Takdir-2 > Ayat Alquran Tentang Takdir – Kebebasan Manusia vs Ketetapan Tuhan?

Ayat Alquran Tentang Takdir
Ayat Alquran Tentang Takdir

Ayat Alquran Tentang Takdir – Beberapa ayat Al-quran al-Karim menandaskan adanya qadha dan qadar serta pengaruh mutlaknya, dan bahwa setiap peristiwa alami pasti telah didahului oleh Kehendak Ilahi dan bahwa hal itu telah tersurat sebelumnya dalam suatu “kitab yang nyata”.

Kata “peristiwa alami” dan “Kehendak Ilahi” diatas kita perlu kita perhatikan untuk memahami ayat Al-quran berikut ini :

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” [57:22]

Disurat dan ayat yang lain  Allah Tuhan yang Maha Perkasa Berfirman

“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)” [ 6 :59]

Alquran menerangkan lagi dengan surat 3 ayat 154

Mereka berkata: “Apakah ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini?.” Katakanlah: “Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Allah.” Mereka menyembunyikan dalam hati mereka apa yang tidak mereka terangkan kepadamu; mereka berkata: “Sekiranya ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini.” Katakanlah: “Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh.” ” [ 3 : 154]

Baca juga :   Mereka yang Disebut Kaum Intelektual - Kajian Filsafat & Teologi

Banyak sekali ayat di Al-quran yang menjelaskan tentang “Ketetapan Tuhan” yang bersifat mutlak, yang tidak bisa diganggu-gugat oleh siapapun, tidak juga oleh Malaikat dan Nabi. Ini bisa kita lihat lagi dalam surat berikut;

Dan tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya; dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu [ 15 : 21]

Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” [65:3]

Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut (qadar) ukuran” [54:49]

Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki.” [ 14:4]

“Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” [ 3:26]

Jadi, kalau berpegangan kepada ayat-ayat tersebut diatas jelaslah sudah bahwa nasib manusia sudah ditetapkan oleh Tuhan, Kita hanya mengikuti “Ketetapan Tuhan” saja, tidaak lebih dari itu. Manusia tidak lebih dari sebuah robot, Kita hanya sekedar menjalankan skenario Tuhan saja di dunia ini. Bahkan bisa dikatakan bahwa nasib kita tidak lebih dari nasib sebuah daun kering yang terbang ditiup angin, daun hanya mengikuti kemana arah angin tersebut membawanya.

Apakah betul seperti itu?

Jika kita telaah lagi isi Al-quran, kita akan menemukan juga ayat-ayat yang menerangkan sebaliknya. Banyak juga ayat yang menunjukkan bahwa manusia memiliki kebebasan dalam perbuatannya, mampu mempengaruhi masa depan dan nasibnya. Tegasnya lagi, Manusia mampu dan dapat mengubah nasibnya sendiri. Ini bisa kita lihat pada ayat-ayat berikut ini:

Baca juga :   Mereka Yang Disebut Orang Sholeh Yang Kaku

Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” [13:11]

“Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat.” [ 16:112 ]

“dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.” [ 29:40]

dan sekali-kali tidaklah Rabb-mu menganiaya hamba-hambaNya” [41:46]

Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir.” [76:3]

“Dan katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir.” [18:29]

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia” [ 30:41]

Kalau masih kurang, kita masih bisa tambahkan lagi lagi ayat-ayat lain yang dapat digabungkan dengan kumpulan ayat-ayat pertama yang mengatakan bahwa semuanya adalah sudah menjadi ketetapan Tuhan ataupun yang kumpulan ayat kedua yang mengatakan bahwa Nasib manusia berada ditangannya sendiri. Namun diruangan yang sempit ini kita cukupkan saja dengan beberapa ayat tersebut untuk mengantar kita kepada untuk menjadi manusia, yaitu BERPIKIR dan berpikiran jernih.

Baca juga :   Perbuatan Baik Non Muslim Semua Sia-sia Belaka?

Berpikir dan berpikiran jernih (logis) adalah syarat mutlak untuk memahami persoalan diatas. Kenapa demikian? karena ada kalanya kedua kumpulan ayat-ayat tersebut dalam pandangan orang awam dan bahkan dalam pandangan ahli tafsir dan teologi Islam sekalipun sering dianggap sebagai ayat ayat yang saling bertentangan, dan karenanya itu tak ada jalan lain kecuali menakwilkan (menyimpangkan arti) yang satu, sehingga kesimpulannya bersesuaian dengan yang kedua, dan dengan demikian dapat diterima hasilnya.

Sejak pertengahan abad pertama hijriah, saat munculnya kedua pemikiran mengenai persoalan ini, sekelompok orang mendukung aliran “kebebasan manusia” serta ikhtiarnya (kebebasan memilihnya) lalu menakwilkan kumpulan ayat-ayat pertama. Mereka ini dikenal sebagai kaum Qadariyah. Sementara kelompok lainnya mendukung takdir gaib yang amat ketat menguasai segala perbuatan manusia, lalu menakwilkan kumpulan ayat-ayat kedua. Mereka ini dikenal sebagai kaum Jabariyah.

Kedua kelompok ini kemudian lebur dalam dua firqah (kelompok) besar aliran teologi, yakni kaum Asy`ariyah dan mu`tazilah. Masing-masing kelompok mengikuti beberapa dari pikiran-pikiran salah satu dari kedua aliran tersebut diatas, yakni kelompok Asy`ariyah yang mendukung aliran jabariyah, sementara kelompok Mu`tazilah mendukung aliran Qadariyah.

B E R S A M B U NG Next : Ayat-ayat Yang Saling Bertentangan | Kebebasan Manusia vs Ketetapan Tuhan

.;. Ayat Alquran Tentang Takdir Published on www.imankha.com

2 komentar untuk “Takdir-2 > Ayat Alquran Tentang Takdir – Kebebasan Manusia vs Ketetapan Tuhan?

  1. Kalau Allah telah membuat takdir manusia sesuai dlm kitab Lauh mahfudz, lalu kenapa Dia harus marah pada manusia yg di takdir kan berbuat nista? Lalu kalau semua telah dituliskan dlm kitab Lauh mahfudz, berarti sesungguhnya semua pernah Allah dan nabi nya adalah sia-sia

Leave a Reply

Your email address will not be published.