mengikutinya, mereka yang celaka menolak dan membangkang dan amalan mereka sia2. Nabi Muhammad saw turun sebagai penyempurna penetap bahwa Tuhan itu tidak beranak dan tidak diperanakkan, mengharamkan apa yang telah dihalalkan oleh mereka ketika itu haram dan sebaliknya, dan membawa ajaran ini bukan dalam konteks kaum, bukan hanya untuk orang Yahudi, orang HIndus orang Nazareth dan Israeli tapi sebagai Agama penyempurna untuk seluruh ummat manusia dan Jin. Jadi ini adalah tali rantai yang terkait dan muara yang terakhir.

    Kaitan dengan para Nasrani dan Yahudi yang masuk surga itu, bisa dibilang kaitan dengan kaum2 pendahulu mereka. Ketika kitab mereka tidak terkena distorsi dan pemalsuan, dan ajaran mereka dicampur2 dengan ajaran pagan dan filsafat stoisme dll.

    Tapi sisanya hanya Allah saja yang tau, dan betul sekali, seluruh organ tubuh kita jadi saksi dan diminta pertanggung jawaban. Jadi dalam hal yang besar seperti ini, dalam mengambil statement, harus diperhatikan hujjahnya (landasan, refrensi) harus hati2 dan teliti, jangan asal cepat menyimpulkan yang justru akhirnya menimbulkan kesalah pahaman dan kesesatan dalam pemahaman beragama. Toh ini Agama yang jelas, bukan permainan asyik masyuk dialektika socrates ketika berdebat dipasar yang bisa dibentuk dan diarahkan sesuai selera dan nalar. INi agama yang jelas hukum dan nashnya, tidak sekedar logika kita yang tipis yang dibutuhkan tapi juga ilmu yang mendalam yang membuahkan pemahaman.

    wallahualam

    sekian, buat semua saudara/i ummat muslim, mari kita saling mendoakan. Semoga Allah mengampuni dosa kita dan mencintai kita, menkhusukkan salat kita dan menyempurnakan akhlak kita.

    Assalamualaikum 🙂

  26. @Harun Abd Allah :

    “Semoga Allah mengampuni dosa kita dan mencintai kita, menkhusukkan salat kita dan menyempurnakan akhlak kita.”

    amien…

  27. Berdiskusi tentang islam ga ada hbisny,bahkan smpe matipun ga cukup..saking bnyk tafsiranny. islam itu multitafsir/demokrasi. Saking bnykny sekte/aliran agama islam,satu sm lain sling mnghntam. Sungguh ironis,islam itu ‘slamat’,islam diturunkan utk kslamatan slruh umat..jd shrusny islam hrs merangkul yg lain,jgn hny mmvonis mentah2 umat nonislam dgn pndangan yg picik.maaf.. .jdny kt smakin dibenci krn ulah manusiany,bkn agamany.

    Mngenai surga dan neraka, yg mnjd satu prtanyaanku adalah
    Mengapa kita berbuat baik hny dgn tujuan ingin mndapatkan surga? Menurut sy surga itu hny gambaran nafsu kduniawian. Jk orang ingin mndptkan surga,sama saja ia serakah..btul nggak? krna di dlm surga, mnrut crita smuanya srba nikmat dan srba enak..jk orang prcya surga mka pandanganny msh brsifat keduniawian/fana. mngharapkan ssuatu yg nikmat!!
    Yg jls,kt brbuat baik dan beramal bukan shrusny bukan utk mndptkan surga,akan ttapi kt brbuat baik krna allah (kodrat kt sbg ‘titahing gusti’ (makhluk allah),dan kt bramal shaleh krn kt cinta pd ssama.. .baik mnusia maupun makhluk2 ciptaan allah yg lainnya dgn cara yg IKHLAS.

  28. Jadi sudah Jelas lah 2 sifat Tuhan YME ini, Tuhan Maha Pengasih dan Tuhan Maha Penyayang.
    Konteks Maha Pengasih bahwa Tuhan akan membalas dg ganjaran di Dunia berupa Kebahagiaan segala perbuatan baik (amal soleh) manusia di dunia, apapun agamanya.
    Maha Penyayang, tentunya bagi mereka yg beramal soleh dan tdk mensekutukan Tuhan YME dan tdk menerima agama lain selain Islam…Syurga bagi mereka.

  29. Banyak sekali orang yang memuji dan menyembahmu, banyak sekali pula orang yang menghujatmu. Banyak sekali orang yang memperjuangkanmu dan rela mati untukmu. Dunia ini seperti neraka…., Kebenaran dalam ketidakbenaran orang lain. Kapan perdebatan mencari kebenaranmu akan usai?? mungkinkah sebaiknya engkau tidak ada biar dunia ini menjadi tenang?? lebih baik orang yang tak beragama namun kelakuannya menunjukkan orang yang beragama dari pada orang yang beragama kelakuannya seperti orang yang tidak beragama. Agama sepertinya hanya menjadikan ladang aturan agar manusia menjadi lebih terarah. tidak bedanya dengan negara. Buktinya saling menghormati dan menghargai antara umat beragama (kepercayaan orang laina) dirasa sangat kurang mendekati tidak ada dan semuanya berlomba-lomba untuk menarik orang lain untuk masuk dalam ajaran yang dianutnya melalui dokrinasi (memaksa dalam logika) dan selalu membenarkan menurut ajarannya. Kasihan manusia, hanya bisa menafsirkan……….. kalau begitu boleh juga saya menafsirkan suatu ajaran menurut pandangan saya. saya sebagai manusia yang berdosa menyarankan (walaupun hemat tidak pantas karena urus diri sendiri saja belum betul dan benar, apalagi urus orang lain, tapi berhubung mengenai hati jadi ya) terpaksa demi pencerahan orang lain agar tidak berdosa seperti saya) sebaiknya penafsiran itu tidaklah berbeda dari orang yang satu dengan orang yang lain agar tidak terjadi kesalahartian dalam menekuni ajaran tertentu sehingga tidak berbuah kesesatan…. Inti dalam keseharian saya, kalau kamu berbuat kebaikkan maka akan mendapatkan kebaikkan setimpal. kalau kamu berbuat kejahatan apapun baik itu menghina, menodai, ajaran agama tertentu berarti kamu sebetulnya belum pantas dikatakan orang yang beragama waalaupun dengan dalih apapun tidak dibenarkan untuk melihat mana yang salah dan benar. surga dan neraka hanya ada dan terkonsep dalam pikiran manusia. kalau kamu berbuat kebaikkan maka kamu akan mendapatkan surganya, dan sebaliknya kalau kamu tidak berbuat kebaikkan maka kamu akan mendapat nerakanya. surga dan neraka menurut saya yang adalah pendosa suatu keadaan yang berbanding terbalik dalam kelakuannya saat berada di dunia.

  30. Menurut hemat saya, kita sebagai manusia tidak akan pernah tahu dan kita tidak punya hak sama sekali untuk mengatakan secara pasti, apakah si X atau si Y akan masuk surga atau neraka, apakah Louis Pasteur, Socrates, Aristoteles, Plato, Isac Newton, Thomas Alfa Edison, Bunda Teresa, Khalil Gibran, Francis Bacon, Rene Descartes akan masuk surga atau neraka.

    ALLAH tu tidak meninggalkan manusia didunia tanpa peta anda bisa baca peta itu siapa saja yang bisa masuk surga dan deraka
    ketika anda menafsirkan peta itu sesuka kepala anda atau menurut pendapat kepala anda sama saja anda memposisikan diri anda sebagai tuhan
    kepala anda itu kecil mas gak gak bisa menjangkau ujung dari lagit
    jangn sombong

  31. Untuk kalian semua, hendaklah bertakwa kepada Allah,anda semua membicarakan hal2 yang itu hanya Allah yang tahu, bukankah kita diperintahkan beriman kepada takdir? takdir makhluk sudah di tulis 50ribu tahun sebelum di ciptakannya langit dan bumi.sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dari Abdullah bin ‘Amr radhiallahu ‘anhuma :
    “Sesungguhnya Allah menetapkan takdir-takdir makhluknya lima puluh ribu tahun sebelum menciptakan langit-langit dan bumi.” (HR. Muslim 2653, shahih)
    semua tidak tahu takdir kita akan masuk surga atau neraka! tapi Allah telah turunkan “petunjuk” yaitu Al Qur’an dan Al Hadits. siapa yang sami’na wa atho’na dengan keduanya maka dia akan selamat dan siapa yang menentangnya walaupun satu ayat maka dia akan celaka dan binasa….
    Lalu bagaimana kita supaya bisa mengikuti Al Quran dan Al hadits itu yang sesuai dengan keinginan Allah?
    maka kita harus kembali kepada para sahabat nabi bagaimana mereka memahami ayat- ayat al Quran tersebut.
    karena mereka itu murid2 langsung Rasulullah dan mereka tahu sebab turunnya ayat itu dan yang lebih pentig di perhatikan mereka mereka telah di ridlai Allah.

    Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: “Dan orang-orang yang terdahulu lagi pertama-tama (masuk Islam) dari kalangan Muhajirin dan Anshar, serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah, dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, mereka kekal abadi di dalamnya. Itulah kesuksesan yang agung.” (At-Taubah: 100).

    maka jika kita ingin masuk surga dan mendapat ridlanya Allah ya hendaklah kita mengikuti para sahabat itu.
    karena pemahaman kebalikan dari ayat tersebut jika kita tidak mengikuti jejaknya :
    1.kita tidak akan mendapat ridla Allah
    2.Allah tidak menyediakan kepada kita surga2 yang mengalir dibawahnya sungai2.
    3.Dan kita tidak sukses.

    orang yang tidak mendapatkan ketiga itu terus dimana tempatnya?
    padahal hanya ada 2 tempat.

    semoga yang berdiskusi di sini mendapatkan apa yang mereka ingnkan dan selalu menunjuki jalan menuju surgaNya Amin.

    dan perselisihan seperti ini sudah dikhabarkan oleh Rosulullah

  32. Terserahlah mau surga itu ada atau ga, terserah siapa yang akan masuk surga, apakah itu Islam, Non Islam. Yang jelas semua keputusan mutlak di tangan Tuhan. Dan semua yang ada di dunia tidak dapat menjangkau apa yang bersifat Illahi. Termasuk agama. Agama itu buatan manusia. Tuhan ga pernah menetapkan agama apapun sejak awal penciptaan. Buat apa Dia menciptakan agama toh dia Pencipta tunggal.

    Kalau hanya gara2 agama saya tidak bisa berbuat baik kepada sesama, saya pasti memilih tidak beragama.

    Kalau masalah surga itu hanya Rahasia Tuhan. Kalian mau coba2 membongkar Rahasia Tuhan? Coba aja. Yang ada kalian hanya akan saling menyanjung agama sendiri dan melecehkan agama lain, perpecahan dan saling menyakiti sesema ciptaan. Salah satunya Nurdin M Top lah. Seperti itu mau masuk surga? Seandainya sajalah aku Tuhan, aku pun pasti bisa lah menimbang siapa yang layak masuk surgaku.

    Namun sungguh Penghakiman itu ada di tangan Tuhan.

    Daripada kalian membahas agama mending kalian berupaya meperbaiki bangsa dan negara ini dimana kalian telah di tempatkan di dunia.

    Kalo kita ga bisa menghasilkan sesuatu yang berguna di dunia, ngapain kita ada di dunia.

    Mending langsung aja ke akherat. Tenang aja kalo kalian Islam sudah pasti masuk surga koq. Tapi aku sendiri masih banyak yang harus kukerjakan di dunia. Tuhan mempercayakan aku bekerja bersama anak-anak yatim, pemulung dan pengamen. Tapi aku bekerja bukan untuk surga dan neraka, untuk agama Islam ataupun tidak, aku bekerja untuk Indonesia. Aku lebih bahagia melihat anak-anak Indonesia bisa tersenyum daripada masuk surga yang sering kalian dengung2kan itu.

  33. saya setuju dgn afifharsono..
    allah tdk prnah menciptakan agama.jd agama ada krna kesokpintaran manusia saja.
    ajaran islam selalu mengubah2 tafsiran dlm alquran supaya bsa menang untk berdebat dgn penantangnya dgn kata lain bnyak org2 islam yg plinplan dlm mnyampaikn ajaran islam..
    lihatlah beberapa prdebatan dgn org2 islam dgn org pendebat yg sama.
    pasti dtemukan keplinplanannya.

    dri satu sisi dpt qta lihat bhwa..muhammad bkan lah pemikir. dia hanya mnyampaikan ajarannya saja.tnpa banyak tafsiran/polos..saya sdah pelajari biografi si muhammad. jd kesimpulannya hanya org2 islam saja yg sok pintar
    untuk membuat tafsiran yg menyesatkan.

  34. Ajaran yg paling sempurna adalah ajaran yg d bawa oleh rasul kita nabi muhammad saw.YaitU islam.
    Yg menyempurnakan dr ajaran2 sbelumny.
    Yg paling penting dlm hal in. Xlo ingin selamat dunia ahrat.Kita ikuti saja al-qur’an dan sunnah rasul.

  35. manusia meskipun masuk nereka atau surga tetap belum bisa dikatakan abadi karena senyatanya surga dan neraka itu tidaklah abadi, yang abadi hanyalah penciptanya.

  36. Tntang surat al baqarah ayat 62 yg dijdin justifikasi bhw org yg brbuat bae kan msuk surga gak pduli agma’a apa, mnding lo bca dlu lah asbabun nujul knpa ayat tu turun, tntang prtnyan’a salman al farizi. Biar gak ngawur yah.. Coz al quran ga mungkin brtntangan 1 sma laen.

  37. ada orang yang tahu dalam ketidak tahuannya (sok tahu)
    ada orang yang tahu dalam tahunya
    ada orang yang tidak tahu dalam tahunya
    ada orang yang tidak tahu dalam kitidak tahuannya ( sok tahu diperparah belagu)

    satu sama lain menghujat,menjatuhkan,memojokkan. mendewakan logika mengeluarkan opini-opini busuk yang tak lebih busuk dari otak-otaknya.

  38. adapun yang dimaksud surat 5 ayat 69 adalah berlaku sebelum adanya nabi terakhir rasulullah SAW. tau sendiri banyak nabi dan rasul sebelum rasulullah muhammad…intinya pake otak kita and hati kita,apa agama yg kita anut sudah benar???cirinya bisa dilihat dari hal yg kecil,,,ibadah yg ritual ga mungkin seminggu sekali,ga mungkin ada pelarangan menikah untuk menjadi pemuka agama…justru nikah adalah untuk mendekatkan diri pd Allah….pokonya islam adalah agama yg haq…yg benar dan mutlak.

  39. semua agama mengkalim paling benar, akan tetapi harus ada bukti klaim-klaim mereka, cara yang paling mudah adalah dengan meneliti kitab sucinya, agama diluar islam sangat bermasalah dengan orisinilitas kitab suci mereka, mungkin dahulu adalah kitab dari Allah akan tetapi seiring jalannya waktu kitab-kitab tersebut diubah karena tangan-tanngan yang tak bertanggung jawab

    yang punya surga kan tuhan kenapa kita yang mengatur syarat-syaratnya masuk surga bahkan kita membuat seolah-olah tidak ada aturannya, kita ikuti saja aturan yang masih orisinil ajarannya yaitu alquran karena hanya Allah sendiri yang menjamin ke aslianya

  40. saya ga perlu bertele-tele, siapa kah yg msuk surga? yang pasti nya orang yang beriman, baik , jujur, tidak korupsi, tidak berfikiran yg tidak-tidak!
    trms…

  41. Ssungguhny org2 kafir,sama sja bgi mrk,km beri peringatan atau tdk km bri peringatan,mrk tdk juga akn beriman.Allah tlah mngunci mati hati&pndengaran mrk,&penglihatan mrk ditu2p.&bgi mrk siksa yg amat berat.
    Mrk hndak menipu Allah&org2 yg briman,pdhl mrk hnya mnipu diriny sndri sdang mrk tdk sadar.Dlm hati mrk ada pnyakit,lalu ditmbah Allah pnyakitny&bgi mrk siksa yg pedih disebabkn mrk brdusta. Mrk itu tuli,bisu,&buta,mka tdklah mrk akn kmbali ke jln yg benar.&jika km ttap ragu pd Al-Quran yg diwahyukn kpd Muhammad,mka buatlh satu surat sja sprti Al-Quran itu&ajaklh penolong2mu selain Allah.Maka jika km tdk dpt mmbuatnya & pasti km tdk akn dpt mmbuatnya,peliharalah dirimu dri neraka yg bhan bkarny manusia & batu yg disediakn bgi org2 kafir

  42. Web ini saja tidak mencerminkan moral yang luhur!
    Tolong jangan bawa2 topik Agama didalam web anda yang sekular ini! masalah Agama cukuplah orang2 yang Agamis saja yang membahasnya, mereka yang dengan sungguh2 dan hati2 serta dengan budi yang luhur dan niat yang Ikhlas saja. Bukan seperti web yang materialistik ini!

  43. FURQON = PEMBEDA(antara benar & salah), DIBALIK BENAR ADA SALAH, DIBALIK SALAH ADA BENAR. ITU TERGANTUNG SUDUT PANDANG PEMIKIRAN MASING-2. TAPI SEMUA TDK BISA MENGELAK KEBENARAN HAKIKI DARI NALURI YG ADA DIPIKIRAN DAN NURANI YG ADA DIHATI, KECUALI PIKIRAN YG TDK BERNALURI DAN HATI YG TDK BERNURANI. JABARKAN SENDIRI ANDA PASTU PAHAM DAN MENGERTI JIKA MEMAKAI NALURI & NURANI. SUDAH CUKUPKAN SEMUA PERDEBATAN YG TDK BERMANFAAT, MARI KITA BACA DIRI KITA MASING-2 (instropeksi diri) DLM BERKEYAKINAN DAN AGAMA APAPUN SILAHKAN, DAN WUJUDKAN CITA-2 BERKEYAKINANMU UTK MERAIH KENIKMATAN SURGA DUNIA & AKHIRATMU, SY YAKIN DLM BERAGAMA APAPUN DI AJARKAN UTK BERBUAT BAIK & BENAR SERTA SALING MENGHARGAI & MEMULYAKAN SESAMA MANUSIA DAN JUGA SELURUH ALAM SEMESTA TANPA TERKECUALI, TENTUNYA DGN IKHLAS SEPENUH HATI DAN JANGAN SETENGAH HATI, SEPERTI HALNYA ANDA BERIBADAH SESUAI YG DI ANUT DGN IKHLAS TANPA MENGHARAPKAN IMBALAN APAPUN DARI TUHAN, BAIK PAHALA,SURGA,dll.. KRN KITA MALU BELUM BISA MEMBAYAR KENIKMATAN-2 YG DIBERIKAN OLEH TUHAN DAN ALAM SEMESTA KPD KITA SEMUA SEJAK KITA LAHIR SAMPAI SAAT SEKARANG INI, MAKA MINIMAL DGN SEPERTI ITU KITA SEMUA PASTI AKAN MENIKMATI SURGA SAAT INI DAN JUGA KELAK. SEMOGA UTK KITA SEMUA TER-RAHMATI & TERMULYAKAN, AMIN……….

  44. DEMI ALLAH, DEMI RASULULLAH, DEMI JIWAKU YANG ADA DI GENGGAMAN TUHANKU, ALQURAN ADALAH KITAB BENAR…ASYHADUALAILAHAILLALLAH WA ASYHADUANNAMUHAMMADARRASULULLAH…HANYA ALLAH YANG BISA MEMBUATNYA,LIHAT BAHASANYA,SUBHANALLAH…

  45. Saya menemukan artikel ini secara kebetulan, and to be honest, I find it very interesting! Menurut saya, di Indonesia ini masih banyak Muslim yang bersikap sangat tertutup pada wawasan beragama. Khususnya Islam. Mereka seperti selalu salah kaprah dan pengertian.

    Saya ini seorang Muslim yang sedang menjalani masa studi di sebuah Universitas Katolik di Jakarta. Mungkin apa yang akan saya ungkapkan berikut ini sedikit tidak ‘nyambung’, tapi saya hanya ingin berbagi pengalaman saya mengenai keagamaan.

    Selama hidup saya, kedua orang tua saya yang juga Muslim jarang sekali (bahkan hampir tidak pernah) mengajarkan saya hal-hal yang berbau agama Islam. Mereka tidak pernah memaksa saya untuk membaca Al-Quran atau salat 5 waktu apalagi memberi tahu soal surga-neraka. Mereka pun enggan memasukan saya ke sekolah Islam. Mereka lebih memilih memasukan saya ke sekolah umum yang menerima semua agama. Mayoritas murid di sekolah saya memang Muslim, dimana ada waktu untuk salat dzuhur berjamaah setelah makan siang, serta pelajaran agama Islam 2 kali seminggu. Namun yang menarik adalah, sekolah saya juga menyediakan guru agama lain. Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, sampai Saksi Jehova, sehingga ketika murid-murid Muslim sedang belajar agama, mereka juga bisa belajar agama mereka masing-masing dan tidak menggangur. Mungkin bagi kebanyakan orang fenomena seperti ini sedikit asing, tetapii bagi saya tidak sama sekali. Saya hidup seperti ini sudah dari masa Sekolah Dasar hingga lulus SMA.

    Inti dari cerita saya di atas adalah, seumur hidup saya tidak pernah mempermasalahkan agama. Dalam arti kata, saya berteman dengan siapa saja. Surga bagi saya sama mirip dengan diri saya sendiri. Dalam memilih teman, saya menilai dari perbuatan, sikap, dan perilaku orang tersebut baik kepada saya maupun orang disekitarnya. Bila orang itu bersikap dan berperilaku baik, saya terima dia dengan lapang dada ke dalam “surga” pertemanan saya. Tentu saya tidak seperti Tuhan/Allah yang bisa melihat isi hati manusia, namun setidaknya sistem pertemanan saya sama dengan surga. Tidak mungkin toh saya tidak mau berteman dengan sesorang hanya karena dia bukan Islam, bahkan jika dia Atheis pun saya tidak peduli.

    Prinsip saya adalah: Let me interpret my belief and faith on my own. Leave us alone.

  46. TAMBAHAN!

    Salah persepsi seperti ini lah yang terjadi akibat dari “hanya bisa cepat baca Al-Quran tanpa tahu artinya”

    Kagum terhadap anak TK dan SD yang sudah lancar baca Al-Quran? Wajar saja sih, tapi apa mereka tahu arti yang mereka baca? Ini memang jalan pikir orang Indonesia, disuruh apa saja mau. Tidak berpikir kritis dengan bertanya balik, apa arti sebenarnya.

    Jujur saja, saya mungkin salah satu dari anak TK/SD tersebut (atau kalo boleh lebih jujur lagi SMP kelas 3 saya baru bisa baca Quran). Bangga rasanya ketika akhirnya bisa membaca Quran. Tidak lagi harus ketakukan ketika dipanggil giliran baca Quran karena tidak bisa.

    Perasaan bangga ini terus menempel pada diri saya sampai bulan Juli kemarin. Saya mendapat kesempatan untuk pergi Summer Camp di Filipina. Dimana saya bertemu dengan orang-orang yang sebaya dari berbagai penjuru dunia. Memasuki hari ke-5 camp, saya mulai akrab dengan mereka semua. Sampai pada suatu malam, saya sedang mengobrol dengan teman 2 teman dari Spanyol dan Jordania. Si Jordania tentu saja fasih berbahasa Arab, maka saya yg kebetulan membawa surat Yaasin di dalam koper bersemangat memamerkan kebolehan saya membaca tulisan Arab. Setelah cas ces cus membaca beberapa ayat, dia tentu terkesan. Kemudian dia melontarkan pertanyaan berikut, “So, do you speak Arabic then?” Saya menggeleng. “So you learned how to read Arabic writing without learning the language? So basically you have no idea of what you’ve just read? Hmm, that’s really funny”

    Tidak usah berpanjang lebar lagi saya menjelaskan inti dari cerita tersebut. Sepertinya sudah cukup jelas bukan?

Leave a Reply

Your email address will not be published.