Penggunaan Kata Universal & Partial dalam kehidupan sehari-hari

Penggunaan Kata Universal & Partial
Penggunaan Kata Universal & Partial

Penggunaan Kata Universal & Partial – Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mengeneralisasi sesuatu. Misalnya ngomogin orang jepang, kita sering mengatakan bahwa orang jepang rajin-rajin. Pertanyaannya adalah, apakah betul semua orang jepang memang rajin-rajin? Apakah orang jepang  yang kita maksudkan itu adalah semua orang jepang? Sebagian orang jepang atau seorang jepang?

Persoalan ini mungkin tidak terlalu penting kalau terjadinya diwarung kopi pinggir jalan atau hanya disekitar keluarga kita, tapi bagaimana kalau kita berbicara dengan orang banyak, misalnya diskusi di kantor, di sekolah, di kampus atau dimana saja termasuk sosial media. Ketika dia masuk ke ranah publik tentu saja ini menjadi persoalan dan pertanyaan.

Persoalan ini menarik untuk kita perhatikan bersama karena masih banyak diantara kita yang tidak menyadari bahwa apa yang kita bicarakan didepan orang banyak itu bisa mempengaruhi orang yang mendengarkannya. Kita kembali ke contoh diatas, apakah yang kita maksud dengan orang jepang rajin-rajin tersebut adalah semua orang jepang, sebagian orang  jepang atau seorang jepang?

Dari sisi ilmu logika, persoalan seperti itu harus jelas supaya pernyataan yang coba disampaikan oleh si penutur bisa dinilai, apakah betul, bohong, logis atau tidak logis. Pernyataan tentang orang Jepang rajin-rajin tidaklah berarti ditujukan kepada semua orang jepang, karena faktanya ada juga orang jepang yang malas. Lain halnya kalau kita mengatakan ‘jepang terletak di asia’ maka yang dimaksudkan dari pernyataan tersebut adalah semua orang jepang.

Baca juga :   Pengantar Logika

Bagaimana kita bisa membedakan persoalan serupa diatas, Apakah dengan cara tebak-tebakan, feeling, atau ada semacam aturan yang mengatur persoalan seperti itu? Tentu saja persoalan ini diatur oleh ilmu logika, kata-kata seperti diatas dikenal dengan beberapa istilah teknis didalam logika, yakni kata universal, partial, singular dan kolektif.

Suatu kata mempunyai pengertian universal apabila ia mengikat seluruh bawahannya tanpa kecuali : seperti manusia, tumbuhan, hewan dan lain-lain. Manusia disebut universal karena dia mengikat semua manusia, baik manusia kulit putih, kulit hitam, anak-anak, orang dewasa, orang tua, muda dan sebagainya.

Begitu juga dengan tumbuhan dan hewan, yang disebut dengan tumbuhan ataupun hewan adalah semua tumbuhan dan semua hewan baik yang ada dilaut, didarat, digunung ataupun diudara.

Sekarang kita lihat istilah yang lainnya, yaitu kata partial. Suatu kata mempunyai  pengertian partial apabila ia mengikat banyak bawahannya, tetapi TIDAK semuanya. Misalnya kita ambil contoh kata ‘manusia’ , kata ‘manusia’ adalah universal sebagaimana kita sebutkan diatas, tapi kalau yang di ikat sebagai kata ‘manusia’ itu tidak meliputi seluruh manusia, maka betapapun banyaknya yang diikat ia tidaklah bisa disebut sebagai kata universal melainkan disebut sebagai kata partial. Misalnya, hampir seluruh manusia, banyak manusia, beberapa manusia, ada manusia dan sebagian besar manusia. Berapapun banyaknya manusia yang disebutkan jika tidak disertai dengan kata ‘semuanya’ maka kata tersebut adalah termasuk kedalam kata partial (sebagian).

Baca juga :   Pengertian Kata Abstrak dan Konkrit dalam Praktek Sehari hari

Istilah lain yang perlu dicermati adalah kata singular, kata singular adalah kebalikan dari kata universal. Jika pada kata universal mengikat keseluruhan anggota bawahannya tanpa batas, maka pada kata singular anggota yang diikat HANYA satu saja.

Kata singular ini akan lebih mudah dikenali jika kita perhatikan dua ciri khususnya, ciri pertama adalah ‘nama yang unik’. Yaitu nama yang memberi identitas khusus terhadap suatu objek. Misalnya : Presiden Indonesia, Sungai terpanjang didunia, rektor universitas indonesia dan lain-lain. Kita juga bisa menggunakan kata penunjuk ‘ini’ atau ‘itu’ untuk membedakan antara kata universal dan kata singular.

Misalnya : orang itu, rumah itu, sungai ini, kursi ini. Kata : Orang, rumah, sungai dan kursi adalah kata universal, tapi akan berubah artinya jika dimasukkan kata penunjuk ‘ini’ dan ‘itu’. Kata penunjuk tersebut otomatis akan merubah arti suatu kata menjadi kata singular (khusus) .

Ciri khusus yang kedua adalah ciri yang menunjukkan nama yang diberikan kepada sesuatu dengan tujuan identifikasi, seperti : Hotel Horison, Budi, Rini, Ancol, Taman Suropati dan sebagainya. Masing-masing pada kata-kata tersebut di sampaikan dengan tanda pengenal khusus terhadap objek yang bersangkutan.

Berikutnya adalah kata kolektif , suatu kata mempunyai pengertian kolektif apabila ia mengikat sesuatu yang mempunyai persamaan fungsi yang membentuk satu kesatuan, misalnya : regu, tim, kesebelasan, dewan , panitia dan sebagainya.

Baca juga :   Metode Deduksi dan Induksi - Metodelogi Untuk Mengambil Kesimpulan

Kata yang mempunyai pengertian kolektif adalah keseluruhan yang terikat, bukan individunya. Contoh semua pemain bersama-sama membentuk satu team, tapi tidak bisa dikatakan bahwa setiap pemain adalah team, tiap-tiap orang baru bisa disebut team jika dinyatakan secara kolektif (bersama).  Contoh yang lain, semua aktivis  bersama-sama membentuk sebuah organisasi, tapi tidak bisa kita sebutkan bahwa tiap-tiap aktivis adalah organisasi. Demikian seterusnya, dan sekarang kita sudah bisa semakin jelas dan mudah untuk mengenali beberapa kemampuan teknis yang dibutuhkan untuk berdiskusi 🙂

Apakah anda  juga termasuk yang sering menyama-ratakan orang dan persoalan?  Silakan ceritakan pengalaman anda dibawah ini 🙂

# Penggunaan Kata Universal & Partial by Mat Peci  | Penggunaan Kata Universal & Partial Posted at www.imankha.com

 ^~^

5 komentar untuk “Penggunaan Kata Universal & Partial dalam kehidupan sehari-hari

  1. hmmm…
    sesuatu yang tadinya tidak terpikirkan sama sekali oleh saya,nice article…

    trimakasih atas pencerahannnya

    Salam kenal

  2. Saya termasuk yang mendapat manfaat dari blog ini, semoga tetap berjaya. Ngomong-ngomong nama pengelola blog ini siapa ya?

    Saya ingin ikutan mailing list caranya gimana ya mas/mbak?

  3. Website ini ramai sekali pengunjungnya, tapi kok pada tidak ada yang berani adu argumen atau minta petunjuk kepada pengelolanya ya?

    Apakah sudah pada setuju dan akur semua nih dengan tulisan pak Iman K.?

    Pengunjung ribuan perhari begini tapi kok sepi dari komentar, apa komentarnya dimoderat? ahh ntuk nguji di moderate atau tidak coba wa test kasih comment ahhh…apa bisa tampil dikolom kementar 🙂

  4. Slahkan baca.Sekarang aku giliran ngomong. Karena banyak orang LATAH, maka omongan dari SATU orang yang khrismatik bisa menghasut jutaan orang bergerak kearah AJAKAN tokoh kharismatik itu. Sudah banyak contohnya… Hitler, Musolini, dan tokoh-tokoh penganut Marsime, Fascisme, Kapitlisme dan isme-isme lainnya termasuk penyebar AQIDAH agama apapun. Sehingga Allah s.w.t. memperingatkan umat manusia dengan FirmanNya di s. al A’raaf Q.S. 7: 27 : ” Hai keturunan Adam… dst. Q.S. 14: 28… tentang tokoh penyebar AQIDAH yang seenaknya sendiri metafsirkan Firman Allah di kitab samawi, s. an Niisa Q.S. 4: 82. tafsir yang diajarkan kepada orang banyak, tetapi bertentangan dengan akl-sehat…. lho terus ditelan saja sampai pada MABOK tenpa segera disadari kecuali HANYUT dalam khurafat dan semakin DUNGU. Apalagi hanya SATU kitab saja yang dikaji, lhoo orang menjadi semakin DURHAKA dan semakin KAFIR s. al Maaidah Q.S. 5: 66, 67, 68. Sialahkan PERHATIKAN baik-baik, jangan anggap enteng Firman itu. Al Quran inilah yang akan menghancurkan GUNUNG-GUNUNG kedegilan dan membubarkan segala AQIDAH hasil racikan para tokoh kharismatik dan “pemimpin besar evolusi” sekalipun. Ingat KESEPAKATAN orang banyak bukan berarti KEBENARAN ( Firman Allah.) Penyesatan itu muncul dari orang yang mau benbar dan menag sendiri saja s. Ibrahim Q.S. 14: 15, 16, 17. aqidahnya memuakkan dikiaskan Allah sebagai air-nanah yang menjijikkan… lhooo kok ditelan terus…, karena memang banyak dibantu pengikut ( begondal dan juru bicara, corong-bacot.) TOKOH yang berkharisma itu Peringatan Allah ada di al Baqrah Q.S. 2: 204 , bukankah “jiwa pemberontak” itu warisan dari Iblis? Q.S. 2: 34 lalu menjadi KAFIR tanpa disadari
    Tokoh yang mengobok-obok otak manusia yang semula masih bersih itu disebut di Q.S. 16: 92;—– Q.S.63: 4. Tokoh-tokoh yang hebat dan dikagumi orang banyak, padahal mereka itu benar-vbenar agen-agen IBLISan diilhami setan-setan yang sejak dulu ingin menyesatkan umat manusia. al Hijr Q.S.15: 39, 40, 41. dan az Zukhruf Q.S. 43: 37….. orang-orang dengan tokoh favoritnya itu telah bersekutu dalam AZAB. Q.S. 43: 39, 78. dan ditetapkan Allah akan mengunjungi NERAKA berramai-ranai ” Masya’allaaah.” Lho al Quran itu benar-benar kitab pelajaran bagi umat manusia untuk SELAMAT dunia-akherat. Tetapi jkalau SALAH pemahamannya malah menjadi pengacau alam akal-budi-nurani bahkan benar-benar menjadi terorist yang wajib diTUMAS. FITNAH itu disebut di Q.S. 6: 23 dan wajib ditumpas habis Q.S. 2: 193; Q.S. 8: 39. Semoga Allah merestui tulisan ini dan anak-cucu Adam tidak lagi terkecoh sesuai peringatan Allah di Q.S. 7: 27. Aaaamiin . MERDEKAAA.

Leave a Reply

Your email address will not be published.