Takdir-1 >Apakah Nasib Sudah Ditentukan dan Tidak Bisa Dirubah Lagi?

Apakah Nasib Sudah Ditentukan
Apakah Nasib Sudah Ditentukan

Apakah Nasib Sudah Ditentukan? Walaupun permasalahan mengenai takdir ini sesungguhnya adalah masalah metafisis dan filsafat ketuhanan, namun persoalan ini juga bisa masuk kedalam persoalan-persoalan sosial praktis karena dua hal :

Pertama, karena reaksi intuitif yang berkaitan dengan bentuk pemikiran individual dari setiap pembahas problem ini terhadap kehidupan praktisnya, serta cara penanganannya terhadap gejala peristiwa yang terjadi.

Sangat wajarlah jika terdapat perbedaan mental dan prilaku antara seseorang yang percaya bahwa dirinya adalah wujud yang terbelenggu, dengan orang lain yang meyakini bahwa dia sendirilah yang berkuasa sepenuhnya atas masa depan serta nasibnya.

Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa problem ini menimbulkan implikasi-implikasi praktis dan sosial yang tidak terdapat dalam masalah-masalah filosofis lainnya seperti misalnya tentang “terbatas atau tidak terbatasnya penjuru-penjuru alam ini”, “sistem kausalitas dan kemustahilan timbulnya yang banyak dari yang tunggal” dan berbagai masalah lainnya yang tidak mempunyai pengaruh praktis atas prilaku individual ataupun sosial mereka.

Kedua, persoalan ini juga menimbulkan pengaruh penting atas pikiran. Yakni, kendatipun ia termasuk di antara masalah-masalah yang rumit dan membutuhkan pemecahan yang amat teliti, namun ia dapat dikelompokkan ke dalam masalah-masalah umum yang mau tak mau hinggap dengan sendirinya ke dalam pemikiran siapa saja, yang memiliki kapasitas yang minim sekalipun dalam hal pemikiran masalah-masalah yang integeral. Sebab, setiap orang sangat ingin memiliki perasaan bahwa ia mampu menentukan masa depannya sendiri.

Baca juga :   Mutazilah - Akal Dapat Menentukan Mana Yang Baik dan Buruk

Apakah Nasib Sudah Ditentukan dan Tidak Bisa Dirubah Lagi?

Apakah diri ini terikat erat kepada takdir yang sudah pasti (deterministis) dan tak mungkin lagi dielakkan dalam perjalanan hidup ini, sehigga tak ada lagi pilihan lain, bagaikan daun kering dalam hembusan badai? Ataukah keadaanya tidak seperti itu, yakni bahwa sesungguhnya kita mampu untuk menentukan perjalanan hidup kita?

Dengan adanya dua aspek tersebut diatas, maka dapatlah masalah takdir digolongkan ke dalam persoalan-persoalan praktis dan sosial.

Apakah Nasib Sudah Ditentukan? Lanjut ke : Ayat-ayat Al-quran Bicara Takdir

4 komentar untuk “Takdir-1 >Apakah Nasib Sudah Ditentukan dan Tidak Bisa Dirubah Lagi?

  1. Bahas al Quran : ” wa itaa-idzil qurbaa..” di Q.S. 16: 90. dalam tafsir = memberi pertolongan kepada kerabat. ” Hee, Allah tidak sepicik pikiran juru tafsir…Ini jelas artinya ” peduli sosial…”
    Mari kaji baik-baik s an Nahl Q.S. 16: 90. ternyata ini adalah INTI SARI dari Deklarasi HAM yang 33 pasal itu ADIL. IKHAN ( berperikemanusia yang adil dan beradab.) PEDULI-SOSIAL ( bukan hanya bangsa sendiri atau keluarga sendiri.) Dan.. mencegah timbulnya huru-hara,bukan malah menimbulkan huru-hara dengan ” politik konflik”,, mengobok-obok bangsa lain untuk diadu-domba lalu dikuasai.
    Jadi umat yang menyimpan al Quran supaya mengkjajinya secara ULUL-ALBAB,,, bukan hanya tabiin menirukan tabiin-yabiin dst. YTang begitu jelas nggak MAJU”.

  2. ketika takdir masuk dalam tataran mitafisis maka manusiapun sibuk menggubah nasip bahkan ayat2.
    keterkungkungan dan hal-hal lain yang tidak mengenakkan telah menjerambabkan manusia pada kerdilnya akan kehimahan takdir

  3. perlu diketahui bahwa masalah bagi manusia adalah sangat relatif dari sudut mana dan kondisi apa manusia itu sendiri, sehingga mudah atau sulitnya sebuah masalah bukan kita sendiri yang menentukan, Karena Allah yang menciptakan manusia itu, maka Allah sendiri yang lebih mengetahui-Nya seberapa ringan atau beratnya suatu masalah, mungkin bagi saya kehilangan uang 1 juta itu banyak, tapi bagi milyalder itu tidak seberapa …..

Leave a Reply to kidipowardoyo Cancel reply

Your email address will not be published.